Pengorbanan Barcelona dan Peluang Juara Liga Spanyol
Surya Sumirat | CNN Indonesia
Jumat, 03 Sep 2021 19:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Barcelona bisa kehilangan peluan juara La Liga musim ini. (REUTERS/ALBERT GEA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Joan Laporta membuat pengorbanan besar bagi Barcelona pada musim ini dengan membuang kesempatan juara Liga Spanyol demi menyelamatkan klub.
Sebelum Antoine Griezmann dikembalikan ke Atletico Madrid pada deadline transfer, Blaugrana merupakan salah satu pesaing juara La Liga bagi Real Madrid dan Atletico Madrid.
Sejumlah bursa taruhan menempatkan Barcelona di bawah Madrid. Los Blancos tetap diunggulkan meski kehilangan Sergio Ramos dan Raphael Varane. Komposisi yang cukup solid dan tanpa masalah internal membuat Madrid layak jadi ungulan juara.
Akan tetapi, setelah kejutan pada hari terakhir dengan melepas Griezmann dan juga menjual Emerson Royal ke Tottenham Hotspur peluang juara itu tetap ada namun menurun drastis.
Tanpa Griezmann, lini depan Barcelona kini bertumpu pada sejumlah penyerang yang mendekati usia senja: Martin Braithwaite, Sergio Aguero, hingga Luuk de Jong yang baru direkrut.
Secara teknis kehilangan Griezmann merupakan sebuah kesalahan. Setelah ditinggal Lionel Messi, pencetak gol terbanyak Barcelona dalam dua musim terakhir adalah Griezmann.
Joan Laporta menyelamatkan Barcelona dengan mengorbankan peluang juara. (REUTERS/ALBERT GEA)
Striker Prancis itu mengemas 15 gol dari 48 pertandingan pada musim 2019/2020 di bawah Messi dan Luis Suarez, serta mencetak 20 gol dari 51 laga pada musim lalu di bawah Messi.
Tanpa Griezmann Barcelona bisa terancam minim gol pada musim ini. Produktivitas gol jadi salah satu faktor yang bisa membuat Blaugrana bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol.
Terlebih lagi lini belakang Barcelona saat ini tidak cukup tangguh setelah kebobolan 4 gol dalam tiga pertandingan. Karena itu, dibutuhkan lini depan yang produktif guna bisa konsisten dengan kemenangan, atau setidaknya tidak kehilangan poin dalam setiap laga.
Sekalipun akan kembali kehilangan gelar juara pada musim ini, itu adalah risiko besar yang harus ditanggung skuad dan juga manajemen Barcelona.
Pada musim ini Barcelona cukup menderita dengan krisis keuangan yang membuat salah satu pemain terbaik mereka, Messi, 'direbut' Paris Saint-Germain.
Barcelona juga sebenarnya tidak ingin kehilangan Griezmann serta Emerson. Tetapi kebutuhan menyeimbangkan neraca keuangan membuat Barcelona tidak memiliki banyak pilihan.
Messi dan Griezmann adalah pemain dengan gaji tinggi di Barcelona. Setelah Messi pergi, gaji Griezmann adalah yang tertinggi setelah Frenkie de Jong. Griezmann dikabarkan mendapatkan bayaran 401 ribu euro atau setara dengan Rp6,774 miliar per pekan, sedangkan De Jong 411 ribu euro yang setara dengan Rp6,954 miliar per pekan.
Dengan melepas Griezmann, Barcelona bisa lebih berhemat dalam pengeluaran untuk gaji pemain. Barcelona juga bisa mendapatkan dana segar 40 juta euro apabila Atletico ingin mempermanenkan striker 30 tahun usai masa peminjaman.
Pada musim ini Barcelona mendapatkan pemasukan sebesar 53,8 juta euro dari penjualan dan peminjaman 5 pemain mereka. Bantuan untuk keuangan Barcelona juga datang dari sejumlah pemain senior seperti Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Sergi Roberto yang melakukan pemotongan gaji.
Dana-dana itu bisa disimpan dan membeli pemain top lain setelah keuangan mereka stabil baik satu atau dua musim ke depan.
Dengan demikian, melepas Messi dan Griezmann bisa jadi langkah pedih Barcelona karena kehilangan peluang juara. Akan tetapi itu bisa jadi keputusan terbaik untuk menunggu dan kembali bangkit dalam beberapa musim ke depan.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Barcelona belum sepenuhnya habis pada musim ini. Ronald Koeman hanya dibuat berpikir lebih keras agar membuat Blaugrana tetap perkasa dengan komposisi yang ada.
Barcelona dan Ronald Koeman tidak memliki banyak pilihan selain berharap pada pemain-pemain muda potensial mereka seperti Ansu Fati, Pedri, hingga Yusuf Demir yang dianggap sebagai titisan Lionel Messi.
Meski tidak diunggulkan, Koeman akan membuat skuad Barcelona layaknya memiliki pemain-pemain hebat yang siap bersaing dalam perebutan trofi La Liga.
Sejauh ini performa Blaugrana tidak mengecewakan, dua kali menang dan sekali imbang dari tiga pertandingan. Catatan itu menempatkan Barcelona di peringkat keempat klasemen Liga Spanyol, mengoleksi nilai yang sama dengan enam tim lain termasuk Real Madrid yang duduk di posisi puncak.
Memphis Depay yang kini diandalkan juga tidak begitu mengecewakan dalam tiga pertandingan awal. Pemain 27 tahun itu mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist, catatan sama juga dimiliki Martin Braithwaite.
Memphis Depay tampil memukau sejak awal musim. (REUTERS/VINCENT WEST)
Yang cukup mengejutkan adalah penampilan gelandang Sergi Roberto dengan torehan sama seperti Depay dan Braithwaite, 2 gol dan 1 assist. Pada musim ini Koeman mencoba membuat sedikit perubahan dengan mengembalikan Sergi ke posisi asli sebagai gelandang.
Selain pencapaian-pencapaian tersebut, Barcelona juga bisa berharap kepada tuah Ansu Fati yang kini mewarisi nomor 10 milik Lionel Messi di Barcelona.
Sebelum cedera pada musim lalu, Ansu Fati adalah pemain yang menjanjikan. Winger 18 tahun itu tampil mengesankan pada musim 2019/2020 dengan mencetak 7 gol dalam 24 pertandingan La Liga.
Meski berusia muda, Ansu Fati tidak canggung dan tampil cukup tenang. Ansu Fati tidak saja mengandalkan kecepatan atau olah bola, tetapi juga memiliki penyelesaian akhir yang apik yang sangat dibutuhkan Barcelona pada musim ini.
Saat ini Ansu Fati masih dalam pemulihan cedera dan diperkirakan baru benar-benar pulih setelah 9 September nanti.
Selain Ansu Fati, Koeman juga akan mengandalkan sejumlah pemain muda lain seperti Pedri, Demir, hingga Eric Garcia. Tanpa Messi, kolektivitas Barcelona yang merupakan kombinasi pemain senior dan pemain muda akan terasah.
Barcelona berpotensi tidak lagi bergantung kepada satu pemain, seperti ketika masih diperkuat La Pulga. Kolektivitas itu sudah terlihat pada tiga laga awal, di mana penguasaan bola Barcelona di atas 56 persen.
Satu pemain yang dinanti Barcelona adalah Aguero yang kini tengah cedera betis kanan dan harus absen lebih dari dua bulan sejak awal Agustus.
Aguero memang tidak lagi muda. Pada musim lalu penyerang asal Argentina itu juga minim bermain karena bergelut dengan cedera. Namun pengalaman Aguero tetap bisa diandalkan Barcelona saat pulih nanti.
Pada musim 2019/2020 Aguero masih sanggup mengemas 16 gol dalam 24 pertandingan di Premier League. Dengan pulihnya Aguero nanti, Barcelona tetap bisa jadi ancaman. Apalagi jika performa dan hasil yang mereka raih konsisten seperti tiga laga awal Liga Spanyol.
Presiden Joan Laporta membuat pengorbanan besar bagi Barcelona pada musim ini dengan membuang kesempatan juara Liga Spanyol demi menyelamatkan klub.
Sebelum Antoine Griezmann dikembalikan ke Atletico Madrid pada deadline transfer, Blaugrana merupakan salah satu pesaing juara La Liga bagi Real Madrid dan Atletico Madrid.
Sejumlah bursa taruhan menempatkan Barcelona di bawah Madrid. Los Blancos tetap diunggulkan meski kehilangan Sergio Ramos dan Raphael Varane. Komposisi yang cukup solid dan tanpa masalah internal membuat Madrid layak jadi ungulan juara.
Akan tetapi, setelah kejutan pada hari terakhir dengan melepas Griezmann dan juga menjual Emerson Royal ke Tottenham Hotspur peluang juara itu tetap ada namun menurun drastis.
Tanpa Griezmann, lini depan Barcelona kini bertumpu pada sejumlah penyerang yang mendekati usia senja: Martin Braithwaite, Sergio Aguero, hingga Luuk de Jong yang baru direkrut.
Secara teknis kehilangan Griezmann merupakan sebuah kesalahan. Setelah ditinggal Lionel Messi, pencetak gol terbanyak Barcelona dalam dua musim terakhir adalah Griezmann.
Joan Laporta menyelamatkan Barcelona dengan mengorbankan peluang juara. (REUTERS/ALBERT GEA)
Striker Prancis itu mengemas 15 gol dari 48 pertandingan pada musim 2019/2020 di bawah Messi dan Luis Suarez, serta mencetak 20 gol dari 51 laga pada musim lalu di bawah Messi.
Tanpa Griezmann Barcelona bisa terancam minim gol pada musim ini. Produktivitas gol jadi salah satu faktor yang bisa membuat Blaugrana bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol.
Terlebih lagi lini belakang Barcelona saat ini tidak cukup tangguh setelah kebobolan 4 gol dalam tiga pertandingan. Karena itu, dibutuhkan lini depan yang produktif guna bisa konsisten dengan kemenangan, atau setidaknya tidak kehilangan poin dalam setiap laga.
Sekalipun akan kembali kehilangan gelar juara pada musim ini, itu adalah risiko besar yang harus ditanggung skuad dan juga manajemen Barcelona.
Pada musim ini Barcelona cukup menderita dengan krisis keuangan yang membuat salah satu pemain terbaik mereka, Messi, 'direbut' Paris Saint-Germain.
Barcelona juga sebenarnya tidak ingin kehilangan Griezmann serta Emerson. Tetapi kebutuhan menyeimbangkan neraca keuangan membuat Barcelona tidak memiliki banyak pilihan.
Messi dan Griezmann adalah pemain dengan gaji tinggi di Barcelona. Setelah Messi pergi, gaji Griezmann adalah yang tertinggi setelah Frenkie de Jong. Griezmann dikabarkan mendapatkan bayaran 401 ribu euro atau setara dengan Rp6,774 miliar per pekan, sedangkan De Jong 411 ribu euro yang setara dengan Rp6,954 miliar per pekan.
Dengan melepas Griezmann, Barcelona bisa lebih berhemat dalam pengeluaran untuk gaji pemain. Barcelona juga bisa mendapatkan dana segar 40 juta euro apabila Atletico ingin mempermanenkan striker 30 tahun usai masa peminjaman.
Pada musim ini Barcelona mendapatkan pemasukan sebesar 53,8 juta euro dari penjualan dan peminjaman 5 pemain mereka. Bantuan untuk keuangan Barcelona juga datang dari sejumlah pemain senior seperti Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Sergi Roberto yang melakukan pemotongan gaji.
Dana-dana itu bisa disimpan dan membeli pemain top lain setelah keuangan mereka stabil baik satu atau dua musim ke depan.
Dengan demikian, melepas Messi dan Griezmann bisa jadi langkah pedih Barcelona karena kehilangan peluang juara. Akan tetapi itu bisa jadi keputusan terbaik untuk menunggu dan kembali bangkit dalam beberapa musim ke depan.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Berharap Tuah Depay dan Ansu Fati
Blaugrana akan berharap banyak pada performa Ansu Fati. (AP/Joan Monfort)
Barcelona belum sepenuhnya habis pada musim ini. Ronald Koeman hanya dibuat berpikir lebih keras agar membuat Blaugrana tetap perkasa dengan komposisi yang ada.
Barcelona dan Ronald Koeman tidak memliki banyak pilihan selain berharap pada pemain-pemain muda potensial mereka seperti Ansu Fati, Pedri, hingga Yusuf Demir yang dianggap sebagai titisan Lionel Messi.
Meski tidak diunggulkan, Koeman akan membuat skuad Barcelona layaknya memiliki pemain-pemain hebat yang siap bersaing dalam perebutan trofi La Liga.
Sejauh ini performa Blaugrana tidak mengecewakan, dua kali menang dan sekali imbang dari tiga pertandingan. Catatan itu menempatkan Barcelona di peringkat keempat klasemen Liga Spanyol, mengoleksi nilai yang sama dengan enam tim lain termasuk Real Madrid yang duduk di posisi puncak.
Memphis Depay yang kini diandalkan juga tidak begitu mengecewakan dalam tiga pertandingan awal. Pemain 27 tahun itu mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist, catatan sama juga dimiliki Martin Braithwaite.
Memphis Depay tampil memukau sejak awal musim. (REUTERS/VINCENT WEST)
Yang cukup mengejutkan adalah penampilan gelandang Sergi Roberto dengan torehan sama seperti Depay dan Braithwaite, 2 gol dan 1 assist. Pada musim ini Koeman mencoba membuat sedikit perubahan dengan mengembalikan Sergi ke posisi asli sebagai gelandang.
Selain pencapaian-pencapaian tersebut, Barcelona juga bisa berharap kepada tuah Ansu Fati yang kini mewarisi nomor 10 milik Lionel Messi di Barcelona.
Sebelum cedera pada musim lalu, Ansu Fati adalah pemain yang menjanjikan. Winger 18 tahun itu tampil mengesankan pada musim 2019/2020 dengan mencetak 7 gol dalam 24 pertandingan La Liga.
Meski berusia muda, Ansu Fati tidak canggung dan tampil cukup tenang. Ansu Fati tidak saja mengandalkan kecepatan atau olah bola, tetapi juga memiliki penyelesaian akhir yang apik yang sangat dibutuhkan Barcelona pada musim ini.
Saat ini Ansu Fati masih dalam pemulihan cedera dan diperkirakan baru benar-benar pulih setelah 9 September nanti.
Selain Ansu Fati, Koeman juga akan mengandalkan sejumlah pemain muda lain seperti Pedri, Demir, hingga Eric Garcia. Tanpa Messi, kolektivitas Barcelona yang merupakan kombinasi pemain senior dan pemain muda akan terasah.
Barcelona berpotensi tidak lagi bergantung kepada satu pemain, seperti ketika masih diperkuat La Pulga. Kolektivitas itu sudah terlihat pada tiga laga awal, di mana penguasaan bola Barcelona di atas 56 persen.
Satu pemain yang dinanti Barcelona adalah Aguero yang kini tengah cedera betis kanan dan harus absen lebih dari dua bulan sejak awal Agustus.
Aguero memang tidak lagi muda. Pada musim lalu penyerang asal Argentina itu juga minim bermain karena bergelut dengan cedera. Namun pengalaman Aguero tetap bisa diandalkan Barcelona saat pulih nanti.
Pada musim 2019/2020 Aguero masih sanggup mengemas 16 gol dalam 24 pertandingan di Premier League. Dengan pulihnya Aguero nanti, Barcelona tetap bisa jadi ancaman. Apalagi jika performa dan hasil yang mereka raih konsisten seperti tiga laga awal Liga Spanyol.