Viktor Axelsen dan Denmark bakal jadi lawan berat Indonesia di fase grup. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia akan berjuang mengembalikan Piala Sudirman ke pangkuan. Berikut kondisi kekuatan lawan yang bakal dihadapi oleh Indonesia.
Indonesia datang ke Sudirman Cup 2021 dengan status sebagai unggulan 3/4. Indonesia difavoritkan jadi juara grup C tempat Anthony Ginting dan kawan-kawan bernaung.
Sebelum berbicara lebih jauh tentang peluang menjadi juara, Indonesia terlebih dulu harus melewati fase grup. Indonesia tergabung bersama Rusia, Kanada, dan Denmark.
Dari jadwal yang dirilis, Indonesia akan menghadapi Rusia (26/9), Kanada (27/9), dan Denmark (29/9).
Rusia yang bakal jadi lawan perdana Indonesia akan mengandalkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Mereka adalah ganda putra senior yang sudah kaya pengalaman.
Di nomor tunggal putri mereka memiliki Evgeniya Kosetskaya yang duduk di posisi ke-22 dunia. Sedangkan nomor ganda putri akan mengandalkan Ekaterina Malkova/Alina Davletova dan Rodinov Alimov/Alina Davletova.
Dalam duel lawan Rusia, kemungkinan ada pemain Rusia yang rangkap sehingga susunan pertandingan bakal berubah.
Pada duel kedua lawan Kanada, mereka tidak akan diperkuat pebulutangkis terbaik yang mereka miliki, Michelle Li. Skuad minimalis Kanada juga memastikan mereka bakal mengandalkan strategi rangkap dan berdampak pada perubahan susunan pertandingan.
Lawan terberat Indonesia di fase grup tak pelak adalah Denmark. Indonesia wajib menjadi juara grup demi drawing yang lebih mudah di babak perempat final.
Denmark, meski tak masuk daftar unggulan, punya level kekuatan yang imbang dengan Indonesia.
Viktor Axelsen yang tampil sempurna di Olimpiade akan jadi tumpuan Denmark meraih poin. Denmark juga punya Kim Astrup/Anders Skaarup di ganda putra dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje yang cukup merepotkan.
Laga perdana di nomor ganda putra bakal krusial bagi penentuan peluang menang Indonesia atas Denmark di duel nanti.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Secara keseluruhan, menilik materi tiap negara-negara favorit juara, banyak kejutan tentang daftar skuad di Sudirman Cup.
Kejutan besar ada di Taiwan. Sebagai negara yang masuk daftar unggulan empat besar, Taiwan tidak membawa Tai Tzu Ying dan Lee Yang/Wang Chi Lin. Padahal dua pemain ini bisa membuat Taiwan berbicara banyak meski nomor ganda putri dan ganda campuran mereka tak punya pemain di 20 besar.
Ketiadaan Tai Tzu Ying dan Lee/Wang bakal jadi berkah bagi negara-negara lainnya.
Jepang yang jadi unggulan pertama juga tak memiliki duet Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo yang selama ini jadi ancaman negara-negara lain. Yuta kemungkinan akan fokus di ganda campuran.
Meski tanpa Yuta/Endo, Jepang masih berbahaya karena mereka memiliki sederet pemain papan atas macam Kento Momota, Nozomi Okuhara, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dan Yuta/Arisa.
Jepang tetap memiliki kemampuan merebut poin dari lima nomor yang dipertandingkan.
Hal yang tak jauh berbeda juga ada di tubuh China. Meski mereka tak menyertakan Chen Long, Li Jinhui/Liu Yuchen, dan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, China tetap punya potensi jadi juara.
China masih bisa berharap pada Chen Yufei di tunggal putri dan Wang Yilyu/Huang Dongping yang tampil gemilang di Olimpiade. Chen Qingchen/Jia Yifan juga bisa jadi andalan meraih poin di nomor ganda putri.
Nomor tunggal putra tak sepenuhnya lemah karena diisi oleh Shi Yuqi sedangkan ganda putra bakal diperkuat oleh pemain macam He Jiting, Tan Qiang, Liu Cheng, dan Zhou Haodong.
Tim lain yang patut diwaspadai adalah Korea Selatan. Walaupun tak masuk daftar unggulan, Korea Selatan juga punya materi tim yang kompetitif. Mereka kuat di nomor tunggal putri serta bisa bersaing di nomor ganda.
Korea Selatan juga piawai dalam hal rangkap pemain dibandingkan negara-negara unggulan lain. Hal ini yang bisa memudahkan untuk menentukan formasi dan susunan pertandingan yang dianggap bakal lebih menguntungkan mereka.
Indonesia akan berjuang mengembalikan Piala Sudirman ke pangkuan. Berikut kondisi kekuatan lawan yang bakal dihadapi oleh Indonesia.
Indonesia datang ke Sudirman Cup 2021 dengan status sebagai unggulan 3/4. Indonesia difavoritkan jadi juara grup C tempat Anthony Ginting dan kawan-kawan bernaung.
Sebelum berbicara lebih jauh tentang peluang menjadi juara, Indonesia terlebih dulu harus melewati fase grup. Indonesia tergabung bersama Rusia, Kanada, dan Denmark.
Dari jadwal yang dirilis, Indonesia akan menghadapi Rusia (26/9), Kanada (27/9), dan Denmark (29/9).
Rusia yang bakal jadi lawan perdana Indonesia akan mengandalkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Mereka adalah ganda putra senior yang sudah kaya pengalaman.
Di nomor tunggal putri mereka memiliki Evgeniya Kosetskaya yang duduk di posisi ke-22 dunia. Sedangkan nomor ganda putri akan mengandalkan Ekaterina Malkova/Alina Davletova dan Rodinov Alimov/Alina Davletova.
Dalam duel lawan Rusia, kemungkinan ada pemain Rusia yang rangkap sehingga susunan pertandingan bakal berubah.
Pada duel kedua lawan Kanada, mereka tidak akan diperkuat pebulutangkis terbaik yang mereka miliki, Michelle Li. Skuad minimalis Kanada juga memastikan mereka bakal mengandalkan strategi rangkap dan berdampak pada perubahan susunan pertandingan.
Lawan terberat Indonesia di fase grup tak pelak adalah Denmark. Indonesia wajib menjadi juara grup demi drawing yang lebih mudah di babak perempat final.
Denmark, meski tak masuk daftar unggulan, punya level kekuatan yang imbang dengan Indonesia.
Viktor Axelsen yang tampil sempurna di Olimpiade akan jadi tumpuan Denmark meraih poin. Denmark juga punya Kim Astrup/Anders Skaarup di ganda putra dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje yang cukup merepotkan.
Laga perdana di nomor ganda putra bakal krusial bagi penentuan peluang menang Indonesia atas Denmark di duel nanti.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Jepang dan China Tetap Berbahaya
Jepang tetap memiliki kekuatan yang merata di lima nomor yang dipertandingkan (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Secara keseluruhan, menilik materi tiap negara-negara favorit juara, banyak kejutan tentang daftar skuad di Sudirman Cup.
Kejutan besar ada di Taiwan. Sebagai negara yang masuk daftar unggulan empat besar, Taiwan tidak membawa Tai Tzu Ying dan Lee Yang/Wang Chi Lin. Padahal dua pemain ini bisa membuat Taiwan berbicara banyak meski nomor ganda putri dan ganda campuran mereka tak punya pemain di 20 besar.
Ketiadaan Tai Tzu Ying dan Lee/Wang bakal jadi berkah bagi negara-negara lainnya.
Jepang yang jadi unggulan pertama juga tak memiliki duet Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo yang selama ini jadi ancaman negara-negara lain. Yuta kemungkinan akan fokus di ganda campuran.
Meski tanpa Yuta/Endo, Jepang masih berbahaya karena mereka memiliki sederet pemain papan atas macam Kento Momota, Nozomi Okuhara, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dan Yuta/Arisa.
Jepang tetap memiliki kemampuan merebut poin dari lima nomor yang dipertandingkan.
Hal yang tak jauh berbeda juga ada di tubuh China. Meski mereka tak menyertakan Chen Long, Li Jinhui/Liu Yuchen, dan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, China tetap punya potensi jadi juara.
China masih bisa berharap pada Chen Yufei di tunggal putri dan Wang Yilyu/Huang Dongping yang tampil gemilang di Olimpiade. Chen Qingchen/Jia Yifan juga bisa jadi andalan meraih poin di nomor ganda putri.
Nomor tunggal putra tak sepenuhnya lemah karena diisi oleh Shi Yuqi sedangkan ganda putra bakal diperkuat oleh pemain macam He Jiting, Tan Qiang, Liu Cheng, dan Zhou Haodong.
Tim lain yang patut diwaspadai adalah Korea Selatan. Walaupun tak masuk daftar unggulan, Korea Selatan juga punya materi tim yang kompetitif. Mereka kuat di nomor tunggal putri serta bisa bersaing di nomor ganda.
Korea Selatan juga piawai dalam hal rangkap pemain dibandingkan negara-negara unggulan lain. Hal ini yang bisa memudahkan untuk menentukan formasi dan susunan pertandingan yang dianggap bakal lebih menguntungkan mereka.