Jakarta, CNN Indonesia -- Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva berhasil melesat dengan cepat di ranking BWF. Berikut rahasia keberhasilan Apriyani/Fadia.
Apriyani/Fadia mulai dipasangkan di ajang SEA Games 2021 yang berlangsung di Mei 2022. Di ajang tersebut, Apriyani/Fadia bisa merebut medali emas.
Setelah sukses di ajang SEA Games, Apriyani/Fadia berhasil melanjutkan kiprah impresif mereka di ajang BWF Tour. Dari lima seri turnamen yang diikuti, Apriyani/Fadia bisa tiga kali menembus babak final dengan dua kali sukses jadi juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua gelar juara didapatkan Apriyani/Fadia di ajang Malaysia Open dan Singapore Open, serta satu posisi runner up di Indonesia Masters. Apriyani/Fadia juga mampu menembus babak perempat final di ajang Indonesia Open dan Malaysia Masters.
Performa impresif Apriyani/Fadia membuat mereka dengan cepat melesat ke peringkat 42 dunia saat ini.
Berikut lima kunci keberhasilan Apriyani/Fadia bisa cepat meroket di ranking BWF menurut CNNIndonesia.com:
Apriyani Bisa Hadir Sebagai Pembimbing
Dalam beberapa tahun terakhir, Apriyani terbilang berada di bawah bimbingan Greysia Polii. Selepas Greysia pensiun, Apriyani bisa beradaptasi menjadi pembimbing dengan sangat baik.
Apriyani bisa memimpin Fadia di lapangan dengan gemilang, terutama dari cara komunikasi. Apriyani mampu membuat Fadia bisa mengeluarkan potensi terbaiknya di lapangan lewat gesture, gerak, dan motivasi sepanjang laga.
 Apriyani/Fadia bisa mengimbangi ganda top 10 dunia. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Fadia Tak Demam Panggung
Siti Fadia Silva mendapat kesempatan emas dengan diduetkan dengan Apriyani Rahayu yang telah memenangkan emas Olimpiade. Fadia lalu bisa memaksimalkan kesempatan itu dengan baik.
Fadia tidak terlihat demam panggung dan bisa langsung tampil kompak di samping Apriyani. Fadia seolah memahami bahwa kesempatan emas yang datang padanya ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut>>>
Perencanaan Eng Hian dan Gaya Main Menyerang
Apriyani bisa membimbing Fadia dengan baik. (Arsip PBSI)
Perencanaan Matang Eng Hian
Selepas Olimpiade 2020 di 2021 berakhir, Eng Hian sadar bahwa cepat atau lambat Greysia Polii akan pensiun dan Apriyani butuh pasangan baru. Karena itu Eng Hian sudah sejak lama melakukan proyeksi dan pemetaan calon pasangan Apriyani.
Dari beberapa nama calon, Eng Hian akhirnya menetapkan Siti Fadia Silva sebagai rekan baru bagi Apriyani. Persiapan yang matang dan panjang membuat duet Apriyani/Fadia bisa punya start yang bagus sejak dipasangkan.
Pola Main Menyerang
Sejak dipasangkan, Apriyani/Fadia berhasil menyajikan pola permainan yang bertipe menyerang dan agresif. Permainan Apriyani/Fadia benar-benar memikat penonton.
Alur serangan mereka tertata dengan baik, begitu pula dengan rotasi dan pembagian zona di lapangan. Apriyani dan Fadia bisa sama baiknya, baik ketika di depan net ataupun saat berada di baseline.
 Apriyani/Fadia menghadirkan gaya menyerang. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Gaya main yang ofensif ini turut membantu Apriyani/Fadia bisa melejit dan setidaknya selalu menembus babak delapan besar di tiap turnamen yang mereka ikuti.
Gaya Main yang Belum Terbaca
Salah satu keuntungan pasangan baru adalah gaya main yang belum terbaca dan dihafal oleh lawan-lawannya, termasuk barisan ganda putri top dunia. Hal ini yang bisa dioptimalkan dengan baik oleh Apriyani/Fadia.
Berkat kondisi lawan masih meraba kekuatan Apriyani/Fadia, Apriyani/Fadia bisa lebih sering mengendalikan jalannya permainan.
Setelah ini, perjuangan Apriyani/Fadia akan lebih menantang seiring makin banyaknya rekaman pertandingan mereka yang terus dihafal dan dipelajari lawan.
[Gambas:Video CNN]