Kisah Merana Ultras Garuda dan Hotel Fiktif Vietnam
CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mei 2022 10:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jurnalis asal Indonesia tertipu hotel fiktif di Vietnam. (CNNIndonesia.com/Abdul Susila)
Tak hanya Ultras Garuda, jurnalis Indonesia yang meliput SEA Games juga kena jebakan hotel fiktif. Tak tanggung-tanggung, jurnalis Goal.com bernama Alvino Hanafi ini tertipu dua kali selama berada di Vietnam.
Pertama saat baru tiba di Hanoi pada 3 Mei. Begitu sampai di Bandara Internasional Ha Noi, Alvino langsung memesan taksi menuju hotel sebagaimana yang dipesan kantornya dari Jakarta.
Tak dinyana, hotel tersebut telah berubah nama. Pandemi Covid-19 membuat bangunan berupa ruko tersebut dijual. Saat dikonfirmasi, sang pemilik mengaku sudah menjualnya kepada pengusaha lain.
Hanya saja pemilik tersebut tidak mengetahui mengapa hotel bekas miliknya itu masih aktif di aplikasi pemesanan hotel. Sebagai jalan keluar ia menawarkan hotel barunya di tempat berbeda.
Kejadian kedua terjadi selepas pertandingan Indonesia versus Thailand. Kebetulan pula Alvino turut bersama rombongan Ultras Garuda, di mana CNNIndonesia.com ikut mengantarkan Alvino ke hotelnya.
Setelah Ultras Garuda dapat hotel, jurnalis Indonesia melanjutkan perjalanan ke hotel masing-masing. Kebetulan, hotel CNNIndonesia.com paling jauh dibanding yang lainnya, sehingga dapat giliran pemungkas.
Sesampainya di lokasi 'Heaven Hotel 1' yang dipesan Alvino di alamat 36 ngo 154 Binh Thon, My Dinh 1, Nam Tu Liem, tak ada tanda-tanda perhotelan. Saat itu jam menunjukkan pukul setengah 12 malam.
Ini adalah kawasan yang berada di dalam jalan sempit dengan panti pijat mendominasi. Setelah dibantu supir, hotel tersebut ternyata sudah berubah nama menjadi tempat les bahasa Korea, Korean Academy.
"Sudah tertipu dua kali di Hanoi. Kapok menggunakan aplikasi pemesanan hotel yang populer di Indonesia. Saya sarankan kalau mau pesan hotel di Vietnam memakai aplikasi populer di sini saja," kata Alvino.
Berdasarkan keterangan supir, aplikasi yang populer adalah Agoda. Aplikasi ini rajin memperbarui status hotel yang disewakan sehingga kecil kemungkinan mendapati hotel yang fiktif.
Karena sudah dini hari, malam ini Alvino menumpang menginap di hotel CNNIndonesia.com. Pagi harinya ia melapor ke kantor dan aplikasi tersebut bersedia mengembalikan biaya pemesanan.
(abs/jal)
Hanoi, CNN Indonesia --
Kamis (20/5) malam itu mimik Ipul [nama panggilan] dan dua rekannya resah. Mereka baru tiba di Hanoi dari Nam Dinh menonton Timnas Indonesia di SEA Games 2021 (2022).
Kebetulan malam itu CNNIndonesia.com menggunakan shuttle bus yang sama dengan Ultras Garuda. Berpatokan pada alamat dari pemesanan Traveloka dibantu Google Map, berhentilah bus di titik sesuai arahan.
Supir bus memberhentikan mobil tepat di 49 Hang Bai, Hang Bai Ward, Hoan Kiem District, Hanoi. Ipul bersama rekannya lantas mencari penginapan bernama 'Joy Hotel' di sekitar Hang Bai, menyesuaikan alamat.
Setelah berputar-putar, bahkan hingga masuk gang-gang sempit dan naik ke lantai atas sebuah bangunan, hotel yang dicari tidak ketemu. Upaya menemukan hotel dengan bertanya ke warga sekitar pun tak membuahkan hasil.
Saat sedang dalam kondisi linglung begitu, tampak sebuah tulisan bercahaya redup di seberang jalan, 'Indonesia'. Ternyata lokasi hotel yang sedang dicari Ultras Garuda tersebut berada di seberang Kedubes Indonesia.
Ipul dan rekannya, ditemani CNNIndonesia.com dan wartawan media lainnya, memberanikan diri mengetuk pintu Kedubes. Setelah dipersilahkan menunggu oleh polisi, perwakilan Kedubes keluar.
Namanya Fajar, orang Indonesia yang bekerja di Kedubes. Ia keluar dengan mengenakan jersey merah Timnas Indonesia. "Baru juga pulang ini dari Nam Dinh nonton Timnas Indonesia," kata Fajar.
Setelah duduk perkaranya diterangkan, Fajar meminta bantuan polisi yang berjaga di Kedubes untuk mencarikan alamat. Lewat sang polisi akhirnya ditemukan lokasi yang dicari-cari tersebut.
Sayangnya, bangunan bertuliskan 'Joy Hotel' tersebut telah berubah menjadi rumah tinggal. Ketika pintu rumah itu diketuk, ia menyebut tempat tinggalnya itu bukanlah sebuah hotel sebagaimana diiklankan.
Nomor telepon yang tertera dalam aplikasi pemesanan hotel tersebut ketika dikontak menyebut hotel tutup di masa pandemi. Ia adalah mantan karyawan yang nomornya tanpa izin dicantumkan.
Setelah dipastikan hotel tersebut fiktif, Ipul dan rekan serta sepasang suami istri yang ikut bersama Ultras Garuda mencari hotel baru dengan biaya sebesar 900 ribu dong atau setara Rp570 ribu.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Wartawan Dua Kali Tertipu
Jurnalis asal Indonesia tertipu hotel fiktif di Vietnam. (CNNIndonesia.com/Abdul Susila)
Tak hanya Ultras Garuda, jurnalis Indonesia yang meliput SEA Games juga kena jebakan hotel fiktif. Tak tanggung-tanggung, jurnalis Goal.com bernama Alvino Hanafi ini tertipu dua kali selama berada di Vietnam.
Pertama saat baru tiba di Hanoi pada 3 Mei. Begitu sampai di Bandara Internasional Ha Noi, Alvino langsung memesan taksi menuju hotel sebagaimana yang dipesan kantornya dari Jakarta.
Tak dinyana, hotel tersebut telah berubah nama. Pandemi Covid-19 membuat bangunan berupa ruko tersebut dijual. Saat dikonfirmasi, sang pemilik mengaku sudah menjualnya kepada pengusaha lain.
Hanya saja pemilik tersebut tidak mengetahui mengapa hotel bekas miliknya itu masih aktif di aplikasi pemesanan hotel. Sebagai jalan keluar ia menawarkan hotel barunya di tempat berbeda.
Kejadian kedua terjadi selepas pertandingan Indonesia versus Thailand. Kebetulan pula Alvino turut bersama rombongan Ultras Garuda, di mana CNNIndonesia.com ikut mengantarkan Alvino ke hotelnya.
Setelah Ultras Garuda dapat hotel, jurnalis Indonesia melanjutkan perjalanan ke hotel masing-masing. Kebetulan, hotel CNNIndonesia.com paling jauh dibanding yang lainnya, sehingga dapat giliran pemungkas.
Sesampainya di lokasi 'Heaven Hotel 1' yang dipesan Alvino di alamat 36 ngo 154 Binh Thon, My Dinh 1, Nam Tu Liem, tak ada tanda-tanda perhotelan. Saat itu jam menunjukkan pukul setengah 12 malam.
Ini adalah kawasan yang berada di dalam jalan sempit dengan panti pijat mendominasi. Setelah dibantu supir, hotel tersebut ternyata sudah berubah nama menjadi tempat les bahasa Korea, Korean Academy.
"Sudah tertipu dua kali di Hanoi. Kapok menggunakan aplikasi pemesanan hotel yang populer di Indonesia. Saya sarankan kalau mau pesan hotel di Vietnam memakai aplikasi populer di sini saja," kata Alvino.
Berdasarkan keterangan supir, aplikasi yang populer adalah Agoda. Aplikasi ini rajin memperbarui status hotel yang disewakan sehingga kecil kemungkinan mendapati hotel yang fiktif.
Karena sudah dini hari, malam ini Alvino menumpang menginap di hotel CNNIndonesia.com. Pagi harinya ia melapor ke kantor dan aplikasi tersebut bersedia mengembalikan biaya pemesanan.