Jakarta, CNN Indonesia -- Kontroversi keputusan wasit dalam pertandingan Liga 1 2021/2022 tak kunjung surut mendekati akhir kompetisi. Berikut lima kontroversi wasit di 2022.
Pada seri pertama Liga 1, cukup banyak kesalahan yang dibuat wasit dalam pengambilan keputusan. Namun, kesalahan itu dimaklumi PSSI karena kompetisi sempat terhenti satu setengah tahun.
Rupanya ketidakcakapan wasit saat memimpin pertandingan berlanjut pada seri kedua. Kesalahan demi kesalahan hingga kontroversi keputusan masih jadi pemandangan yang cukup sering terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seri ketiga pada akhir tahun 2021 pun demikian. Salah satu yang fatal adalah keputusan wasit Rully Ruslin Tambuntina dalam laga PSIS Semarang kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit menganulir gol Harrison Cardoso.
Selanjutnya seri keempat dan kelima Liga 1 berlangsung di Bali. Seri keempat berlangsung pada awal 2022. Namun karena masih banyak kontroversi keputusan, PSSI memutuskan menambah wasit kelima dan keenam.
Berikut ini adalah lima keputusan kontroversial wasit Liga 1 2021/2022 yang terjadi selama 2022 atau pada putaran keempat dan kelima, tanpa kontroversi wasit pada seri pertama hingga ketiga.
1. PSM vs Bali United
Pertandingan Bali United kontra PSM di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada 7 Februari berakhir dengan skor 2-2. Bali United sempat unggul 2-1, namun akhirnya bisa disamakan oleh Juku Eja.
Pertandingan yang dipimpin wasit Sigit Budiyanto itu diwarnai aksi tendangan ke arah kemaluan dari Hasyim Kipuw ke Privat Mbarga di area kotak penalti. Meski posisi wasit dekat, PSM tidak dihukum penalti.
2. PSIS vs Bali United
Pada 20 Februari, Bali United menang 1-0 atas PSIS Semarang. Meski menang, Bali United banyak dirugikan wasit, termasuk offside gaib dari aksi yang berpeluang gol.
Pertama Ilija Spasojevic dianggap offside meski onside pada menit ke-31, dan kedua Stefano Lilipaly dianggap offside saat menerima umpan Mbarga. Laga ini dipimpin wasit Sance Lawita.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Kontroversi di Persebaya vs Madura United
Bentrok PSIS Semarang vs Tira Persikabo diwarnai kontroversi. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
3. Barito Putera vs Persija
Laga Barito Putera versus Persija pada 23 Februari di Stadion Kompyang Sujana berakhir 1-1. Meski imbang, pertandingan ini diwarnai keputusan yang fatal dari wasit Steven Yubel Pol.
Pertama, wasit menganulir gol Barito lewat Renan Alves pada menit 57 karena dianggap offside, meski pemain asing milik Laskar Antasari itu sebenarnya dalam posisi onside. Kedua, Barito mendapat 'hadiah' penalti karena Makan Konate dianggap melanggar lawan.
4. PSIS vs Tira Persikabo
Laga PSIS kontra Tira Persikabo pada 28 Februari berjalan ketat. Salah satu keputusan kontroversial dalam pertandingan ini adalah pelanggaran yang berujung penalti bagi Mahesa Jenar.
Yang jadi persoalan, pemain PSIS Komarudin menarik dan menyikut pemain Tira, Lucky Octavianto tetapi klub binaan TNI itu yang malah kena hukuman penalti. Wasit yang memimpin pertandingan ini adalah Abdullah.
5. Persebaya vs Madura United
Keputusan kontroversial selanjutnya terjadi dalam laga Persebaya kontra Madura United pada 28 Februari. Ketika itu Samsul Arif Munip dilanggar oleh Fachruddin Aryanto di depan mata wasit Agus Fauzan.
Sayangnya, meski hanya berdiri sekitar dua meter di depan lokasi kejadian, Agus tak menilai itu sebagai pelanggaran. Jika mengacu rekaman pertandingan ini pelanggaran dan berbuah penalti.
Pertandingan ini mampu dimenangkan oleh Persebaya. Gol yang menggaransi tiga poin tim Bajul Ijo dicetak Alie Sesay pada masa injury time babak kedua.
[Gambas:Video CNN]