Barcelona terpuruk tanpa Lionel Messi. (AFP/CRISTINA QUICLER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ditinggal Lionel Messi ke PSG, Barcelona terlihat tanpa daya di Liga Spanyol. Setidaknya ada lima tanda mengapa Blaugrana akan terpuruk musim ini.
Barcelona mengalami masa-masa jaya bersama Messi. Namun ada kalanya pula kesulitan. Hengkang atau pensiunnya pemain-pemain kunci, seperti Carles Puyol, Andres Iniesta, hingga Xavi Hernandez sempat membuat Barcelona goyah.
Namun kehilangan-kehilangan sebelumnya selalu bisa teratasi. Selain dengan pergantian pelatih, Messi tampil menjadi 'dewa' penyelamat tim. Saat tim sedang terpuruk, Messi menjelma jadi pemain yang menginspirasi.
Kini Messi sudah hengkang dan kerumitan masalah internal Barcelona seperti tak terbendung. Berikut ini adalah lima tanda tersirat bahwa Barcelona akan terpuruk di Liga Spanyol maupun Liga Champions musim ini:
1. Keluar dari Zona Eropa
Saat ini Sergio Busquets dan kawan-kawan bertengger di peringkat tujuh sementara Liga Spanyol setelah ditahan imbang Cadiz, Jumat (24/9) dini hari WIB. Barcelona mengumpulkan sembilan poin dari lima pertandingan. Klub asal Catalunya ini meraih dua kemenangan dan tiga kali imbang.
Dengan berada di peringkat ketujuh, Barcelona berada di luar zona Eropa. Berdasarkan koefisiensi UEFA, Liga Spanyol punya enam jatah ke kompetisi Eropa. Empat tim langsung ke Liga Champions dan dua lainnya ke Liga Europa dan Conference League.
Ini menjadi salah satu musim terburuk Barcelona dalam dua dekade terakhir. Biasanya, Barcelona selalu bertengger di zona Eropa atau enam besar pada awal musim. Karenanya situasi ini membuat fan klub resah dan gelisah.
2. Baru Mencetak 8 Gol
Lini depan Barcelona pun masuk angin. Dari lima pertandingan baru mengoleksi delapan gol. Padahal saat ada Messi jumlah gol tim peringkat ketiga Liga Spanyol musim lalu ini selalu mencetak dua digit gol dari lima laga.
Bahkan sepanjang 17 musim membela Barcelona di kasta tertinggi, Messi memimpin daftar pencetak gol klub pada awal musim, kecuali pada musim 2004/2005 dan 2005/2006. Itu adalah musim awal Messi muda dan belum banyak dapat jam terbang.
Saat ini pemain tersubur Barcelona adalah Memphis Depay, Martin Braithwaite, dan Sergi Roberto. Ketiganya sama-sama mengoleksi dua gol. Belum ada sosok yang bisa menjadi mesin gol, walau Depay sempat dijadikan tumpuan harapan.
Sebagai pembanding, top skor Liga Spanyol saat ini adalah penyerang Real Madrid Karim Benzema yang sudah mengoleksi 8 gol. Artinya Benzema setajam satu tim Barcelona.
Baca lanjutan artikel ini di halaman kedua >>>
3. Tampil Buruk Lawan Tim Guram
Barcelona pun makin turun harkatnya. Jika sebelumnya tim papan atas memikirkan cara menang dan tim papan bawah mencari formula tak banyak kebobolan, kini tim-tim guram tersebut sudah tak lagi takut menjadi bulan-bulanan.
Terbaru Barcelona ditahan Cadiz dengan skor kacamata. Menghadapi tim penghuni peringkat ke-14 La Liga 2021/2022 ini Barca kehilangan ketajaman. Walau mendominasi penguasaan bola, tak ada gol yang bisa diciptakan.
Tim yang identik dengan merah dan biru dalam motif garis ini juga tak bisa meraih kemenangan saat jumpa Getafe dan Granada. Padahal saat ini keduanya sudah masuk zona degradasi.
4. Tertinggal 7 Poin dari Madrid
Hasil pertandingan pada awal musim memang bukan kiamat kompetisi. Dalam artian hasil-hasil di awal musim bukan isyarat gelar juara tak akan diraih. Namun, perjuangan semakin berat jika awal musim sudah tertinggal banyak poin.
Kini Barcelona tertinggal tujuh poin dari Real Madrid. Barca bisa saja mengurangi jarak poin tersebut, karena masih punya satu pertandingan tunda. Meski demikian tetap saja Barcelona tertinggal dua kemenangan dari Madrid.
Jika stabilitas permainan tak kunjung dihadirkan Ronald Koeman selaku pelatih, bukan tak mungkin Barcelona makin tenggelam. Pada saat yang sama Madrid tampil makin tajam bersama Karim Benzema dan seperti tak terbendung.
Situasi Koeman sebagai pelatih Barcelona pun sedang rawan. Pemain mulai tak yakin dengan racikan strategi pelatih asal Belanda ini. Sebuah video beredar, Riqui Puig menatap Koeman dengan bingung saat pelatih tersebut gusar.
Koeman pun mulai bertingkah aneh. Misalnya, ia menghadiri jumpa pers klub dengan membaca secarik kertas dan membacanya. Selesai membaca narasi yang telah disiapkan ia meninggalkan ruang jumpa pers tanpa ada sesi tanya jawab.
Situasi Barcelona saat ini benar-benar membuat Koeman pusing. Kendati klub sedang kesulitan keuangan, pemain-pemain Barcelona bukan kelas kedua apalagi ketiga. Hal ini membuat posisi Koeman rawan dipecat manajemen klub.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ditinggal Lionel Messi ke PSG, Barcelona terlihat tanpa daya di Liga Spanyol. Setidaknya ada lima tanda mengapa Blaugrana akan terpuruk musim ini.
Barcelona mengalami masa-masa jaya bersama Messi. Namun ada kalanya pula kesulitan. Hengkang atau pensiunnya pemain-pemain kunci, seperti Carles Puyol, Andres Iniesta, hingga Xavi Hernandez sempat membuat Barcelona goyah.
Namun kehilangan-kehilangan sebelumnya selalu bisa teratasi. Selain dengan pergantian pelatih, Messi tampil menjadi 'dewa' penyelamat tim. Saat tim sedang terpuruk, Messi menjelma jadi pemain yang menginspirasi.
Kini Messi sudah hengkang dan kerumitan masalah internal Barcelona seperti tak terbendung. Berikut ini adalah lima tanda tersirat bahwa Barcelona akan terpuruk di Liga Spanyol maupun Liga Champions musim ini:
1. Keluar dari Zona Eropa
Saat ini Sergio Busquets dan kawan-kawan bertengger di peringkat tujuh sementara Liga Spanyol setelah ditahan imbang Cadiz, Jumat (24/9) dini hari WIB. Barcelona mengumpulkan sembilan poin dari lima pertandingan. Klub asal Catalunya ini meraih dua kemenangan dan tiga kali imbang.
Dengan berada di peringkat ketujuh, Barcelona berada di luar zona Eropa. Berdasarkan koefisiensi UEFA, Liga Spanyol punya enam jatah ke kompetisi Eropa. Empat tim langsung ke Liga Champions dan dua lainnya ke Liga Europa dan Conference League.
Ini menjadi salah satu musim terburuk Barcelona dalam dua dekade terakhir. Biasanya, Barcelona selalu bertengger di zona Eropa atau enam besar pada awal musim. Karenanya situasi ini membuat fan klub resah dan gelisah.
2. Baru Mencetak 8 Gol
Lini depan Barcelona pun masuk angin. Dari lima pertandingan baru mengoleksi delapan gol. Padahal saat ada Messi jumlah gol tim peringkat ketiga Liga Spanyol musim lalu ini selalu mencetak dua digit gol dari lima laga.
Bahkan sepanjang 17 musim membela Barcelona di kasta tertinggi, Messi memimpin daftar pencetak gol klub pada awal musim, kecuali pada musim 2004/2005 dan 2005/2006. Itu adalah musim awal Messi muda dan belum banyak dapat jam terbang.
Saat ini pemain tersubur Barcelona adalah Memphis Depay, Martin Braithwaite, dan Sergi Roberto. Ketiganya sama-sama mengoleksi dua gol. Belum ada sosok yang bisa menjadi mesin gol, walau Depay sempat dijadikan tumpuan harapan.
Sebagai pembanding, top skor Liga Spanyol saat ini adalah penyerang Real Madrid Karim Benzema yang sudah mengoleksi 8 gol. Artinya Benzema setajam satu tim Barcelona.
Baca lanjutan artikel ini di halaman kedua >>>
Barcelona Tertinggal dari Real Madrid
Ronald Koeman sedang dalam tekanan di Barcelona. (AP/Miguel Morenatti)
3. Tampil Buruk Lawan Tim Guram
Barcelona pun makin turun harkatnya. Jika sebelumnya tim papan atas memikirkan cara menang dan tim papan bawah mencari formula tak banyak kebobolan, kini tim-tim guram tersebut sudah tak lagi takut menjadi bulan-bulanan.
Terbaru Barcelona ditahan Cadiz dengan skor kacamata. Menghadapi tim penghuni peringkat ke-14 La Liga 2021/2022 ini Barca kehilangan ketajaman. Walau mendominasi penguasaan bola, tak ada gol yang bisa diciptakan.
Tim yang identik dengan merah dan biru dalam motif garis ini juga tak bisa meraih kemenangan saat jumpa Getafe dan Granada. Padahal saat ini keduanya sudah masuk zona degradasi.
4. Tertinggal 7 Poin dari Madrid
Hasil pertandingan pada awal musim memang bukan kiamat kompetisi. Dalam artian hasil-hasil di awal musim bukan isyarat gelar juara tak akan diraih. Namun, perjuangan semakin berat jika awal musim sudah tertinggal banyak poin.
Kini Barcelona tertinggal tujuh poin dari Real Madrid. Barca bisa saja mengurangi jarak poin tersebut, karena masih punya satu pertandingan tunda. Meski demikian tetap saja Barcelona tertinggal dua kemenangan dari Madrid.
Jika stabilitas permainan tak kunjung dihadirkan Ronald Koeman selaku pelatih, bukan tak mungkin Barcelona makin tenggelam. Pada saat yang sama Madrid tampil makin tajam bersama Karim Benzema dan seperti tak terbendung.
Situasi Koeman sebagai pelatih Barcelona pun sedang rawan. Pemain mulai tak yakin dengan racikan strategi pelatih asal Belanda ini. Sebuah video beredar, Riqui Puig menatap Koeman dengan bingung saat pelatih tersebut gusar.
Koeman pun mulai bertingkah aneh. Misalnya, ia menghadiri jumpa pers klub dengan membaca secarik kertas dan membacanya. Selesai membaca narasi yang telah disiapkan ia meninggalkan ruang jumpa pers tanpa ada sesi tanya jawab.
Situasi Barcelona saat ini benar-benar membuat Koeman pusing. Kendati klub sedang kesulitan keuangan, pemain-pemain Barcelona bukan kelas kedua apalagi ketiga. Hal ini membuat posisi Koeman rawan dipecat manajemen klub.