Kisah Pawang Hujan MotoGP Mandalika 2022

Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 19 Mar 2022 09:06 WIB
Untuk mengendalikan hujan dan panas dalam ajang MotoGP Mandalika 2022 di Sirkuit Mandalika, seorang pawang hujan didatangkan. Pawang hujan MotoGP Mandalika 2022 sedang merapal doa. (CNN Indonesia/Abdul Susila)
Lombok, CNN Indonesia --

Untuk mengendalikan hujan dan panas dalam ajang MotoGP Mandalika 2022 di Sirkuit Mandalika, seorang pawang hujan didatangkan. Namanya Raden Roro Istiati Wulandari.

Kawasan Kuta, Lombok Tengah, lokasi Sirkuit Mandalika, diterjang hujan cukup deras pada Jumat (18/3) pagi. Dari tempat CNNIndonesia.com menginap di Desa Gerupuk, tampak awan hitam pekat menggantung di langit sekitar sirkuit.

Dari sebuah tenda putih ukuran 5x6 meter, seorang wanita berkaos hitam dengan rambut terikat sedang berkhidmat. Sudah sejak pukul lima pagi ia berada di tenda yang tak jauh dari pintu masuk utama Sirkuit Mandalika itu. Ia sendiri bermunajat kepada yang Kuasa.

Sekitar pukul delapan pagi, hujan reda. Cahaya matahari mulai bertakhta. Sejam berikutnya deru mesin motor yang dipacu kencang terdengar mendesing. Sesi tes praktis atau FP1 Asian Talent Cup pun dimulai tepat pada waktunya.

Saat itu empat buah dupa besar sudah disulut. Satu di dalam tenda, satu tepat di depan tenda, dan dua di kubangan air kecil yang sengaja dibuat, di mana terdapat sejumlah sesajen. Beberapa dupa kecil juga dinyalakan.

"Saya sendirian di sini. Sempat akan ada pawang hujan lain, tapi saya menolak. Saya tidak mau. Akhirnya disetujui. Saya mau bantu MotoGP Mandalika demi nama baik Indonesia," kata Rara saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Wanita yang lahir di Papua dan mengaku sebagai penganut aliran kepercayaan kejawen ini mengatakan sudah berada di Lombok sejak 3 Maret. Ia ikut bertugas mengawal proses pengaspalan Sirkuit Mandalika sebagaimana diminta Dorna.

Sekitar pukul 10, saat berlangsung F1 Moto2, telepon genggam Rara berbunyi. "Ada arahan baru," katanya. "Jangan panas, tapi mendung."

Banner live streaming MotoGP 2022

Ia langsung bergegas melakukan ritual kembali. Segenggam dupa ia nyalakan dan ditancapkan keempat titik. Kayu bakar yang sudah nyala dalam jarak lima meter dari tenda ditambah dengan arang.

Sejurus kemudian dua orang lelaki datang. Satu paruh baya dan pemuda, Haji Lalu Rama dan Daang. Mereka adalah asisten yang membantu Rara memenuhi segala kebutuhan dan permintaannya.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Tak Boleh Keluar Radius 2 KM dari Sirkuit Mandalika

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER