Didesak Pensiun, Ahsan/Hendra Anggap Angin Lalu

CNN Indonesia
Rabu, 31 Agu 2022 06:25 WIB
Didesak Pensiun, Ahsan/Hendra Anggap Angin Lalu
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sadar risiko sebagai atlet. (Arsip PBSI)

Sikap Mohammad Ahsan tidak jauh berbeda dengan Hendra Setiawan soal tuntutan mundur dari bulutangkis tersebut.

Sekalipun diserang dengan perkataan negatif, Ahsan bergeming. Ahsan sadar tidak semua orang harus menyukai pencapaian The Daddies.

"Kita kan tidak bisa berekspektasi semua komentar bakal baik-baik. Nabi Muhammad saja masih ada yang tidak suka, apalagi saya yang masih banyak salah," tutur Ahsan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh lagi Ahsan tahu, mendapat tekanan dari penggemar ataupun netizen jadi bagian risiko sebagai atlet.

"Sebelumnya saya juga pernah dapat komentar-komentar negatif. Saya bilang ke keluarga bahwa memang seperti ini risiko jadi atlet. Kalau lagi kalah, semuanya jadi kelihatan salah," ujar pemilik tiga emas, dua perak, dan satu perunggu di Kejuaraan Dunia ini.

Kegagalan juara di Kejuaraan Dunia 2022 lalu bukan terjadi begitu saja. Melainkan dari upaya keras meraih gelar juara dunia keempat. Akan tetapi menurut Ahsan, Aaron/Son tampil lebih bagus pada partai puncak tersebut.

"Pada awalnya, kami unggul saat permainan berlangsung adu drive. Namun setelah itu mereka mengubah strategi dan bermain full defensif. Kuncinya memang ada di gim pertama," ucap Ahsan.

Banner Testimoni

"Setelah kalah tentu ada perasaan kecewa. Namun ya memang hasilnya seperti ini harus diterima dengan legowo," katanya menambahkan.

Ahsan mengaku tidak akan terganggu dengan komentar miring di media sosial. Dengan tegas Ahsan mengatakan tidak berminat menanggapi tuntutan mundur tersebut.

"Kalau komentar untuk pensiun itu datang dari pelatih atau sponsor, mungkin saya baru akan menjawab dan ikut berkomentar. Tetapi selebihnya, saya tidak akan menanggapi."



(sry)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menganggap desakan pensiun usai Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 di Jepang sebagai angin lalu.

Pasangan berjulukan The Daddies itu memiliki tidak ambil pusing dengan derasnya tuntutan gantung raket setelah gagal gelar juara dunia keempat.

Ahsan/Hendra meraih posisi runner up Kejuaraan Dunia 2022 setelah kalah dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 19-21, 14-21, akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kekalahan itu permintaan mundur dari bulutangkis, khususnya dari netizen, muncul menghampiri Ahsan dan Hendra yang dianggap tidak lagi muda dan memberikan kesempatan kepada generasi muda. Tuntutan mundur tersebut menambah berat hari-hari Ahsan/Hendra setelah kekalahan di final.

"Saya tahu soal komentar-komentar netizen itu sudah agak malam karena setelah kalah saya tidak langsung main HP," kata Hendra kepada CNNIndonesia.com.

"Saya sendiri tidak terlalu memikirkan komentar-komentar yang ada," ucap Hendra menambahkan.

Hendra tidak sendirian menerima 'serangan' tersebut. Sang isteri Sandiani Arief juga ikut terkena imbas dari komentar yang menyudutkan andalan Indonesia itu.

"Saya bilang sama istri saya untuk tidak usah ambil pusing. Yang komentar seperti itu menurut saya tidak mengerti badminton," tutur Hendra.

Hendra punya alasan kuat untuk mengabaikan permintaan warganet yang dianggap aneh. Hendra ingin generasi muda dari ganda putra terbentuk secara alami dengan melewati senior mereka.

"Kalau mengalah, tentu mental pemain muda tidak akan terbentuk. Selain itu misalnya Fajar/Rian yang lolos ke final dan mereka kalah, nanti juga ada yang bilang seandainya Daddies yang lolos...," kata Hendra.

Saat ini Ahsan/Hendra masih menempati peringkat kedua dunia. Capaian itu jadi faktor lain yang membuat The Daddies masih layak melanjutkan karier mereka.

"Di tahun ini target kami adalah tetap berada di lima besar. Memang lawan-lawan tampil lebih bagus dibanding kami dalam final yang dimainkan. Saya harap kami bisa tampil lebih bagus di kesempatan selanjutnya," ujar pemain berusia 38 tahun ini.

Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>

Ahsan: Kalau Kalah Semua Jadi Salah

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sadar risiko sebagai atlet. (Arsip PBSI)

Sikap Mohammad Ahsan tidak jauh berbeda dengan Hendra Setiawan soal tuntutan mundur dari bulutangkis tersebut.

Sekalipun diserang dengan perkataan negatif, Ahsan bergeming. Ahsan sadar tidak semua orang harus menyukai pencapaian The Daddies.

"Kita kan tidak bisa berekspektasi semua komentar bakal baik-baik. Nabi Muhammad saja masih ada yang tidak suka, apalagi saya yang masih banyak salah," tutur Ahsan.

Lebih jauh lagi Ahsan tahu, mendapat tekanan dari penggemar ataupun netizen jadi bagian risiko sebagai atlet.

"Sebelumnya saya juga pernah dapat komentar-komentar negatif. Saya bilang ke keluarga bahwa memang seperti ini risiko jadi atlet. Kalau lagi kalah, semuanya jadi kelihatan salah," ujar pemilik tiga emas, dua perak, dan satu perunggu di Kejuaraan Dunia ini.

Kegagalan juara di Kejuaraan Dunia 2022 lalu bukan terjadi begitu saja. Melainkan dari upaya keras meraih gelar juara dunia keempat. Akan tetapi menurut Ahsan, Aaron/Son tampil lebih bagus pada partai puncak tersebut.

"Pada awalnya, kami unggul saat permainan berlangsung adu drive. Namun setelah itu mereka mengubah strategi dan bermain full defensif. Kuncinya memang ada di gim pertama," ucap Ahsan.

Banner Testimoni

"Setelah kalah tentu ada perasaan kecewa. Namun ya memang hasilnya seperti ini harus diterima dengan legowo," katanya menambahkan.

Ahsan mengaku tidak akan terganggu dengan komentar miring di media sosial. Dengan tegas Ahsan mengatakan tidak berminat menanggapi tuntutan mundur tersebut.

"Kalau komentar untuk pensiun itu datang dari pelatih atau sponsor, mungkin saya baru akan menjawab dan ikut berkomentar. Tetapi selebihnya, saya tidak akan menanggapi."

[Gambas:Video CNN]




HALAMAN:
1 2