Indonesia Tak Bisa Kibarkan Bendera Merah Putih di Thomas Cup

ptr | CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 16:35 WIB
Indonesia dipastikan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Thomas Cup. Sebagai gantinya, bendera dengan logo PBSI yang dikibarkan. Indonesia akan menggunakan bendera dengan logo PBSI dalam upacara Thomas Cup. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dipastikan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Thomas Cup dan sebagai gantinya bendera dengan logo Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang bakal dikibarkan.

Dalam ajang Thomas Cup, empat negara semifinalis bakal menghadiri upacara penutupan dan masing-masing bendera negara bakal dikibarkan.

Indonesia sudah sukses masuk ke semifinal Thomas Cup dan itu berarti Indonesia bakal hadir hingga upacara penutupan.


Namun untuk Thomas Cup 2020 ini, Indonesia tidak akan bisa mengibarkan bendera Merah Putih.

"Informasi yang saya dapatkan dari Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, infonya memang seperti itu. Jadi tidak ada bendera Merah Putih tetapi diganti logo PBSI," ucap Kabid Humas dan Media PBSI, Broto Happy kepada CNN Indonesia.

Bambang Roedyanto sendiri kepada CNN Indonesia juga sudah memastikan bahwa pihaknya telah dihubungi Badminton World Federation (BWF) terkait larangan penggunaan bendera Merah Putih dan pemakaian bendera dengan logo PBSI sebagai penggantinya.

Larangan pengibaran bendera Merah Putih ini terkait permasalahan dengan World Anti Doping Agency (WADA). WADA menyebut Indonesia tak patuh dalam program uji tes doping.

Pada 15 September lalu WADA mengirim surat pada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) terkait ketidakpatuhan program uji doping.

Indonesia tak bisa memenuhi test doping plan (TDP) tahun 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun 2021.

Sejumlah negara dikirimi surat dan punya waktu 21 hari untuk memberikan klarifikasi. Indonesia tidak memberikan klarifikasi, seperti halnya Thailand dan Korea Utara. WADA lalu melayangkan surat ancaman sanksi pada 7 Oktober.

Banner Testimoni

Menpora Zainudin Amali bahkan mengaku baru mengetahui kasus ini pada 8 Oktober. Menpora menyebut perubahan struktur kepengurusan LADI jadi salah satu alasan Indonesia telat memberikan klarifikasi.

Menpora sendiri menyebut sudah mengirim surat agar Indonesia tak dijatuhi sanksi.

"Kalau ke WADA kami sudah kirim surat. Jadi kita berusaha ini akan kita lakukan dengan baik. Mudah-mudahan dengan penjelasan dari kami bisa ada pembicaraan lebih lanjut," ucap Amali pada 8 Oktober lalu.

Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi Denmark dalam duel semifinal Thomas Cup, Sabtu (16/10).

[Gambas:Video CNN]



(ptr/ptr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER