Atlet Top Kenya Tewas Dibunuh, Suami Jadi Tersangka

jun, CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 11:18 WIB
Pemegang rekor lari 10.000m putri asal Kenya, Agnes Tirop, ditemukan tewas terbunuh di rumahnya. Polisi tetapkan sang suami jadi tersangka. Agnes Tirop ditemukan tewas di rumah. (AFP/KARIM JAAFAR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemegang rekor lari 10.000m putri asal Kenya, Agnes Tirop, ditemukan tewas terbunuh di rumahnya. Polisi tetapkan sang suami jadi tersangka.

Tirop sukses memecahkan rekor lari 10.000m putri bulan lalu. Namun, polisi menemukan jasadnya pada Rabu (13/10) waktu setempat setelah dilaporkan hilang oleh ayahnya.

Kepala polisi setempat, Tom Makori, membenarkan suami Tirop saat ini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.


"Ketika polisi masuk ke rumah, mereka menemukan Tirop terbaring di tempat tidur dengan genangan darah di lantai. Terlihat ada tikaman di leher yang membuat polisi yakin itu adalah luka pisau dan kami percaya itu jadi penyebab kematiannya," kata Makori dikutip Guardian.

"Suaminya masih buron dan investigasi awal menyimpulkan suaminya sebagai tersangka karena belum bisa ditemukan. Polisi berusaha mencari suaminya agar mendapat kejelasan apa yang terjadi pada Tirop," sambung Makori.

Bulan lalu, Tirop memecahkan rekor dunia 10km putri pada kejuaraan di Jerman dengan catatan 30,01 menit untuk memangkas jarak 28 detik dari rekor sebelumnya yang dipegang Asmae Leghzaoui dari Maroko pada 2002.

Tirop menjadi wakil Kenya di Olimpiade Tokyo 2020. Namun, sayangnya ia hanya mampu finis keempat di final 5.000m putri.

Bakat atlet 25 tahun itu sudah tercium sejak usia remaja di mana ia sukses meraih juara dunia cross country saat menginjak 19 tahun. Ia jadi atlet termuda kedua yang berhasil melakukannya setelah Zola Budd pada 1985.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta juga mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa pembunuhan kepada pahlawan Kenya di panggung atletik.

"Sangat meresahkan, amat disayangkan, dan sangat menyedihkan bahwa kami telah kehilangan seorang atlet muda dan menjanjikan, pada usia 25 tahun, telah membawa begitu banyak gelar untuk negara kami."

Banner Testimoni

"Lebih menyakitkan lagi bahwa Agnes, seorang pahlawan Kenya dengan segala perjuangan, kehilangan masa muda dengan menyakitkan melalui tindakan kriminal yang dilakukan orang-orang egois dan pengecut," tutur Kenyatta.

Presiden Kenya juga mendesak aparat penegak hukum untuk melacak dan menangkap para pelaku pembunuhan Agnes sehingga mereka dapat menghadapi kekuatan penuh hukum di negeri tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(jun/sry)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK