Timnas Indonesia akan menghadapi Taiwan pada pertandingan leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Buriram, Thailand, pada Kamis (7/10) malam WIB.
Timnas Indonesia hadir di Thailand dengan kekuatan 29 pemain. Tim Garuda menargetkan menang dalam dua pertemuan melawan Taiwan, dengan leg kedua akan digelar di tempat yang sama pada 11 Oktober mendatang.
Melihat statistik, Indonesia punya catatan bagus menghadapi Taiwan. Pasalnya, dari 12 kali pertemuan sejak 1954 Indonesia telah mengalahkan Taiwan sebanyak delapan kali. Sementara, Indonesia baru kalah empat kali dari Taiwan.
Kemenangan terbesar Indonesia atas Taiwan terjadi di Merdeka Tournament 1968. Saat itu, Tim Garuda menang atas Taiwan dengan skor telak 10-1.
Bahkan, pada pertemuan terakhir Indonesia juga menang atas Taiwan. Dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, 24 November 2010 itu, Indonesia menang dengan skor 2-0 atas Taiwan.
Artinya, Indonesia memiliki tren yang bagus melawan Taiwan dan memiliki peluang untuk menang dalam pertandingan nanti. Berikut 3 senjata Timnas Indonesia kalahkan Taiwan:
1. Serangan Balik
Serangan balik bisa menjadi senjata Timnas Indonesia untuk mengalahkan Taiwan pada pertandingan playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Kuncinya, para pemain Timnas Indonesia harus bermain fokus sepanjang pertandingan. Terlebih, para pemain di lini belakang yang harus tampil dengan konsentrasi penuh.
Pasalnya, jika mampu bertahan dengan baik, Timnas Indonesia bisa mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui serangan balik.
Timnas Indonesia juga memiliki dua bek sayap yang memiliki kelebihan dalam melakukan penetrasi untuk mengawali serangan balik.
Selain itu, Timnas Indonesia juga memiliki pemain depan yang cepat, mulai Kushedya Hari Yudo, Witan Sulaiman, hingga Egy Maulana Vikri yang siap untuk menyambut umpan-umpan direct pass yang dikirimkan pemain-pemain belakang Tim Garuda dalam situasi serangan balik.
Bersambung ke halaman berikutnya...
2. Kecepatan
Timnas Indonesia memiliki sejumlah pemain cepat yang bisa mengancam pertahanan Taiwan dalam pertandingan leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Hal ini bisa menjadi modal tim asuhan Shin Tae Yong untuk mengalahkan Taiwan.
Dari 29 pemain yang diboyong Shin Tae Yong ke Thailand, sebagian besar pemain memiliki kelebihan dalam kecepatan.
Khususnya di lini serang Indonesia memiliki pemain-pemain cepat seperti Yabes Roni, Witan Sulaeman, Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Egy Maulana Vikri.
Kuncinya pemain-pemain cepat ini harus pintar dalam menempatkan posisi, rajin meminta bola, dan percaya diri untuk melakukan penetrasi dalam menembus pertahanan lawan.
Indonesia juga memiliki kelebihan yang tidak banyak dimiliki tim lain yaitu lemparan ke dalam jarak jauh. Bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan yang menjadi aktornya.
Arhan dikenal sebagai pemain Timnas Indonesia yang punya skill unik yang tak dimiliki pemain lain. Arhan bisa melakukan lemparan ke dalam untuk jarak yang jauh dan membahayakan pertahanan lawan.
Tak jarang lemparan ke dalam Arhan mampu menjadi assist yang berbuah gol untuk Timnas Indonesia.
Salah satunya, lemparan ke dalam Arhan mampu menjadi assist untuk gol sundulan yang dibuat Saddam Gaffar pada laga uji coba Timnas Indonesia U-19 melawan Qatar di Stadion Velika Gorica, Zagreb, Kroasia, pada 20 September 2020 silam.
Lemparan ke dalam Arhan ini pun bisa menjadi salah satu senjata Indonesia untuk membobol gawang Taiwan.
Timnas Indonesia akan menghadapi Taiwan pada pertandingan leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Buriram, Thailand, pada Kamis (7/10) malam WIB.
Timnas Indonesia hadir di Thailand dengan kekuatan 29 pemain. Tim Garuda menargetkan menang dalam dua pertemuan melawan Taiwan, dengan leg kedua akan digelar di tempat yang sama pada 11 Oktober mendatang.
Melihat statistik, Indonesia punya catatan bagus menghadapi Taiwan. Pasalnya, dari 12 kali pertemuan sejak 1954 Indonesia telah mengalahkan Taiwan sebanyak delapan kali. Sementara, Indonesia baru kalah empat kali dari Taiwan.
Kemenangan terbesar Indonesia atas Taiwan terjadi di Merdeka Tournament 1968. Saat itu, Tim Garuda menang atas Taiwan dengan skor telak 10-1.
Bahkan, pada pertemuan terakhir Indonesia juga menang atas Taiwan. Dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, 24 November 2010 itu, Indonesia menang dengan skor 2-0 atas Taiwan.
Artinya, Indonesia memiliki tren yang bagus melawan Taiwan dan memiliki peluang untuk menang dalam pertandingan nanti. Berikut 3 senjata Timnas Indonesia kalahkan Taiwan:
1. Serangan Balik
Serangan balik bisa menjadi senjata Timnas Indonesia untuk mengalahkan Taiwan pada pertandingan playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Kuncinya, para pemain Timnas Indonesia harus bermain fokus sepanjang pertandingan. Terlebih, para pemain di lini belakang yang harus tampil dengan konsentrasi penuh.
Pasalnya, jika mampu bertahan dengan baik, Timnas Indonesia bisa mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui serangan balik.
Timnas Indonesia juga memiliki dua bek sayap yang memiliki kelebihan dalam melakukan penetrasi untuk mengawali serangan balik.
Selain itu, Timnas Indonesia juga memiliki pemain depan yang cepat, mulai Kushedya Hari Yudo, Witan Sulaiman, hingga Egy Maulana Vikri yang siap untuk menyambut umpan-umpan direct pass yang dikirimkan pemain-pemain belakang Tim Garuda dalam situasi serangan balik.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Lemparan ke Dalam Jadi Senjata Indonesia Lawan Taiwan
Bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan punya kelebihan dalam melakukan lemparan ke dalam jarak jauh. (Dok. PSSI)
2. Kecepatan
Timnas Indonesia memiliki sejumlah pemain cepat yang bisa mengancam pertahanan Taiwan dalam pertandingan leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Hal ini bisa menjadi modal tim asuhan Shin Tae Yong untuk mengalahkan Taiwan.
Dari 29 pemain yang diboyong Shin Tae Yong ke Thailand, sebagian besar pemain memiliki kelebihan dalam kecepatan.
Khususnya di lini serang Indonesia memiliki pemain-pemain cepat seperti Yabes Roni, Witan Sulaeman, Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Egy Maulana Vikri.
Kuncinya pemain-pemain cepat ini harus pintar dalam menempatkan posisi, rajin meminta bola, dan percaya diri untuk melakukan penetrasi dalam menembus pertahanan lawan.
Indonesia juga memiliki kelebihan yang tidak banyak dimiliki tim lain yaitu lemparan ke dalam jarak jauh. Bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan yang menjadi aktornya.
Arhan dikenal sebagai pemain Timnas Indonesia yang punya skill unik yang tak dimiliki pemain lain. Arhan bisa melakukan lemparan ke dalam untuk jarak yang jauh dan membahayakan pertahanan lawan.
Tak jarang lemparan ke dalam Arhan mampu menjadi assist yang berbuah gol untuk Timnas Indonesia.
Salah satunya, lemparan ke dalam Arhan mampu menjadi assist untuk gol sundulan yang dibuat Saddam Gaffar pada laga uji coba Timnas Indonesia U-19 melawan Qatar di Stadion Velika Gorica, Zagreb, Kroasia, pada 20 September 2020 silam.
Lemparan ke dalam Arhan ini pun bisa menjadi salah satu senjata Indonesia untuk membobol gawang Taiwan.