Arsenal Tenggelam Saat Man Utd Jadi Bahan Pembicaraan
jal | CNN Indonesia
Rabu, 08 Sep 2021 08:14 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kehadiran Cristiano Ronaldo membuat Manchester United optimistis menatap musim ini. (AFP/CARLOS COSTA)
Situasi Arsenal yang semakin sulit kontras dengan Man Utd. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu belakangan ramai jadi bahan perbincangan karena sepak terjang mereka di bursa transfer.
Man Utd memiliki rencana yang lebih jelas dan terarah soal pembelian pemain untuk kebutuhan tim. Manajemen mendatangkan Tom Heaton, Raphael Varane, dan Jadon Sancho yang sesuai dengan permintaan Ole Gunnar Solskjaer.
Bonus besar pun didapatkan Solskjaer ketika Man Utd mendatangkan kembali Cristiano Ronaldo. Meski kebutuhan akan sosok tambahan di sektor penyerang diperdebatkan, kehadiran CR7 tentu tak bisa dimungkiri disambut senyuman oleh Solskjaer.
Man Utd memang tergolong surplus pemain di lini depan. Sebelum kedatangan Ronaldo, Man Utd sudah memiliki Anthony Martial, Edinson Cavani, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford yang tengah menepi karena cedera.
Ronaldo bisa menularkan mental juara yang dibutuhkan oleh Man Utd. Mental juara ini yang agaknya sejak 2013 tidak lagi dimiliki oleh Man Utd sehingga harus puasa gelar Liga Inggris cukup lama.
Kehadiran Ronaldo juga menimbulkan optimisme di kalangan pemain dan tak terkecuali fan. Man Utd bisa jadi kandidat serius untuk bersaing ketat di jalur juara setelah musim lalu kalah jauh dari Man City dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Faktor Ronaldo juga bukan mustahil akan membuat tim-tim pesaing macam Man City, Liverpool, dan Chelsea keder. Hal ini lantaran di skuad Man Utd kini terdapat sosok pemain yang tahu bagaimana cara memotivasi dan mengangkat moral rekan setim dalam situasi krusial.
Kembalinya Ronaldo juga secara khusus mempertegas garis perbedaan antara Man Utd dengan Arsenal. Man Utd terlihat dalam jalur yang benar untuk bisa mengembalikan masa keemasan mereka seperti saat masih diarsiteki Alex Ferguson.
Sebaliknya Arsenal seperti melangkah mundur. Tim yang 13 kali meraih gelar Liga Inggris itu justru semakin jauh dari kata solid untuk bisa berbicara banyak di Liga Inggris musim ini.
Torehan tiga laga awal memang tidak serta-merta menentukan hasil yang diraih Arsenal pada akhir musim ini. Namun, satu yang pasti , tak seperti Man Utd, The Gunners malah menjauh dari orbit untuk kembali hebat seperti yang pernah mereka perlihatkan semasa diarsiteki Wenger.
(ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Arsenal dan Manchester United berada dalam posisi yang bertolak belakang jika berkaca pada kondisi terkini masing-masing klub.
Arsenal dan Man Utd pernah menjalin rivalitas yang begitu sengit. Hal itu terjadi pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, saat Arsenal ditukangi Arsene Wenger dan Man Utd dinakhodai, Sir Alex Ferguson.
Arsenal dan Man Utd bersaing satu sama lain, baik itu soal perburuan gelar Liga Inggris hingga trofi Piala FA. Tensi panas rutin jadi bumbu pertandingan kedua tim.
Maka wajar jika elemen kedua tim sulit akur. Permusuhan juga menjalar pada kapten masing-masing tim, Patrick Vieira (Arsenal) dan Roy Keane (Man Utd) hingga para pemain lain.
Tensi panas itu terus terjadi seiring dominasi Arsenal dan Man Utd sebagai dua tim terbaik di Inggris sampai awal 2000-an. Setelah itu, kekuatan Arsenal perlahan memudar dan Man Utd masih terus konsisten bersaing dalam perburuan gelar hingga tahun 2013.
Peta persaingan kemudian beralih. Manchester City jadi tim yang dominan meraih gelar Liga Inggris sedangkan Man Utd dan Arsenal kesulitan untuk kembali berkuasa.
Situasinya malah semakin sulit buat Arsenal dalam tiga musim terakhir. Meski berhasil meraih gelar Piala FA dan Community Shield, The Gunners hanya berkutat di papan tengah.
Arsenal hanya finis keenam pada musim 2017/2018. Dua musim terakhir, tim London Utara tak bisa masuk menembus zona enam besar dengan finis beruntun di posisi kedelapan.
Kondisi Arsenal semakin buruk di awal musim ini. Perekrutan pemain yang aneh membuat skuad asuhan Mikel Arteta kesulitan meraih hasil positif di tiga pertandingan awal.
Tim London Utara terpuruk di awal musim ini karena selalu kalah di tiga laga awal. Alhasil, posisi juru kunci Liga Inggris jadi gambaran betapa nahasnya nasib rival sekota Tottenham Hotspur tersebut.
Arsenal sebenarnya jadi tim paling boros di bursa transfer kali ini. Dana mencapai 165 juta euro atau setara Rp2,780 triliun digelontorkan manajemen untuk merekrut enam pemain.
Arsenal menggaet Ben White dari Brighton & Hove Albion, Martin Odegaard (Real Madrid), Takehiro Tomiyasu (Bologna), Aaron Ramsdale (Sheffield United), Albert Sambi Lokonga (Anderlecht), dan Nuno Tavares (Benfica).
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Man Utd Terus Jadi Perbincangan
Kehadiran Cristiano Ronaldo membuat Manchester United optimistis menatap musim ini. (AFP/CARLOS COSTA)
Situasi Arsenal yang semakin sulit kontras dengan Man Utd. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu belakangan ramai jadi bahan perbincangan karena sepak terjang mereka di bursa transfer.
Man Utd memiliki rencana yang lebih jelas dan terarah soal pembelian pemain untuk kebutuhan tim. Manajemen mendatangkan Tom Heaton, Raphael Varane, dan Jadon Sancho yang sesuai dengan permintaan Ole Gunnar Solskjaer.
Bonus besar pun didapatkan Solskjaer ketika Man Utd mendatangkan kembali Cristiano Ronaldo. Meski kebutuhan akan sosok tambahan di sektor penyerang diperdebatkan, kehadiran CR7 tentu tak bisa dimungkiri disambut senyuman oleh Solskjaer.
Man Utd memang tergolong surplus pemain di lini depan. Sebelum kedatangan Ronaldo, Man Utd sudah memiliki Anthony Martial, Edinson Cavani, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford yang tengah menepi karena cedera.
Ronaldo bisa menularkan mental juara yang dibutuhkan oleh Man Utd. Mental juara ini yang agaknya sejak 2013 tidak lagi dimiliki oleh Man Utd sehingga harus puasa gelar Liga Inggris cukup lama.
Kehadiran Ronaldo juga menimbulkan optimisme di kalangan pemain dan tak terkecuali fan. Man Utd bisa jadi kandidat serius untuk bersaing ketat di jalur juara setelah musim lalu kalah jauh dari Man City dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Faktor Ronaldo juga bukan mustahil akan membuat tim-tim pesaing macam Man City, Liverpool, dan Chelsea keder. Hal ini lantaran di skuad Man Utd kini terdapat sosok pemain yang tahu bagaimana cara memotivasi dan mengangkat moral rekan setim dalam situasi krusial.
Kembalinya Ronaldo juga secara khusus mempertegas garis perbedaan antara Man Utd dengan Arsenal. Man Utd terlihat dalam jalur yang benar untuk bisa mengembalikan masa keemasan mereka seperti saat masih diarsiteki Alex Ferguson.
Sebaliknya Arsenal seperti melangkah mundur. Tim yang 13 kali meraih gelar Liga Inggris itu justru semakin jauh dari kata solid untuk bisa berbicara banyak di Liga Inggris musim ini.
Torehan tiga laga awal memang tidak serta-merta menentukan hasil yang diraih Arsenal pada akhir musim ini. Namun, satu yang pasti , tak seperti Man Utd, The Gunners malah menjauh dari orbit untuk kembali hebat seperti yang pernah mereka perlihatkan semasa diarsiteki Wenger.