ANALISIS

'Drakor' Usai, Momen PSSI dan STY Benahi Timnas Indonesia

Abdul Susila, CNN Indonesia | Kamis, 09/09/2021 08:35 WIB
Drama Korea yang terjadi antara Shin Tae Yong dan PSSI usai dan saatnya kedua pihak bersatu membenahi Timnas Indonesia. Kontribusi Shin Tae Yong di Timnas Indonesia masih belum tampak. (dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu tahun sembilan bulan bersama Timnas IndonesiaShin Tae Yong (STY), menghadirkan banyak drama. Pengujung tahun keduanya ini kiranya jadi momentum pembenahan.

Bersama pelatih asal Korea Selatan ini posisi Indonesia di mata dunia, peringkat FIFA, bukannya naik. Per Agustus 2021 posisi PSSI malah merosot ke-174 dari peringkat ke-173. Hasil buruk di Pra Piala Dunia 2022 penyebabnya.

Jika mencermati isi media selama satu tahun sembilan bulan itu, STY yang awalnya dikemas positif dengan penuh harapan, berujung kritik tajam. Manuver-manuver STY kepada yang berseberangan ide atau pikiran sedikit banyak membuat gaduh.


Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri dilabrak dan mantan pelatih Timnas U-19 Fakhri Husaini dibuat marah dengan analisisnya. STY juga berseteru dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, dan sudah dua kali ditinggal para asistennya.

'Drama Korea' atau drakor yang dibuat STY, sengaja atau tidak, selayaknya usai. Tahun kedua bersama Timnas Indonesia bukan lagi masa adaptasi. Dengan segala minus Indonesia, STY sekiranya sudah punya solusi untuk keterpurukan timnas.

Kini kompetisi profesional Indonesia, Liga 1 2021/2022, sudah bergulir. Kompetisi kasta kedua pun akan segera berlangsung pada akhir September ini. Dari kompetisi ini STY bisa punya dasar untuk memanggil pemain pada Oktober nanti.

Ya, bulan depan akan berlangsung pertandingan play-off Piala Asia 2023. Pertandingan melawan Taiwan itu kemungkinan digelar di tempat netral pada 9 dan 12 Oktober. Ini merujuk dari jadwal play-off lainnya antara Guam versus Kamboja di Bahrain.

Kompetisi jalan sama artinya badan statistik yang dimiliki PSSI bisa mengumpulkan data lagi. Data statistik pemain di kompetisi bisa jadi pijakan pemanggilan pemain. Sehingga tak ada lagi nama-nama yang dicurigai titipan.

Sebagai contoh, dalam masa persiapan menuju tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, ada dua nama yang jadi sorotan. Mereka itu adalah bek tengah Nurhidayat Haji Haris dan bek sayap kiri Arthur Irawan.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Publik bingung alasan pemanggilan keduanya karena tak tampil impresif dalam ajang Piala Menpora 2021. Nurhidayat sama sekali tak main, sedang Arthur dianggap biasa saja. STY pun menolak berkomentar soal pemanggilan ini.

Disetujuinya tiga nama baru asisten pelatih STY untuk Timnas Indonesia oleh PSSI, yakni Kim Bong Soo, Shin Sang Gyu, dan Dzenan Radoncic, jadi momentum lainnya. Kini Shin dikelilingi delapan asisten.

Untuk asisten pelatih ada tiga, yakni Choi In Cheol, Radoncic, dan Nova Arianto. Pelatih kiper ada dua: Kim Bong Soo dan Sahari Gultom, serta dua pelatih fisik yaitu Shin Sang Gyu dan Alex Aldha Yudi.

Menariknya, semua asisten STY ini punya gen juara. Mereka punya pengalaman, sebagai pemain maupun pelatih, dengan meraih gelar juara kompetisi atau turnamen. Bisa dibilang komposisi tim pelatih Timnas Indonesia sangat komplet.

Radoncic misalnya, walau tak punya jam terbang melatih yang tinggi, merupakan salah satu striker yang disegani di Asia. Ia jadi salah satu aktor sukses Seongnam Ilhwa Chunma saat meraih gelar juara Liga Champions Asia 2010.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Ujian Sesungguhnya untuk Shin Tae Yong

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK