Tavullia menjadi terkenal karena sukses Valentino Rossi di MotoGP. (MIGUEL MEDINA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Valentino Rossi bukan yang tersukses di dunia balap Grand Prix sepeda motor, tetapi VR46 punya posisi spesial di MotoGP. Karenanya hidup normal setelah pensiun mungkin hanya sebatas impian bagi Rossi.
Kecupan Diego Armando Maradona ke tangan Rossi jelang balapan MotoGP San Marino pada 2008 jadi simbol monumental. Bintang sepak bola asal Argentina itu bak kardinal yang memberi penghormatan kepada Paus.
Untuk membalas penghormatan sangat mulia tersebut, Rossi mengenakan jersey sepak bola Argentina bernomor 10 dengan nama Maradona saat meraih trofi kemenangan MotoGP Argentina pada 19 April 2015.
Kolumnis MotorSport, Mat Oxley, bahkan menyebut Rossi sebagai gabungan Maradona, Pele, dan Muhammad Ali. Rossi dinilai memberi dampak yang sangat besar pada MotoGP dari bintang balap sebelum-sebelumnya.
Rossi disebut tidak balapan untuk dirinya sendiri. Ia melaju selama 26 musim untuk membuat gembira banyak orang. Aksi-aksinya selalu menawan dari sirkuit ke sirkuit, yang membuat pendukung bergemuruh.
Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 ini pun mengakui banyak orang Italia ingin mengikuti kariernya. Anak-anak kecil di Italia kini makin banyak yang ingin terjun di MotoGP seperti Rossi.
"Sepertinya begitu, terutama di Italia, banyak orang mulai mengikuti balapan motor untuk mengikuti saya. Ini sedikit seperti apa yang terjadi dengan Alberto Tomba di ski," kata Rossi, dilansir dari Autosport.
"Jujur saya tidak tahu mengapa, tetapi saya pikir saya menghibur banyak orang pada Minggu sore dan banyak orang menikmati dan memiliki satu atau dua jam selama hari Minggu mereka," katanya menambahkan.
Setiap seri MotoGP, dari Qatar hingga Valencia, fan Rossi selalu memenuhi tribune penonton. Mereka membawa bendera kuning dan meneriakkan yel-yel, seperti "Ole, Ole, Ole, Vale, Vale!"
Karena aksi-aksinya yang menghibur itu band rock asal Spanyol Sorry Mamma's membuat lagu khusus untuk Rossi. Seperti tak mau kalah, band punk asal Inggris, March to the Grave, juga menggubah lagu untuknya.
Lautan kuning selalu muncul di setiap balapan MotoGP. (REUTERS/Jennifer Lorenzini)
Karena kebintangannya itu Rossi mengaku tak mudah untuk hidup normal seperti kehidupan banyak orang. Selama di MotoGP, Rossi terus dibayangi tekanan untuk membahagiakan sebanyak mungkin orang.
"Lebih sulit untuk memiliki kehidupan normal, karena Anda selalu berada di bawah tekanan. Kamu perlu mengubah hidupmu, tapi saya selalu berusaha membuatnya senormal mungkin," katanya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman kedua >>>
Tak hanya dunia balap, kehidupan pribadi Valentino Rossi juga diburu. Ke mana saja ia pergi, selalu orang bergerombol meminta tanda tangan dan foto bersama. Bahkan tak sedikit yang menangis histeris saat bertemu Rossi.
Tempat tinggal Rossi di Tavullia, Provinsi Pesaro e Urbino, sekitar 70 kilometer dari Ancona dan atau 15 kilometer dari Pesaro, juga tak pernah sepi dikunjungi turis lokal dan mancanegara.
Tak kurang dari 20.000 orang mengunjungi kota kelahiran Rossi per tahunnya. Mereka itu berasal dari Eropa, Amerika Selatan, Asia. Tavullia jadi magnet lain wisata Italia.
Pemotor gaek Mick Matheson mengisahkan, sebagian besar keluarganya sangat mengidolai Rossi. Anaknya bahkan disebut sebagai pencinta mati pembalap yang telah sembilan kali juara dunia tersebut.
"Putri saya Ariel adalah penggemar berat Rossi. Ya satu dari jutaan [fan Rossi], dan tak tertahankan," kata Matheson dilansir dari Motor Bike Writer.
"Saat kami mulai berbicara tentang tur sepeda motor Eropa selama sebulan, dia bersikeras bahwa kampung halaman Valentino Rossi di Tavullia harus ada dalam rencana perjalanan," ucapnya menambahkan.
Redbull menggambarkan, kampung halaman Rossi ibarat Vatikan bagi pencinta balap sepeda motor. Ini karena markas besar klub penggemar VR46 berada di gedung yang bersebelahan dengan gereja.
Setelah setiap kemenangan, pendeta membunyikan bel selama satu jam, bahkan jika kabar mencapai Tavullia di tengah malam. Batas kecepatan dalam kota adalah 46 kilometer per jam sesuai dengan nomor balap Rossi.
Dengan sekelumit latar yang membayangi karier balapnya, pantas The Doctor khawatir dengan kehidupan normal. Selama 26 tahun ia tidak hidup normal karena statusnya sebagai bintang balap dunia.
Rossi mengungkapkan ia akan terus bergelut dengan dunia otomotif selepas MotoGP. Ini sebagai masa transisi sebelum benar-benar menikmati hidup sebagai manusia normal seutuhnya.
"Saya takut berhenti," kata Rossi. "Saya akan terus melaju selama saya kompetitif dan merasa seperti itu, tentu saja saya sedikit takut dengan kehidupan normal," ujarnya dilansir dari The Local.
Pada akhirnya Rossi sampai pada ujung balapannya di MotoGP. Seperti pernyataannya yang paling banyak dikutip: "My normal life is like being on holiday."
Valentino Rossi bukan yang tersukses di dunia balap Grand Prix sepeda motor, tetapi VR46 punya posisi spesial di MotoGP. Karenanya hidup normal setelah pensiun mungkin hanya sebatas impian bagi Rossi.
Kecupan Diego Armando Maradona ke tangan Rossi jelang balapan MotoGP San Marino pada 2008 jadi simbol monumental. Bintang sepak bola asal Argentina itu bak kardinal yang memberi penghormatan kepada Paus.
Untuk membalas penghormatan sangat mulia tersebut, Rossi mengenakan jersey sepak bola Argentina bernomor 10 dengan nama Maradona saat meraih trofi kemenangan MotoGP Argentina pada 19 April 2015.
Kolumnis MotorSport, Mat Oxley, bahkan menyebut Rossi sebagai gabungan Maradona, Pele, dan Muhammad Ali. Rossi dinilai memberi dampak yang sangat besar pada MotoGP dari bintang balap sebelum-sebelumnya.
Rossi disebut tidak balapan untuk dirinya sendiri. Ia melaju selama 26 musim untuk membuat gembira banyak orang. Aksi-aksinya selalu menawan dari sirkuit ke sirkuit, yang membuat pendukung bergemuruh.
Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 ini pun mengakui banyak orang Italia ingin mengikuti kariernya. Anak-anak kecil di Italia kini makin banyak yang ingin terjun di MotoGP seperti Rossi.
"Sepertinya begitu, terutama di Italia, banyak orang mulai mengikuti balapan motor untuk mengikuti saya. Ini sedikit seperti apa yang terjadi dengan Alberto Tomba di ski," kata Rossi, dilansir dari Autosport.
"Jujur saya tidak tahu mengapa, tetapi saya pikir saya menghibur banyak orang pada Minggu sore dan banyak orang menikmati dan memiliki satu atau dua jam selama hari Minggu mereka," katanya menambahkan.
Setiap seri MotoGP, dari Qatar hingga Valencia, fan Rossi selalu memenuhi tribune penonton. Mereka membawa bendera kuning dan meneriakkan yel-yel, seperti "Ole, Ole, Ole, Vale, Vale!"
Karena aksi-aksinya yang menghibur itu band rock asal Spanyol Sorry Mamma's membuat lagu khusus untuk Rossi. Seperti tak mau kalah, band punk asal Inggris, March to the Grave, juga menggubah lagu untuknya.
Lautan kuning selalu muncul di setiap balapan MotoGP. (REUTERS/Jennifer Lorenzini)
Karena kebintangannya itu Rossi mengaku tak mudah untuk hidup normal seperti kehidupan banyak orang. Selama di MotoGP, Rossi terus dibayangi tekanan untuk membahagiakan sebanyak mungkin orang.
"Lebih sulit untuk memiliki kehidupan normal, karena Anda selalu berada di bawah tekanan. Kamu perlu mengubah hidupmu, tapi saya selalu berusaha membuatnya senormal mungkin," katanya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman kedua >>>
Tavullia Jadi Wisata Italia
Valentino Rossi membuat banyak anak-anak Italia bercita-cita menjadi pembalap. (Haryanto Tri Wibowo)
Tak hanya dunia balap, kehidupan pribadi Valentino Rossi juga diburu. Ke mana saja ia pergi, selalu orang bergerombol meminta tanda tangan dan foto bersama. Bahkan tak sedikit yang menangis histeris saat bertemu Rossi.
Tempat tinggal Rossi di Tavullia, Provinsi Pesaro e Urbino, sekitar 70 kilometer dari Ancona dan atau 15 kilometer dari Pesaro, juga tak pernah sepi dikunjungi turis lokal dan mancanegara.
Tak kurang dari 20.000 orang mengunjungi kota kelahiran Rossi per tahunnya. Mereka itu berasal dari Eropa, Amerika Selatan, Asia. Tavullia jadi magnet lain wisata Italia.
Pemotor gaek Mick Matheson mengisahkan, sebagian besar keluarganya sangat mengidolai Rossi. Anaknya bahkan disebut sebagai pencinta mati pembalap yang telah sembilan kali juara dunia tersebut.
"Putri saya Ariel adalah penggemar berat Rossi. Ya satu dari jutaan [fan Rossi], dan tak tertahankan," kata Matheson dilansir dari Motor Bike Writer.
"Saat kami mulai berbicara tentang tur sepeda motor Eropa selama sebulan, dia bersikeras bahwa kampung halaman Valentino Rossi di Tavullia harus ada dalam rencana perjalanan," ucapnya menambahkan.
Redbull menggambarkan, kampung halaman Rossi ibarat Vatikan bagi pencinta balap sepeda motor. Ini karena markas besar klub penggemar VR46 berada di gedung yang bersebelahan dengan gereja.
Setelah setiap kemenangan, pendeta membunyikan bel selama satu jam, bahkan jika kabar mencapai Tavullia di tengah malam. Batas kecepatan dalam kota adalah 46 kilometer per jam sesuai dengan nomor balap Rossi.
Dengan sekelumit latar yang membayangi karier balapnya, pantas The Doctor khawatir dengan kehidupan normal. Selama 26 tahun ia tidak hidup normal karena statusnya sebagai bintang balap dunia.
Rossi mengungkapkan ia akan terus bergelut dengan dunia otomotif selepas MotoGP. Ini sebagai masa transisi sebelum benar-benar menikmati hidup sebagai manusia normal seutuhnya.
"Saya takut berhenti," kata Rossi. "Saya akan terus melaju selama saya kompetitif dan merasa seperti itu, tentu saja saya sedikit takut dengan kehidupan normal," ujarnya dilansir dari The Local.
Pada akhirnya Rossi sampai pada ujung balapannya di MotoGP. Seperti pernyataannya yang paling banyak dikutip: "My normal life is like being on holiday."