Egy Maulana vs Witan, Yang Menang Indonesia
Egy dan Witan sama-sama menjadi sorotan pecinta sepak bola Tanah Air. Pertandingan Egy bersama Zlate Moravce dan Witan dengan AS Trencin selalu dinanti publik.
Bersama Zlate Moravce musim ini, Egy sudah mencatat 153 menit bermain dalam tiga pertandingan di Liga Slovakia dengan catatan satu assist. Pemain berusia 22 tahun itu sempat satu kali menjadi starter.
Sementara Witan sudah berlaga lima kali bersama Trencin. Winger berusia 20 tahun itu sudah berkontribusi mencetak dua gol dan satu assist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Egy bersama rekan-rekan setimnya sedang berusaha menaikkan posisi Zlate Moravce yang kini masih berada di papan bawah. Koleksi empat poin membenamkan tim besutan Jan Kocian di peringkat ke-11.
Kondisi lebih baik dialami Witan. Pasalnya Trencin kini berada di urutan ketujuh dengan torehan 11 poin. Egy dan Witan pun tentu mengincar kemenangan di laga Zlate Moravce vs AS Trencin.
Bicara kemungkinan duel Egy vs Witan otomatis akan beririsan soal ke-Indonesia-an. Siaran pertandingan Zlate Moravce vs AS Trencin tentu akan menjadi tontonan menarik bagi warga Indonesia.
Jika sama-sama dimainkan, Egy dan Witan akan membuktikan bahwa talenta dari Indonesia mampu bersaing di kompetisi Eropa. Tidak banyak pemain Indonesia yang mampu bertahan di benua yang menjadi kiblat Si Kulit Bundar.
Egy dan Witan layak menjadi contoh untuk terus mengejar mimpi setinggi mungkin. Kedua pemain itu perlahan mematahkan anggapan bahwa Indonesia hanya negeri populasi tinggi namun irit memproduksi pesepak bola andal.
Berkat mereka, sepak bola Indonesia semakin dikenal luas. Egy dan Witan berhasil menghidupkan mimpi-mimpi talenta sepak bola Indonesia untuk tetap yakin dalam mewujudkan cita-cita berkarier di seluruh penjuru dunia.
FC ViOn Zlate Moravce vs AS Trencin sejatinya hanya laga biasa di Liga Slovakia. Namun kehadiran Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman akan membuat pertandingan itu menjadi sejarah sekaligus kemenangan bagi Indonesia.
Egy dan Witan akan segera mencetak sejarah jika dimainkan di Zlate vs Trencin, Sabtu (3/9) pukul 23.00 WIB. Itu akan menjadi pertandingan profesional pertama bagi Egy dan Witan saling berhadapan membela tim yang berbeda.
Di Liga Slovakia momen pertama duel lawan rasa kawan itu bisa terwujud. Musim ini Egy berseragam Zlate Moravce sedangkan Witan membela AS Trencin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya kedua sahabat itu hanya berada di satu lapangan dalam seragam tim yang sama. Witan yang jebolan SKO Ragunan merupakan adik kelas Egy di sekolah khusus atlet tersebut. Di Piala Soeratin 2016, keduanya sama-sama membawa Persab Brebes--kini dipimpin 'Lord' Rangga 'Sunda Empire--meraih juara.
Talenta Egy tidak main-main, ia menjadi pemain terbaik Piala Soeratin 2016 sekaligus top skor dengan 22 gol. Itu menjadi salah satu modalnya dalam meniti karier profesional di luar negeri.
Jalur karier Egy dan Witan pun terpisah. Egy melanglang buana ke Eropa sementara Witan menjajaki dinamika sepak bola nasional terlebih dahulu bersama PSIM Yogyakarta.
Namun akhirnya Egy dan Witan kembali bertemu saat keduanya sama-sama direkrut FK Senica. 'Indonesia Connection' Egy dan Witan begitu terasa ketika keduanya tampil dalam satu lapangan.
Sayangnya FK Senica tersandung masalah keuangan sehingga terpaksa melepas Egy dan Witan kembali dari masa pinjaman ke Lechia Gdansk. Nasib kelanjutan karier mereka sempat simpang siur, namun terjawab saat Zlate Moravce mengumumkan Egy dan AS Trencin memperkenalkan Witan.
Asa pendukung di Indonesia pun kembali menyala. Pandangan mata kini menyorot dalam penantian duel Egy vs Witan. Harapan besar tentu menyasar kepada masing-masing klub agar memainkan dua penggawa Timnas Indonesia selama 90 menit penuh.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Duel Egy vs Witan Jadi Sorotan
Witan Sulaeman akan bertemu Egy Maulana sebagai lawan. (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)
Egy dan Witan sama-sama menjadi sorotan pecinta sepak bola Tanah Air. Pertandingan Egy bersama Zlate Moravce dan Witan dengan AS Trencin selalu dinanti publik.
Bersama Zlate Moravce musim ini, Egy sudah mencatat 153 menit bermain dalam tiga pertandingan di Liga Slovakia dengan catatan satu assist. Pemain berusia 22 tahun itu sempat satu kali menjadi starter.
Sementara Witan sudah berlaga lima kali bersama Trencin. Winger berusia 20 tahun itu sudah berkontribusi mencetak dua gol dan satu assist.
Egy bersama rekan-rekan setimnya sedang berusaha menaikkan posisi Zlate Moravce yang kini masih berada di papan bawah. Koleksi empat poin membenamkan tim besutan Jan Kocian di peringkat ke-11.
Kondisi lebih baik dialami Witan. Pasalnya Trencin kini berada di urutan ketujuh dengan torehan 11 poin. Egy dan Witan pun tentu mengincar kemenangan di laga Zlate Moravce vs AS Trencin.
Bicara kemungkinan duel Egy vs Witan otomatis akan beririsan soal ke-Indonesia-an. Siaran pertandingan Zlate Moravce vs AS Trencin tentu akan menjadi tontonan menarik bagi warga Indonesia.
Jika sama-sama dimainkan, Egy dan Witan akan membuktikan bahwa talenta dari Indonesia mampu bersaing di kompetisi Eropa. Tidak banyak pemain Indonesia yang mampu bertahan di benua yang menjadi kiblat Si Kulit Bundar.
Egy dan Witan layak menjadi contoh untuk terus mengejar mimpi setinggi mungkin. Kedua pemain itu perlahan mematahkan anggapan bahwa Indonesia hanya negeri populasi tinggi namun irit memproduksi pesepak bola andal.
Berkat mereka, sepak bola Indonesia semakin dikenal luas. Egy dan Witan berhasil menghidupkan mimpi-mimpi talenta sepak bola Indonesia untuk tetap yakin dalam mewujudkan cita-cita berkarier di seluruh penjuru dunia.
