Jakarta, CNN Indonesia -- Pemenang Ballon d'Or 2021 telah diketahui yakni Lionel Messi. Bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu mengalahkan bomber Bayern Munchen, Robert Lewandowski dan Jorginho (Chelsea).
Hasil itu membuat Messi meraih gelar Ballon d'Or ketujuh sepanjang karier. La Pulga pun makin sulit dikejar oleh sang rival abadi, Cristiano Ronaldo yang mengoleksi 5 gelar.
Gelar Ballon d'Or ketujuh yang diraih Messi turut menuai perdebatan di media sosial. Tak sedikit yang menilai Lewandowski lebih layak meraih gelar tersebut mengacu prestasi dan konsistensi sang pemain sejak tahun 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain anggapan Messi dianggap merampok trofi Ballon d'Or dari Lewandowski, terdapat 5 momen lainnya yang juga kontroversial terkait pemenang Bola Emas. Berikut daftarnya seperti dilansir dari Daily Star:
1. Lionel Messi (2010)
Messi di luar dugaan keluar sebagai pemenang Ballon d'Or di tahun itu. Padahal, tahun 2010 sepenuhnya jadi milik pemain-pemain yang berada di timnas Spanyol.
La Furia Roja berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2020. Banyak pihak pun meyakini gelar Ballon d'Or akan jadi milik Andres Iniesta yang jadi pencetak gol penentu kemenangan Spanyol di final atau rekan setimnya, Xavi Hernandez.
Namun fakta berkata lain. Iniesta hanya menempati posisi kedua dan Xavi di posisi ketiga, sementara posisi pertama malah ditempati oleh Messi.
2. Luis Figo (2000)
Tahun 2000 penuh kontroversi buat seorang Luis Figo. Pria asal Portugal itu pada awal musim pindah dari Barcelona ke rival abadi, Real Madrid.
Selain perpindahan itu, kontroversi lain terjadi karena Figo justru jadi pemenang gelar Ballon d'Or 2000. Ia mengalahkan Zinedine Zidane.
Figo kemudian mengakui ia tidak seharusnya mendapatkan Ballon d'Or. Figo meyakini gelar itu lebih pantas didapat legenda hidup AS Roma, Francesco Totti.
"Maaf untuk mencuri Ballon d'Or 2000. Anda layak mendapatkannya," ucap Figo.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Kontroversi Nedved hingga Owen
Michael Owen jadi pemain Inggris terakhir yang meraih Ballon d'Or. (AFP/ANTHONY WALLACE)
3. Pavel Nedved (2003)
Ballon d'Or 2003 digadang-gadang bakal menjadi milik Thierry Henry. Penyerang Arsenal itu tampil luar biasa dengan mencetak 42 gol dan memberikan 26 assist.
Namun, label favorit tidak lantas membuat Henry dinobatkan sebagai yang terbaik. Henry justru hanya menempati posisi kedua karena gelar Ballon d'Or 2003 diberikan kepada Pavel Nedved.
Di tahun itu, Nedved mengantarkan Juventus lolos hingga ke final Liga Champions. Namun, keberhasilan Nedved mengalahkan Henry dalam perburuan Ballon d'Or tetap mengejutkan banyak orang.
4. Michael Owen (2001)
Owen jadi pemain Inggris terakhir yang meraih gelar Ballon d'Or. Mantan pemain Liverpool dan Manchester United itu dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or tahun 2001.
Owen mencetak 24 gol dari 46 penampilan bersama Liverpool. The Reds juga diantarkan Owen meraih treble winners dengan menjuarai Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA (sekarang Liga Europa).
Owen mengalahkan Raul Gonzalez. Saat itu, sang pangeran Madrid dinilai lebih layak dipilih sebagai yang terbaik karena berhasil mengantarkan Los Merengues juara Liga Champions dan meraih gelar top skor di ajang antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
5. Igor Belanov (1986)
Belanov memenangi Ballon d'Or saat trofi bergengsi itu hanya diperuntukan bagi para pemain asal benua Biru.
Aturan itu secara otomatis membuat Diego Maradona tak masuk dalam bursa. Maradona sendiri tampil luar biasa untuk mengantarkan timnas Argentina juara Piala Dunia 1986.
Belanov memenangi persaingan atas Gary Lineker dan Emilio Butragueno di tahun tersebut.
[Gambas:Video CNN]