Jonatan Christie jadi salah satu andalan Indonesia di Thomas Cup. (AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia adalah unggulan pertama di Thomas Cup 2020. Namun sepekan jelang Thomas Cup bergulir, kondisi sang unggulan justru tengah sempoyongan.
Dari tiga piala beregu yang diperebutkan dalam kurun waktu tiga pekan, di atas kertas, peluang juara Piala Sudirman sejatinya di bawah Piala Thomas. Namun penampilan pemain-pemain putra di Piala Sudirman tak pelak jadi cermin kesiapan Indonesia menuju Piala Thomas.
Dengan kondisi hanya jeda satu pekan, Tim Indonesia harus berbenah memperbaiki segala kekurangan yang ada. Dari segi mental, Indonesia sedang mengalami pukulan telak berkat kegagalan di Piala Sudirman.
Dalam laga Piala Sudirman, pemain-pemain andalan yang diharapkan jadi tumpuan di Piala Thomas seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon justru tampil jauh di bawah level terbaik mereka.
Hal tersebut yang kemudian berubah bentuk jadi kekhawatiran yang mengiringi perjalanan Indonesia menuju Piala Thomas, 9-17 Oktober.
Dari segi kekuatan, Indonesia punya dua pemain tunggal di 10 besar yaitu Ginting dan Jonatan. Sedangkan di nomor ganda, Indonesia memiliki dua pemain terbaik dunia lewat Kevin/Marcus dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta ganda anggota 10 besar lainnya yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Latar belakang peringkat BWF yang mentereng ini yang pada akhirnya menempatkan Indonesia sebagai unggulan pertama.
Segala optimisme yang sempat terpancar dari publik sejak tahun lalu, saat jadwal asli Piala Thomas belum berubah, kini perlahan justru jadi pandangan yang lebih realistis.
Bila performa pemain-pemain andalan Indonesia masih seperti yang ditunjukkan di Piala Sudirman, melangkah jauh di Piala Thomas hanyalah sebatas angan.
Namun terlepas dari hasil buruk di Piala Sudirman, Tim Indonesia masih punya kesempatan untuk mengakhiri perjalanan di Piala Thomas dengan indah. Status unggulan pertama yang berujung dengan podium tertinggi.
Piala Thomas belum dimulai dan Tim Indonesia punya waktu sepekan untuk memperbaiki diri.
Tim Indonesia tak perlu berpikir jauh dan membebani diri dengan hal-hal berat seperti target juara. Cukup melihat segala hal secara bertahap, termasuk fakta bahwa di babak penyisihan Indonesia sudah bertemu lawan berat.
Setelah membuka laga lawan Aljazair, Indonesia bakal bertemu Thailand dan Taiwan. Dua laga ini jadi ujian yang pas untuk membuktikan kualitas Indonesia sebagai unggulan pertama di Piala Thomas 2020 sekaligus pembuktian sebelum Indonesia bisa berbicara banyak di fase berikutnya.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Sementara itu di Piala Uber, Indonesia tidak masuk dalam daftar unggulan. Namun berkaca pada penampilan pemain-pemain putri di Piala Sudirman, Indonesia bisa berharap membuat kejutan di Piala Uber.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa membuktikan mereka punya kepercayaan diri yang bagus meski kondisi fisik belum pulih 100 persen usai Olimpiade. Greysia/Apriyani selalu menyumbang poin tiap dipercaya turun oleh tim pelatih.
Gregoria Mariska juga bisa merebut poin dalam dua laga yang diturukan, pun begitu halnya saat Ribka Sugiarto/Siti Fadia satu kali diturunkan di babak penyisihan.
Nama lain macam Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi juga sudah punya pengalaman mengecap kejuaraan beregu di Piala Sudirman pekan lalu.
Di luar nama-nama tersebut, Tim Putri Indonesia bakal berisi pemain-pemain muda lainnya yang bakal diplot jadi andalan di masa depan.
Greysia/Apriyani akan jadi tulang punggung Indonesia di Uber Cup. (REUTERS/HAMAD I MOHAMMED)
Greysia/Apriyani tentu bakal jadi ujung tombak utama dari Tim Indonesia di Piala Uber kali ini. Keberhasilan Greysia/Apriyani jadi ganda putri Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade diharapkan bisa jadi pemantik semangat bagi pemain-pemain lainnya.
Greysia/Apriyani sendiri sudah membuktikan performa apik mereka di Piala Sudirman. Dengan waktu istirahat selama sepekan, kondisi fisik Greysia/Apriyani diharapkan sudah kembali siap tempur untuk laga Piala Uber mendatang.
Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Jerman, dan Prancis. Jepang akan jadi lawan paling tangguh bagi Indonesia lantaran mereka merupakan juara bertahan sekaligus unggulan pertama.
Selain berusaha mengejutkan Jepang, Indonesia juga masih punya kualitas untuk bersaing menghadapi Jerman dan Prancis.
Lolos ke perempat final adalah target yang realistis untuk Indonesia sedangkan lolos ke semifinal sudah jadi prestasi besar.
Indonesia adalah unggulan pertama di Thomas Cup 2020. Namun sepekan jelang Thomas Cup bergulir, kondisi sang unggulan justru tengah sempoyongan.
Dari tiga piala beregu yang diperebutkan dalam kurun waktu tiga pekan, di atas kertas, peluang juara Piala Sudirman sejatinya di bawah Piala Thomas. Namun penampilan pemain-pemain putra di Piala Sudirman tak pelak jadi cermin kesiapan Indonesia menuju Piala Thomas.
Dengan kondisi hanya jeda satu pekan, Tim Indonesia harus berbenah memperbaiki segala kekurangan yang ada. Dari segi mental, Indonesia sedang mengalami pukulan telak berkat kegagalan di Piala Sudirman.
Dalam laga Piala Sudirman, pemain-pemain andalan yang diharapkan jadi tumpuan di Piala Thomas seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon justru tampil jauh di bawah level terbaik mereka.
Hal tersebut yang kemudian berubah bentuk jadi kekhawatiran yang mengiringi perjalanan Indonesia menuju Piala Thomas, 9-17 Oktober.
Dari segi kekuatan, Indonesia punya dua pemain tunggal di 10 besar yaitu Ginting dan Jonatan. Sedangkan di nomor ganda, Indonesia memiliki dua pemain terbaik dunia lewat Kevin/Marcus dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta ganda anggota 10 besar lainnya yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Latar belakang peringkat BWF yang mentereng ini yang pada akhirnya menempatkan Indonesia sebagai unggulan pertama.
Segala optimisme yang sempat terpancar dari publik sejak tahun lalu, saat jadwal asli Piala Thomas belum berubah, kini perlahan justru jadi pandangan yang lebih realistis.
Bila performa pemain-pemain andalan Indonesia masih seperti yang ditunjukkan di Piala Sudirman, melangkah jauh di Piala Thomas hanyalah sebatas angan.
Namun terlepas dari hasil buruk di Piala Sudirman, Tim Indonesia masih punya kesempatan untuk mengakhiri perjalanan di Piala Thomas dengan indah. Status unggulan pertama yang berujung dengan podium tertinggi.
Piala Thomas belum dimulai dan Tim Indonesia punya waktu sepekan untuk memperbaiki diri.
Tim Indonesia tak perlu berpikir jauh dan membebani diri dengan hal-hal berat seperti target juara. Cukup melihat segala hal secara bertahap, termasuk fakta bahwa di babak penyisihan Indonesia sudah bertemu lawan berat.
Setelah membuka laga lawan Aljazair, Indonesia bakal bertemu Thailand dan Taiwan. Dua laga ini jadi ujian yang pas untuk membuktikan kualitas Indonesia sebagai unggulan pertama di Piala Thomas 2020 sekaligus pembuktian sebelum Indonesia bisa berbicara banyak di fase berikutnya.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Berharap Kejutan Piala Uber
Putri Kusuma Wardani, salah satu nama pemain muda yang mengisi skuad Indonesia. (dok. PBSI)
Sementara itu di Piala Uber, Indonesia tidak masuk dalam daftar unggulan. Namun berkaca pada penampilan pemain-pemain putri di Piala Sudirman, Indonesia bisa berharap membuat kejutan di Piala Uber.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa membuktikan mereka punya kepercayaan diri yang bagus meski kondisi fisik belum pulih 100 persen usai Olimpiade. Greysia/Apriyani selalu menyumbang poin tiap dipercaya turun oleh tim pelatih.
Gregoria Mariska juga bisa merebut poin dalam dua laga yang diturukan, pun begitu halnya saat Ribka Sugiarto/Siti Fadia satu kali diturunkan di babak penyisihan.
Nama lain macam Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi juga sudah punya pengalaman mengecap kejuaraan beregu di Piala Sudirman pekan lalu.
Di luar nama-nama tersebut, Tim Putri Indonesia bakal berisi pemain-pemain muda lainnya yang bakal diplot jadi andalan di masa depan.
Greysia/Apriyani akan jadi tulang punggung Indonesia di Uber Cup. (REUTERS/HAMAD I MOHAMMED)
Greysia/Apriyani tentu bakal jadi ujung tombak utama dari Tim Indonesia di Piala Uber kali ini. Keberhasilan Greysia/Apriyani jadi ganda putri Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade diharapkan bisa jadi pemantik semangat bagi pemain-pemain lainnya.
Greysia/Apriyani sendiri sudah membuktikan performa apik mereka di Piala Sudirman. Dengan waktu istirahat selama sepekan, kondisi fisik Greysia/Apriyani diharapkan sudah kembali siap tempur untuk laga Piala Uber mendatang.
Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Jerman, dan Prancis. Jepang akan jadi lawan paling tangguh bagi Indonesia lantaran mereka merupakan juara bertahan sekaligus unggulan pertama.
Selain berusaha mengejutkan Jepang, Indonesia juga masih punya kualitas untuk bersaing menghadapi Jerman dan Prancis.
Lolos ke perempat final adalah target yang realistis untuk Indonesia sedangkan lolos ke semifinal sudah jadi prestasi besar.