4 Pelajaran Penting untuk PBSI Usai Indonesia Open

CNN Indonesia
Senin, 20 Jun 2022 08:19 WIB
4 Pelajaran Penting untuk PBSI Usai Indonesia Open
Apriyani/Siti Fadia tampil bagus(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Open telah selesai dan berikut sejumlah hal yang bisa diperhatikan oleh PBSI terkait penampilan atlet-atlet Indonesia.

Indonesia gagal meraih gelar di Indonesia Open edisi tahun ini. Kegagalan itu bahkan diwarnai catatan buruk lantaran tidak ada wakil di babak semifinal, pertama kalinya dalam sejarah turnamen.

Berikut sejumlah hal yang bisa terlihat di Indonesia Open dan patut dijadikan perhatian oleh PBSI:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Indonesia Sedang Minim Nomor Andalan

PBSI harus menyadari bahwa kondisi di titik ini, Indonesia tengah minim nomor andalan bila mengikuti sebuah turnamen. Hanya nomor ganda putra yang bisa dijadikan andalan.

Begitu nomor ganda putra gagal juara, kemungkinan besar hal itu akan langsung berpengaruh pada peluang Indonesia meraih gelar. Hal itu sudah terbukti di Indonesia Open.

2. Nomor Ganda Putra Indonesia Berjuang Lawan Cedera

Sebagai nomor paling diandalkan, ganda putra Indonesia kini sedang diterpa masalah cedera. Yeremia Rambitan yang tampil menjanjikan mengalami masalah cedera lutut di perempat final.

Yeremia disebut bakal absen selama 3-6 bulan ke depan. Pemulihan Yeremia patut jadi perhatian utama PBSI lantaran Yeremia masih muda dan jadi salah satu atlet potensial untuk masa depan.

Banner video highlights MotoGP 2022

Satu hal lain kondisi Marcus Fernaldi Gideon juga belum 100 persen pulih pascaoperasi. Penampilan Kevin/Marcus di Indonesia Open pun terlihat belum maksimal.

Dengan demikian, di turnamen-turnamen berikutnya, tumpuan untuk meraih juara bakal ada di pundak Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Axelsen Sulit Dihentikan,

Apriyani/Siti Fadia tampil bagus(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

3. Viktor Axelsen Masih Sulit Dihentikan

Viktor Axelsen masih menunjukkan performa impresif dan konsisten. Pebulutangkis Denmark ini kembali memperlihatkan bahwa dirinya bisa bermain di level tinggi untuk dua pekan beruntun.

Dominasi Axelsen di nomor tunggal putra tentu juga jadi salah satu pekerjaan rumah bagi PBSI. Anthony Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan pemain-pemain lain serta tim pelatih harus bisa mencari solusi untuk meredam permainan Axelsen di perjumpaan berikutnya.

Anthony Ginting sudah bisa kembali bermain dengan percaya diri meski kalah di dua laga lawan Axelsen di Indonesia.Hal itu bisa jadi modal awal untuk menaklukkan Axelsen di pertemuan berikutnya.

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen mencium anaknya di atas podium usai menjuarai final Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/6/2022). Viktor Axelsen berhasil menjadi juara usai mengalahkan tunggal putra China Zhao Jun Peng 21-9, 21-10. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym.Viktor Axelsen masih sulit dihentikan di lapangan. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

4. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Menunjukkan Awal yang Menggembirakan

Di balik kegagalan Indonesia meraih gelar, penampilan Apriyani Rahayu/Siti Fadia adalah salah satu hal yang paling menggembirakan.

Sebagai pasangan anyar, Apriyani/Fadia tampil apik dan bisa menembus final Indonesia Masters serta perempat final Indonesia Open

Dari semua laga yang dimainkan, Apriyani/Fadia menunjukkan kolaborasi apik dan adaptasi yang makin bagus di lapangan. Keputusan Eng Hian menduetkan Apriyani dengan Siti Fadia sejauh ini terbilang jadi keputusan yang tepat.

Dengan modal emas SEA Games serta performa apik Apriyani/Fadia di dua seri Indonesia, ganda ini punya harapan cerah untuk bisa jadi andalan Indonesia meraih gelar dari nomor ganda putri di waktu mendatang. Potensi Apriyani/Siti Fadia tentu harus bisa dimaksimalkan oleh PBSI.



LIHAT SELENGKAPNYA