Nurul Akmal sudah menjadi andalan Indonesia di ajang internasional dalam beberapa tahun belakangan. (REUTERS/EDGARD GARRIDO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Popularitas Nurul Akmal melonjak setelah tampil di Olimpiade Tokyo 2020, padahal lifter asal Aceh ini sudah memiliki sederet prestasi internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Wanita yang sudah mengenal olahraga angkat besi sejak sekolah menengah itu mengawali karier dari level daerah. Sukses di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional, dan Pekan Olahraga Nasional (PON), mengantar sosok yang akrab disapa Amel tersebut menjadi wakil Indonesia di level internasional.
Dalam kurun empat tahun terakhir, putri pasangan Hasballah dan Nurmala merupakan andalan Indonesia di kelas bebas dalam berbagai ajang ketika bersaing dengan lifter-lifter luar negeri.
Amel pun menjadi salah satu dari lima orang lifter yang dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020, bersama Eko Yuli Irawan, Rahmat Erwin Abdullah, Deni, dan Windy Cantika Aisah.
Berikut lima prestasi Amel di level internasional:
1. Perak Islamic Solidarity Games 2017
Tampil di kelas +90 kg, Amel mencatatkan angkatan total seberat 230 kg. Amel hanya kalah dari lifter Shaimaa Hardy asal Mesir yang memiliki total angkatan 275 kg.
Sumbangan perak Amel turut membawa Indonesia menempati peringkat kedua khusus di cabor angkat besi dan berada di posisi kedelapan dalam klasemen umum.
2. Peringkat Keenam Asian Games 2018
Amel menjadi wakil Indonesia di kelas +75 kg menduduki peringkat keenam dengan total angkatan 253 kg ketika tampil di hadapan publik sendiri dalam Asian Games 2018.
Sebelumnya pada ajang test event Asian Games yang berlangsung Februari 2018, Amel menjadi juara sekaligus memecahkan rekor pribadinya kala itu.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
3. Dua Perak dan Satu Perunggu Qatar Cup 2019
Di Qatar Cup, yang merupakan salah satu agenda kejuaraan angkat besi kelas dunia, Amel turun di kelas +87 kg. Dalam kejuaraan khusus angkat besi tak hanya total angkatan yang mendapat medali, melainkan juga angkatan snatch dan clean & jerk.
Pada masing-masing angkatan snatch dan clean & jerk, Amel meraih perak. Di angkatan snatch, Amel mengangkat beban 113 kg. Sementara di angkatan clean & jerk, Amel berhasil mengusung beban seberat 148 kg.
Catatan total 261 kg menempatkan Amel di peringkat ketiga, berselisih 14 kg dari peraih emas Laurel Hubbard asal Selandia Baru dan terpaut 1 kg dari Charisma Amoe-Tarrant dari Australia.
Beban 261 kg yang ditorehkan di ajang ini menjadi angkatan terberat Amel dalam kariernya hingga kini di sebuah pertandingan resmi.
4. Peringkat Kelima Kejuaraan Asia 2020
Amel kembali menjadi tumpuan Indonesia dalam Kejuaraan Asia 2020. Amel mengangkat beban 111 kg di angkatan snatch dan 140 kg di angkatan clean & jerk.
5. Peringkat Kelima Olimpiade Tokyo 2020
Tak ditargetkan medali, Amel tetap menampilkan penampilan maksimal di Olimpiade. Di angkatan snatch, Amel selalu mampu mengangkat beban dalam tiga kesempatan. Diawali angkatan 107 kg, Amel kemudian bisa mengangkat beban 115 kg pada angkatan ketiga.
Dalam angkatan clean & jerk, Amel mengangkat beban 141 kg. Hanya saja Amel tak bisa mengangkat beban 151 kg dan 154 kg pada kesempatan kedua dan ketiga.
Amel pun memiliki total angkatan 256 kg dan menempati peringkat kelima. Kendati tanpa medali, keberhasilan Akmal menempati posisi lima besar sudah melampaui target pelatih yang mengincar posisi enam besar.
Popularitas Nurul Akmal melonjak setelah tampil di Olimpiade Tokyo 2020, padahal lifter asal Aceh ini sudah memiliki sederet prestasi internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Wanita yang sudah mengenal olahraga angkat besi sejak sekolah menengah itu mengawali karier dari level daerah. Sukses di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional, dan Pekan Olahraga Nasional (PON), mengantar sosok yang akrab disapa Amel tersebut menjadi wakil Indonesia di level internasional.
Dalam kurun empat tahun terakhir, putri pasangan Hasballah dan Nurmala merupakan andalan Indonesia di kelas bebas dalam berbagai ajang ketika bersaing dengan lifter-lifter luar negeri.
Amel pun menjadi salah satu dari lima orang lifter yang dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020, bersama Eko Yuli Irawan, Rahmat Erwin Abdullah, Deni, dan Windy Cantika Aisah.
Berikut lima prestasi Amel di level internasional:
1. Perak Islamic Solidarity Games 2017
Tampil di kelas +90 kg, Amel mencatatkan angkatan total seberat 230 kg. Amel hanya kalah dari lifter Shaimaa Hardy asal Mesir yang memiliki total angkatan 275 kg.
Sumbangan perak Amel turut membawa Indonesia menempati peringkat kedua khusus di cabor angkat besi dan berada di posisi kedelapan dalam klasemen umum.
2. Peringkat Keenam Asian Games 2018
Amel menjadi wakil Indonesia di kelas +75 kg menduduki peringkat keenam dengan total angkatan 253 kg ketika tampil di hadapan publik sendiri dalam Asian Games 2018.
Sebelumnya pada ajang test event Asian Games yang berlangsung Februari 2018, Amel menjadi juara sekaligus memecahkan rekor pribadinya kala itu.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Qatar Cup, Kejuaraan Asia, Sampai Olimpiade
Nurul Akmal menjadi salah satu lifter Indonesia yang tampil di Olimpiade 2020. (REUTERS/EDGARD GARRIDO)
3. Dua Perak dan Satu Perunggu Qatar Cup 2019
Di Qatar Cup, yang merupakan salah satu agenda kejuaraan angkat besi kelas dunia, Amel turun di kelas +87 kg. Dalam kejuaraan khusus angkat besi tak hanya total angkatan yang mendapat medali, melainkan juga angkatan snatch dan clean & jerk.
Pada masing-masing angkatan snatch dan clean & jerk, Amel meraih perak. Di angkatan snatch, Amel mengangkat beban 113 kg. Sementara di angkatan clean & jerk, Amel berhasil mengusung beban seberat 148 kg.
Catatan total 261 kg menempatkan Amel di peringkat ketiga, berselisih 14 kg dari peraih emas Laurel Hubbard asal Selandia Baru dan terpaut 1 kg dari Charisma Amoe-Tarrant dari Australia.
Beban 261 kg yang ditorehkan di ajang ini menjadi angkatan terberat Amel dalam kariernya hingga kini di sebuah pertandingan resmi.
4. Peringkat Kelima Kejuaraan Asia 2020
Amel kembali menjadi tumpuan Indonesia dalam Kejuaraan Asia 2020. Amel mengangkat beban 111 kg di angkatan snatch dan 140 kg di angkatan clean & jerk.
5. Peringkat Kelima Olimpiade Tokyo 2020
Tak ditargetkan medali, Amel tetap menampilkan penampilan maksimal di Olimpiade. Di angkatan snatch, Amel selalu mampu mengangkat beban dalam tiga kesempatan. Diawali angkatan 107 kg, Amel kemudian bisa mengangkat beban 115 kg pada angkatan ketiga.
Dalam angkatan clean & jerk, Amel mengangkat beban 141 kg. Hanya saja Amel tak bisa mengangkat beban 151 kg dan 154 kg pada kesempatan kedua dan ketiga.
Amel pun memiliki total angkatan 256 kg dan menempati peringkat kelima. Kendati tanpa medali, keberhasilan Akmal menempati posisi lima besar sudah melampaui target pelatih yang mengincar posisi enam besar.