Kanker, Verawaty Fajrin Tunggu Bantuan Negara untuk Perawatan

ptr, CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 10:33 WIB
Legenda badminton Indonesia Verawaty Fajrin sedang dirawat di rumah sakit dan menunggu bantuan negara untuk perawatan kanker yang dideritanya. Ilustrasi badminton. (Istockphoto/undefined undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda badminton Indonesia, Verawaty Fajrin kembali masuk rumah sakit akibat kanker yang dideritanya. Kini ia menunggu uluran tangan negara untuk membantunya.

Kondisi terkini Verawaty dikabarkan sahabatnya, Rosiana Tendean. Saat ini mantan pebulutangkis era 1980-an itu dikabarkan masih berada di kamar transit di RS. Dharmais.

"Dia terakhir dibawa ke RS Dharmais pakai ambulance Kamis (16/9) dan sampai hari ini ia masih menunggu di kamar transit sebelum masuk ke HCU [High Care Unit]. Yang dia butuhkan saat ini dirawat di HCU," kata Rosi kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/9).


Verawaty divonis kanker paru-paru pada Maret 2020. Ia juga disebut pernah menjalani kemoterapi di RS Persahabatan selama lima kali namun tidak membuahkan perubahan.

Jelang kemoterapi keenam, Verawaty disebut Rosi menolak untuk melakukannya karena ia merasa tidak ada perbaikan yang dirasakan. Selain itu juara ganda putri All England 1979 bersama Imelda Wiguna itu juga menderita hepatitis yang membuat kondisinya menurun sehingga tidak bisa melakukan kemoterapi lanjutan.

"Pernah dibiopsi sekali, tapi ya sudah begitu saja. Selama ini dia berobat menggunakan BPJS karena dia terdaftar sebagai pemegang BPJS kelas II. Belum ada tindakan apapun dari pemerintah terhadap Vera yang mantan atlet," terangnya.

Terbaru, lanjut Rosi, sekitar pukul 07.45 WIB pagi tadi Direktur Utama dan Direktur Keuangan RS. Dharmais sudah mengunjungi Verawaty dan mengatakan akan memperhatikan kondisi pebulutangkis yang pernah mengharumkan Indonesia di berbagai event dunia tersebut.

"Jadi sampai sekarang masih menunggu tindakan. Vera itu kan mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa. Jangan pada saat sisa-sisa kejayaannya seperti sekarang negara tidak ada. Dia seperti diterlantarkan dengan menunggu karena yang dibutuhkan ruang HCU."

Banner Video Highlights MotoGP 2021

"Kayaknya akhir hidupnya dibegitukan saja sama negara. Umur di tangan Tuhan, tapi kan sebagai mantan atlet, pemerintah bisa melakukan hal yang sepadan dengan prestasi yang telah dia kasih buat negara," ungkap Rosi.

Sepanjang kariernya di bulutangkis, Verawaty Fajrin telah mengukir banyak prestasi buat negara. Sebut saja medali emas Asian Games 1978, medali emas SEA Games 1981 dan 1987, perunggu Asian Games 1990 serta gelar juara di berbagai ajang internasional lainnya.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK