STY Tersinggung, Haruna Beri Tugas Khusus kepada Dirtek PSSI

CNN Indonesia
Senin, 17 Jan 2022 16:29 WIB
Exco PSSI memberikan tugas khusus kepada Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri setelah pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong tersinggung dalam rapat evaluasi. Dirtek PSSI Indra Sjafri (kiri) mendapat tugas khusus dari Exco PSSI. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Eksekutif (Exco) PSSI memberikan tugas khusus kepada Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri setelah pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong tersinggung dalam rapat evaluasi.

Indra Sjafri diharapkan bisa mengatasi persoalan kesenjangan antara Timnas Indonesia dan klub-klub Liga 1. 

Kesenjangan itu muncul dari kekecewaan pelatih-pelatih klub Liga 1 yang tidak terima dengan komentar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong, sehingga digelar rapat evaluasi usai Piala AFF.


Kepada media Shin Tae Yong kerap jujur soal kondisi pemain saat gabung Tim Merah Putih dalam pemusatan latihan, di antaranya tentang pemain yang salah passing, hingga fisik pemain yang kurang bagus. Komentar-komentar itu, diklaim Haruna, membuat pelatih Liga 1 tersinggung.

Menurut anggota Exco PSSI Haruna Soemitro, benang merah dari masalah itu karena ada yang tidak selaras baik latihan di klub dengan di Timnas Indonesia. Karena itu Exco PSSI meminta Dirtek PSSI Indra Sjafri mengatasi masalah ini.

"Karena di rapat itu ada dirtek [Indra Sjafri], ya saya juga minta dirteknya juga follow up [persoalan] itu," kata Haruna kepada CNNIndonesia.com.

Haruna Soemitro, Manajer Klub Madura United.Haruna Soemitro ingin latihan di Timnas Indonesia dan klub Liga 1 sinkron. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Harapan mantan manajer Madura United itu, Shin Tae Yong dan pelatih-pelatih klub Liga 1 bisa duduk satu meja guna membahas perbedaan latihan di klub dan tim nasional.

Dengan menyamakan persepsi dan latihan tersebut, tidak ada lagi pemain yang bermasalah dan belum sesuai kebutuhan Skuad Garuda.

"Itu harapan kita [pertemuan Shin Tae Yong dengan pelatih Liga 1]. Jadi harapan kita, dirtek itu atau komite teknik [PSSI] juga mengagendakan itu," ucap Haruna.

[Gambas:Video CNN]

"Agar [latihan] sinkron. Artinya sekarang bicara tentang fisik, apakah metode pelatihan fisik di klub kita itu salah, sehingga harus dikoreksi. Itu kan autokritik untuk kita bukan untuk mengklaim dia, kalau ada yang salah mari dibenahi bersama," kata Haruna.

Shin Tae Yong, kata Haruna, merupakan bagian dari sepak bola Indonesia karena kini menjadi pelatih Skuad Garuda. Dengan begitu, para pemain di klub akan mendapat arahan dari pelatih asal Korea Selatan tersebut saat gabung Timnas Indonesia.

"Nah kalau kemudian [ada yang] tidak sinkron, seperti dia menyombong, kenapa enggak ambil Spaso [Ilija Spasojevic], 'Karena Spaso gak cocok dengan skema saya', faktanya di klub dia top skor, dia moncer," tutur Haruna.

"Berarti ada yang salah, nah yang salah itu kita tidak mengklaim di luar, tapi benahi di dalam," ucap Haruna melanjutkan.

Akibat aspirasi pelatih klub-klub Liga 1 itu PSSI menggelar rapat evaluasi usai Piala AFF 2021. Dalam rapat itu Exco PSSI memberikan persepsi prestasi Shin Tae Yong selevel dengan pelatih-pelatih Timnas Indonesia yang gagal juara Piala AFF. Karena penilaian itu juga Shin Tae Yong disebut tersinggung.

(sry/nva)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER