Misi Barcelona Menyelamatkan Muka
Meski Barcelona cenderung lebih diunggulkan dalam laga ini, mereka tidak boleh serta-merta mengangkat dagu menatap lawan. Sifat pongah akan menjadi senjata makan tuan bagi Barcelona jika ingin terus melaju ke ronde selanjutnya.
Ini bukan pertama kali Barcelona menghadapi tim dengan kualitas di bawah mereka. Ingatan publik belum sirna ketika Barcelona ditekuk Glasgow Celtic dengan skor tipis 1-2 saat bertandang ke Celtic Park, November 2012 lalu. Sederet megabintang seperti Messi, Xavi, dan Andres Iniesta tidak berdaya menghadapi rapinya strategi Celtic meski tak diisi pemain kelas dunia.
Memori itu menjadi petanda bahwa Barcelona perlu waspada atas siapapun lawan yang mereka hadapi. Xavi yang menjadi saksi hidup kekalahan kontra Celtic, mesti mengambil pelajaran saat menghadapi Frankfurt.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona juga mengantongi rapor merah kala bersua tim asal Jerman. Bayern Muenchen menjadi tim yang paling hobi mempermalukan Barcelona di panggung Eropa. Barcelona selalu menelan kekalahan kontra Die Roten dalam empat pertemuan terakhir.
Barcelona patut waspada dengan Frankfurt. (REUTERS/SUSANA VERA) |
Sebaliknya, Frankfurt justru memiliki catatan apik saat berhadapan dengan tim Spanyol. Mereka melangkah ke perempatfinal setelah mengalahkan Real Betis dengan agregat 3-2. Frankfurt bisa sedikit belajar cara Bayern Muenchen mengalahkan Barcelona.
Menantang Frankfurt pun bakal menjadi ujian Xavi yang hadir dengan secuil pengalaman kepelatihan. Ia perlu meramu formula tepat untuk merebut kemenangan. Ia juga bisa mengedepankan kedekatan emosional dengan para pemain.
Pola 4-3-3 masih menjadi andalan Xavi untuk membangun serangan dari sisi kanan dan kiri lapangan. Trio lini depan yang diisi Ferran Torres, Aubameyang, dan Ousmane Dembele dapat menjadi kunci untuk mencetak gol cepat.
Mantan pelatih Al-Sadd itu perlu sadar timnya merupakan sorotan dunia. Tampil di turnamen kasta kedua sebenarnya sudah menjadi tamparan keras bagi Barcelona. Jika gugur di Liga Europa di tangan Frankfurt, entah akan seperti apa cercaan dan cibiran yang diterima Barcelona.
Namun jika Barcelona mampu tampil meyakinkan dan melenggang ke semifinal, perlahan-lahan rispek publik akan kembali ke pangkuan tim. Terlebih lagi jika mampu keluar sebagai juara. Satu gelar Liga Europa musim ini tentu akan menjadi pembuktian Barcelona bahwa mereka belum habis setelah ditinggal Messi, sekaligus menjadi penegas Xavi sebagai orang yang tepat untuk menyelamatkan tim.
Barcelona bertandang ke markas Eintracht Frankfurt dalam misi menjaga asa menyelamatkan muka sebagai salah satu klub tersukses di dunia. Trofi Liga Europa bisa jadi alasan mereka berbahagia di akhir musim.
Sebagai sebuah klub, Barcelona punya tradisi kuat di Eropa, termasuk saat tampil di Liga Champions. Namun di musim ini, Barcelona sudah terlkulai lemas di fase grup. Tak hanya itu, Barcelona juga sudah gugur di Copa del Rey dan kalah start dalam perburuan gelar La Liga.
Di sisa musim ini, gelar paling realistis untuk Barcelona adalah Liga Europa. Trofi Liga Europa bisa menyelamatkan wajah Barcelona sekaligus pondasi untuk merintis kebangkitan di tahun-tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi tim papan tengah Bundesliga Jerman, melawan Frankfurt dapat menjadi tiket emas untuk Blaugrana jika benar-benar mampu mengendalikan permainan di kedua leg. Melirik catatan perjalanan di Liga Europa, Barcelona adalah salah satu kandidat terkuat di turnamen tier kedua Eropa tersebut.
Barcelona memang sempat kesulitan di menuju babak delapan besar. Mereka selalu gagal menang di leg pertama pada fase play-off dan babak 16 besar. Tapi, Pedri dan kawan-kawan selalu berhasil bangkit di leg kedua. Kubu Katalan sukses menyingkirkan tim kawakan seperti Napoli dan Galatasaray.
Kini di fase yang seharusnya lebih ketat, Barcelona mendapat lawan yang secara materi pemain berada jauh di bawah mereka. Nama striker Frankfurt, Jesper Lindstorm mungkin tidak akan terdengar menyeramkan di mata barisan pertahanan Barcelona. Kevin Trapp yang beberapa kali melapisi Manuel Neuer di timnas Jerman pun semestinya mudah ditaklukan Pierre-Emerick Aubameyang di sebagai juru gedor.
Bicara soal penyerang, Aubameyang kini menjadi momok baru. Setelah menyelesaikan proses transfer pada awal tahun ini, Barcelona langsung menjadikan bomber asal Gabon itu sebagai pilihan utama di lini depan. Di Liga Europa, Aubameyang selalu dimainkan dengan catatan dua gol dari empat laga.
Selain Aubameyang, satu pemain Barcelona yang sedang naik daun adalah Pedri. Eksistensi pemuda berusia 19 tahun itu menjadi oase bagi para Cules menanti pemain lincah dan eksplosif seperti Lionel Messi.
Di Liga Europa Pedri selalu menjadi starter. Turun dalam empat laga, pemain yang pernah gagal lolos seleksi akademi Real Madrid itu membuahkan satu gol.
Kehadiran Aubameyang dan Pedri diharapkan dapat menjadi dorongan rekan-rekan setimnya untuk tampil beringas. Sebab, mereka tidak akan mendapat petuah dari pemain senior, Dani Alves yang tidak tampil di Liga Europa akibat pembatasan kuota pemain.
Motivasi juga bisa didapatkan dari kemenangan besar 4-0 kontra Real Madrid dalam El Clasico sebagai modal kepercayaan diri yang cukup untuk tampil bebas lepas di lapangan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Momen Barcelona Jaga Gengsi
Xavi Hernandez memberikan dampak positif sejak datang ke Barcelona. (AP/Joan Monfort)
Meski Barcelona cenderung lebih diunggulkan dalam laga ini, mereka tidak boleh serta-merta mengangkat dagu menatap lawan. Sifat pongah akan menjadi senjata makan tuan bagi Barcelona jika ingin terus melaju ke ronde selanjutnya.
Ini bukan pertama kali Barcelona menghadapi tim dengan kualitas di bawah mereka. Ingatan publik belum sirna ketika Barcelona ditekuk Glasgow Celtic dengan skor tipis 1-2 saat bertandang ke Celtic Park, November 2012 lalu. Sederet megabintang seperti Messi, Xavi, dan Andres Iniesta tidak berdaya menghadapi rapinya strategi Celtic meski tak diisi pemain kelas dunia.
Memori itu menjadi petanda bahwa Barcelona perlu waspada atas siapapun lawan yang mereka hadapi. Xavi yang menjadi saksi hidup kekalahan kontra Celtic, mesti mengambil pelajaran saat menghadapi Frankfurt.
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona juga mengantongi rapor merah kala bersua tim asal Jerman. Bayern Muenchen menjadi tim yang paling hobi mempermalukan Barcelona di panggung Eropa. Barcelona selalu menelan kekalahan kontra Die Roten dalam empat pertemuan terakhir.
Barcelona patut waspada dengan Frankfurt. (REUTERS/SUSANA VERA) |
Sebaliknya, Frankfurt justru memiliki catatan apik saat berhadapan dengan tim Spanyol. Mereka melangkah ke perempatfinal setelah mengalahkan Real Betis dengan agregat 3-2. Frankfurt bisa sedikit belajar cara Bayern Muenchen mengalahkan Barcelona.
Menantang Frankfurt pun bakal menjadi ujian Xavi yang hadir dengan secuil pengalaman kepelatihan. Ia perlu meramu formula tepat untuk merebut kemenangan. Ia juga bisa mengedepankan kedekatan emosional dengan para pemain.
Pola 4-3-3 masih menjadi andalan Xavi untuk membangun serangan dari sisi kanan dan kiri lapangan. Trio lini depan yang diisi Ferran Torres, Aubameyang, dan Ousmane Dembele dapat menjadi kunci untuk mencetak gol cepat.
Mantan pelatih Al-Sadd itu perlu sadar timnya merupakan sorotan dunia. Tampil di turnamen kasta kedua sebenarnya sudah menjadi tamparan keras bagi Barcelona. Jika gugur di Liga Europa di tangan Frankfurt, entah akan seperti apa cercaan dan cibiran yang diterima Barcelona.
Namun jika Barcelona mampu tampil meyakinkan dan melenggang ke semifinal, perlahan-lahan rispek publik akan kembali ke pangkuan tim. Terlebih lagi jika mampu keluar sebagai juara. Satu gelar Liga Europa musim ini tentu akan menjadi pembuktian Barcelona bahwa mereka belum habis setelah ditinggal Messi, sekaligus menjadi penegas Xavi sebagai orang yang tepat untuk menyelamatkan tim.
Barcelona patut waspada dengan Frankfurt. (REUTERS/SUSANA VERA)