Jakarta, CNN Indonesia -- Pebulutangkis ganda putra Mohammad Ahsan dikenal sebagai sosok yang lekat dengan keislaman yang kuat. Namun, kesalehan Ahsan tidak melunturkan profesionalitasnya sebagai atlet.
Ahsan tetap mampu tampil maksimal di kejuaraan level elite ketika sedang berpuasa Ramadan. Hal itu ia buktikan saat berlaga di Korea Open dan Badminton Asia Championship (BAC) selama April 2022.
Bersama Hendra Setiawan, Ahsan menembus partai semifinal Korea Open sekaligus meraih medali perak dan babak 16 besar (BAC) 2022 di Filipina. Dengan kondisi fisik yang belum prima akibat cedera di All England 2022, sepak terjang Ahsan pada kejuaraan selama Ramadan 2022 mengindikasikan bahwa dirinya masih bisa tampil apik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dan Hendra siap melanjutkan perjuangan di Piala Thomas 2022, 8-15 Mei mendatang. Meski turnamen yang berlangsung di Bangkok itu bergulir beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri, Ahsan mengaku dirinya terpaksa tak bisa pulang ke Indonesia di jeda kompetisi.
"Kemungkinan Lebaran di Thailand, setelah dari Filipina langsung ke Thailand. Soalnya program turnamen [dari PBSI] kan empat minggu," kata Ahsan saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Merayakan Idulfitri di luar negeri sudah menjadi hal yang biasa bagi atlet kelahiran Palembang, 7 September 1987 itu. Ahsan bahkan sudah lupa berapa kali absen dalam perayaan Idulfitri di Indonesia selama karier profesionalnya dalam dunia tepuk bulu.
 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juara BWF World Tour Super Series 2019. (Foto: Dok. PBSI) |
Tetapi, ia ingat saat pertama kali 'berlebaran' di luar negeri ketika berkompetisi di kejuaraan dunia bulu tangkis, BWF World Championship 2013 di Guangzhou, China. Tanggal turnamen yang berlangsung 5-11 Agustus 2013 bentrok dengan Hari Raya Idulfitri yang saat itu jatuh pada 7-8 Agustus.
"Pernah beberapa kali. Pertama kali kayaknya [tahun] 2013 di Guangzhou," ujar Ahsan.
Kalender turnamen dan Hari Raya Idulfitri yang beririsan terpaksa membuat Ahsan tidak bisa melaksanakan salat ied di Guangzhou lantaran mendapat jadwal pertandingan.
"Saya tidak sempat salat ied karena [waktunya] bentrok dengan pertandingan," ucapnya.
Siasat Ahsan Melepas Rindu Keluarga di Luar Negeri
Mohammad Ahsan tak lupa bersilaturahmi dengan keluarga. (AFP/PEDRO PARDO)
Pengorbanan Ahsan berbuah manis lantaran berhasil mempersembahkan medali emas di nomor ganda putra bersama Hendra Setiawan. Mereka mengalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Sebagai gantinya, Ahsan merayakan Idulfitri dengan rekan-rekan sesama atlet jika kebetulan sedang berada di luar negeri. Hal itu menjadi satu-satunya cara untuk mengobati kerinduan terhadap anggota keluarga dan sanak saudara di Tanah Air.
Beruntung, teknologi komunikasi sudah lebih memudahkan Ahsan untuk menyapa istri dan ketiga anaknya.
"Saya merayakan [Idulfitri] dengan orang-orang yang ada, teman-teman atlet. Kalau komunikasi dengan keluarga paling video call atau lewat telepon," ujarnya.
Jarak adalah risiko yang harus Ahsan tanggung sebagai atlet. Ia tak bisa memilih-milih turnamen berdasarkan keinginan pribadi karena seluruh jadwal dan keikutsertaan atlet sudah diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan prospek tim.
Saat anak ketiganya, Aisyah Nayyara Ahsan lahir pun, Ahsan tidak bisa mendampingi sang istri dalam proses persalinan lantaran sedang berjuang di BWF World Tour Finals 2020 Thailand, Januari 2021 silam.
[Gambas:Instagram]
Ia sama sekali tak bisa pulang ke Indonesia karena serangkaian kejuaraan yang berlangsung selama sebulan penuh di Negeri Gajah Putih itu. Mau tak mau, untuk pertama kalinya Ahsan tidak bisa menemani sang istri melahirkan sang buah hati.
[Gambas:Photo CNN]
"Masya Allah, Alhamdulillah telah lahir putri kami dalam keadaan sehat walafiat. Sedih juga karena baru pertama kali nggak bisa nemenin istri bersalin karena tugas," tulis Ahsan di akun Instagram-nya.
"Semoga menjadi anak yang salehah dan selalu menjadi penyejuk hati orang tua dan keluarga. Aamiiinn yaa Rabb. Barakallah."
[Gambas:Video CNN]