Persib baru dua kali menang dari empat laga. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Luis Millapunya setumpuk masalah yang harus diselesaikan begitu menangani Persib Bandung. Berikut tiga cara yang bisa dilakukan Milla untuk mendongkrak performa Persib.
Milla belum bisa mendampingi Persib saat menjamu Bali United pada Senin (23/8). Meski sudah resmi mendapat kontrak dua musim, pelatih asal Spanyol ini belum didaftarkan ke operator kompetisi.
Nama Milla belum masuk daftar ofisial Persib di Liga 1 2022/2023 karena harus melakukan registrasi. Dalam registrasi ini sejumlah persyaratan, seperti visa kerja dan tinggal, harus dipenuhi.
Namun demikian Milla tetap bisa memimpin latihan tim. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini bisa langsung turun tangan ke Lapangan Sidolig, lokasi latihan Persib, sebelum laga melawan PSM Makassar.
Awalnya pertandingan PSM kontra Persib di Stadion BJ Habibie akan berlangsung pada Minggu (28/8). Namun pertandingan ini ditunda sehari (29/8) karena PSM baru pulang dari Kuala Lumpur untuk melakoni laga Piala AFC.
Berikut ini tiga cara yang sekiranya perlu dilakukan Milla bersama Maung Bandung, sebutan Persib, agar bisa tampil garang kembali di Liga 1.
Pertajam Lini Depan
Sejatinya lini depan Persib sangat menjanjikan. Tim berjulukan Pangeran Biru ini punya David da Silva, Ciro Alves, dan Ezra Walian, sebagai ujung tombak. Belum lagi Ferdiansyah Cecep dan Ridwan Ansori.
Dari lima pemain itu, baru Da Silva yang mencetak gol, yakni enam gol. Dua striker lainnya, Ezra dominan menjadi cadangan dan Ciro baru pulih dari cedera.
Statistik memperlihatkan total ada 67 tembakan yang diciptakan dari enam pertandingan. Dari jumlah itu 23 di antaranya tepat sasaran dan hanya sembilan yang bisa dikonversi menjadi gol.
Ini memperlihatkan bahwa daya serang Persib cukup tinggi, tetapi tingkat efektivitasnya masih rendah. Karenanya pula perlu mengasah dan mempertajam persoalan menuntaskan peluang.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Perkukuh Pertahanan
Laman Transfermarkt mencatat Persib sebagai tim dengan harga pasar paling tinggi kedua, di bawah Persija Jakarta. Tak dimungkiri komposisi pertahanan Persib pada musim ini juga cukup mewah.
Masalahnya pertahanan Persib butut. Dari enam laga ada 13 gol yang bersarang ke gawang Tim Pangeran Biru. Ini tak lain karena lini pertahanan Persib tidak lengkap.
Selain karena Victor Igbonefo masih absen karena cedera, penggantinya sudah sama tuanya, Achmad Jufriyanto. Satu-satunya bek yang diandalkan adalah Nick Kuipers.
Sementara penjaga gawang Teja Paku Alam yang musim lalu tampil cukup bagus masih belum bisa merumput karena cedera.
Sejatinya ada bek lainnya, seperti Kakang Rudianto, Eriyanto, juga Rachmat Irianto. Karena itu tugas Milla begitu datang adalah memperkukuh pertahanan dengan komposisi pemain yang ada.
Persib masih berada di papan bawah hingga pekan keenam Liga 1. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Naikkan Mentalitas
Sebagai tim bertabur bintang, nama besar Persib bisa membuat gentar lawan. Hanya saja permainan yang ditampilkan Febri Hariyadi dan kawan-kawan malah sebaliknya.
Selain karena ada faktor-faktor teknis, ini juga tak lepas dari faktor mentalitas. Kekalahan demi kekalahan dan peristiwa kerusuhan saat pramusim Piala Presiden sedikit banyak memengaruhi.
Salah satu bukti mentalitas tim Persib sering terganggu adalah setelah Robert Rene Albert mundur. Ketika itu dua pemain senior Persib memacu motivasi tim dan hasilnya menang atas PSS Sleman.
Faktor mentalitas ini bisa dibilang paling krusial. Jika mentalitas pemain naik, kemenangan demi kemenangan bukan tak mungkin akan tercapai seperti yang didambakan Bobotoh.
Luis Millapunya setumpuk masalah yang harus diselesaikan begitu menangani Persib Bandung. Berikut tiga cara yang bisa dilakukan Milla untuk mendongkrak performa Persib.
Milla belum bisa mendampingi Persib saat menjamu Bali United pada Senin (23/8). Meski sudah resmi mendapat kontrak dua musim, pelatih asal Spanyol ini belum didaftarkan ke operator kompetisi.
Nama Milla belum masuk daftar ofisial Persib di Liga 1 2022/2023 karena harus melakukan registrasi. Dalam registrasi ini sejumlah persyaratan, seperti visa kerja dan tinggal, harus dipenuhi.
Namun demikian Milla tetap bisa memimpin latihan tim. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini bisa langsung turun tangan ke Lapangan Sidolig, lokasi latihan Persib, sebelum laga melawan PSM Makassar.
Awalnya pertandingan PSM kontra Persib di Stadion BJ Habibie akan berlangsung pada Minggu (28/8). Namun pertandingan ini ditunda sehari (29/8) karena PSM baru pulang dari Kuala Lumpur untuk melakoni laga Piala AFC.
Berikut ini tiga cara yang sekiranya perlu dilakukan Milla bersama Maung Bandung, sebutan Persib, agar bisa tampil garang kembali di Liga 1.
Pertajam Lini Depan
Sejatinya lini depan Persib sangat menjanjikan. Tim berjulukan Pangeran Biru ini punya David da Silva, Ciro Alves, dan Ezra Walian, sebagai ujung tombak. Belum lagi Ferdiansyah Cecep dan Ridwan Ansori.
Dari lima pemain itu, baru Da Silva yang mencetak gol, yakni enam gol. Dua striker lainnya, Ezra dominan menjadi cadangan dan Ciro baru pulih dari cedera.
Statistik memperlihatkan total ada 67 tembakan yang diciptakan dari enam pertandingan. Dari jumlah itu 23 di antaranya tepat sasaran dan hanya sembilan yang bisa dikonversi menjadi gol.
Ini memperlihatkan bahwa daya serang Persib cukup tinggi, tetapi tingkat efektivitasnya masih rendah. Karenanya pula perlu mengasah dan mempertajam persoalan menuntaskan peluang.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pertahanan Sampai Soal Mental
Luis Milla jadi harapan perbaikan performa Persib Bandung. (Dok. Persib Bandung)
Perkukuh Pertahanan
Laman Transfermarkt mencatat Persib sebagai tim dengan harga pasar paling tinggi kedua, di bawah Persija Jakarta. Tak dimungkiri komposisi pertahanan Persib pada musim ini juga cukup mewah.
Masalahnya pertahanan Persib butut. Dari enam laga ada 13 gol yang bersarang ke gawang Tim Pangeran Biru. Ini tak lain karena lini pertahanan Persib tidak lengkap.
Selain karena Victor Igbonefo masih absen karena cedera, penggantinya sudah sama tuanya, Achmad Jufriyanto. Satu-satunya bek yang diandalkan adalah Nick Kuipers.
Sementara penjaga gawang Teja Paku Alam yang musim lalu tampil cukup bagus masih belum bisa merumput karena cedera.
Sejatinya ada bek lainnya, seperti Kakang Rudianto, Eriyanto, juga Rachmat Irianto. Karena itu tugas Milla begitu datang adalah memperkukuh pertahanan dengan komposisi pemain yang ada.
Persib masih berada di papan bawah hingga pekan keenam Liga 1. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Naikkan Mentalitas
Sebagai tim bertabur bintang, nama besar Persib bisa membuat gentar lawan. Hanya saja permainan yang ditampilkan Febri Hariyadi dan kawan-kawan malah sebaliknya.
Selain karena ada faktor-faktor teknis, ini juga tak lepas dari faktor mentalitas. Kekalahan demi kekalahan dan peristiwa kerusuhan saat pramusim Piala Presiden sedikit banyak memengaruhi.
Salah satu bukti mentalitas tim Persib sering terganggu adalah setelah Robert Rene Albert mundur. Ketika itu dua pemain senior Persib memacu motivasi tim dan hasilnya menang atas PSS Sleman.
Faktor mentalitas ini bisa dibilang paling krusial. Jika mentalitas pemain naik, kemenangan demi kemenangan bukan tak mungkin akan tercapai seperti yang didambakan Bobotoh.