Manchester United vs Arsenal: Bulan Madu Siapa yang Berakhir?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 03 Sep 2022 19:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Manchester United sedang dalam tren positif jelang duel lawan Arsenal. (REUTERS/CRAIG BROUGH)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam dunia psikologi, bulan madu disebut berlaku sebulan. Lalu, dalam pertemuan Manchester United vs Arsenal, bulan madu siapa yang kira-kira bakal berakhir?
Akhir pekan ini, dalam pertandingan pekan keenam Liga Inggris 2022/2023, Man Utd akan menjamu Arsenal di Stadion Old Trafford, Minggu (4/9). Ini merupakan laga besar Ten Hag lainnya di Man Utd.
Ten Hag baru saja mempersembahkan tiga kemenangan beruntun ke Man Utd. Pelatih asal Belanda tersebut berhasil mengubah mentalitas si Setan Merah yang pecundang kembali menjadi tim pemenang.
Usai takluk dari Brighton & Hove Albion (1-2) dan Brentford (0-4), Harry Maguire dan kawan-kawan melumat Liverpool (2-1), Southampton (1-0), dan Leicester City (1-0). Man Utd pun masuk klasemen lima besar.
Ini bisa dibilang salah satu efek bulan madu. Gelembung ajaib berupa new relationship energy (NRE) melambungkan gairah tim. Energi ini seperti membentuk koloni baru dan meledak lewat permainan eksplosif.
Jika mengacu kalender, masa bulan madu Ten Hag belum kedaluwarsa. Kemenangan pertamanya di Liga Inggris baru tercipta pada 23 Agustus. Hingga 4 September saat melawan Arsenal, masa honeymoon baru 11 hari.
Artinya, jika mengacu masa bulan madu adalah satu bulan, Ten Hag masih punya 18 hari lagi merasakan kebahagiaan-kebahagiaan luar biasa bersama Man Utd. Apakah ini pertanda MU bisa menaklukkan Arsenal?
Masalahnya Arsenal kini jadi tim paling konsisten di Liga Inggris 2022/2023. Bersama Mikel Arteta, The Gunners mulai bertransformasi menjadi jagoan dari London lagi dan siap menantang gelar juara.
Jika mengacu pada waktu, Arsenal sudah menjalani bulan madu indah bersama Mikel Arteta sejak pekan pertama pada 6 Agustus. Artinya, Arsenal sudah nyaris satu bulan menikmati momen indah penuh kemenangan.
Memang lawan yang dihadapi Arsenal bukan tim papan atas, tetapi lima kemenangan beruntun tak bisa dipandang sebelah mata. Kolektivitas dan soliditas permainan Martin Odegaard dan kawan-kawan tergambar jelas.
Arsenal sedang dalam performa apik di awal musim Liga Inggris. (REUTERS/MATTHEW CHILDS)
Duo Brasil, Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli tampil padu dan sama-sama telah membukukan tiga gol. Odegaard yang dipercaya menjadi kapten tim juga telah mengoleksi tiga gol dari lima laga.
Komposisi pertahanan Arsenal lewat Kieran Tierney, Gabriel Magalhaes, Ben White, dan William Saliba, pun kukuh. Mereka baru kebobolan empat kali atau tim kedua yang paling jarang 'digoyang' lawan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Jam terbang Mikel Arteta sebagai pelatih memang singkat, baru enam tahun. Ini kontras dengan Erik Ten Hag yang sudah sedekade melanglang buana sebagai pelatih.
Arteta mengawali karier kepelatihannya dengah menjadi asisten pelatih Manchester City pada 2016 dan pada 2019 menjadi pelatih kepala Arsenal. Meski kepayahan di awal kiprahnya, Arsenal tetap percaya ke Arteta.
Total ada 136 pertandingan yang dijalani lelaki asal Spanyol tersebut bersama Arsenal. Dari jumlah itu 76 kali menang, 22 kali imbang, dan 38 kali kalah. Persentase kemenangannya 55,9 persen.
Mari bandingkan dengan Ten Hag yang telah melakoni 442 resmi bersama lima klub. Dari jumlah itu pria plontos itu meraih 283 kemenangan, 75 kali imbang, dan 84 kekalahan. Persentase kemenangannya mencapai 64 persen.
Kecermatan dan kecerdikan Ten Hag menganalisis pertandingan pun sudah teruji. Hasil pertandingan melawan Liverpool bisa menjadi cerminan. Terobosan Ten Hag membuat racikan Jurgen Klopp mati kutu.
Namun Arteta pun bukan kaleng-kaleng. Musim lalu misalnya, strategi Arteta berhasil membuat Man Utd (3-1) dan Chelsea (4-2) tak berkutik. Kini Arsenal bahkan dalam 11 laga tak pernah kalah di semua ajang.
Setelah menelan dua kekalahan, Erik Ten Hag bisa meraup kemenangan dalam tiga laga terakhir. ( REUTERS/PHIL NOBLE)
Dalam situasi seperti ini, head to head serasa tak ada artinya. Jumlah 25 kemenangan Man Utd atas Arsenal yang berbanding 17 dari 60 pertemuan, sama sekali tak bisa menjadi acuan tebakan hasil.
Kini Arsenal sedang dalam era pembangunan Arteta, sedangkan Man Utd mencari suksesor tertepat setelah ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013. Ini duel era kebangkitan kedua tim.
Salah satu kunci Man Utd bisa meraih tiga kemenangan beruntun tak lain karena sistem pertahanan makin kukuh. Jor-joran Man Utd di bursa transfer dengan menjadi klub paling boros kedua mulai bertuah.
Adapun Arsenal dengan kesabarannya, seperti mengulang kisah Arsene Wenger pada 1996. Kini Arsenal seperti menemukan kembali filosofi permainan tim dan masuk lagi sebagai jajaran tim papan atas.
Pertanyaannya, apakah Arteta akan mengakhiri bulan madu Ten Heg bersama Man Utd di Liga Inggris musim ini? Atau malah Ten Hag menghentikan konsistensi si Meriam London untuk kembali ke papan tengah? Mari kita nanti.
Dalam dunia psikologi, bulan madu disebut berlaku sebulan. Lalu, dalam pertemuan Manchester United vs Arsenal, bulan madu siapa yang kira-kira bakal berakhir?
Akhir pekan ini, dalam pertandingan pekan keenam Liga Inggris 2022/2023, Man Utd akan menjamu Arsenal di Stadion Old Trafford, Minggu (4/9). Ini merupakan laga besar Ten Hag lainnya di Man Utd.
Ten Hag baru saja mempersembahkan tiga kemenangan beruntun ke Man Utd. Pelatih asal Belanda tersebut berhasil mengubah mentalitas si Setan Merah yang pecundang kembali menjadi tim pemenang.
Usai takluk dari Brighton & Hove Albion (1-2) dan Brentford (0-4), Harry Maguire dan kawan-kawan melumat Liverpool (2-1), Southampton (1-0), dan Leicester City (1-0). Man Utd pun masuk klasemen lima besar.
Ini bisa dibilang salah satu efek bulan madu. Gelembung ajaib berupa new relationship energy (NRE) melambungkan gairah tim. Energi ini seperti membentuk koloni baru dan meledak lewat permainan eksplosif.
Jika mengacu kalender, masa bulan madu Ten Hag belum kedaluwarsa. Kemenangan pertamanya di Liga Inggris baru tercipta pada 23 Agustus. Hingga 4 September saat melawan Arsenal, masa honeymoon baru 11 hari.
Artinya, jika mengacu masa bulan madu adalah satu bulan, Ten Hag masih punya 18 hari lagi merasakan kebahagiaan-kebahagiaan luar biasa bersama Man Utd. Apakah ini pertanda MU bisa menaklukkan Arsenal?
Masalahnya Arsenal kini jadi tim paling konsisten di Liga Inggris 2022/2023. Bersama Mikel Arteta, The Gunners mulai bertransformasi menjadi jagoan dari London lagi dan siap menantang gelar juara.
Jika mengacu pada waktu, Arsenal sudah menjalani bulan madu indah bersama Mikel Arteta sejak pekan pertama pada 6 Agustus. Artinya, Arsenal sudah nyaris satu bulan menikmati momen indah penuh kemenangan.
Memang lawan yang dihadapi Arsenal bukan tim papan atas, tetapi lima kemenangan beruntun tak bisa dipandang sebelah mata. Kolektivitas dan soliditas permainan Martin Odegaard dan kawan-kawan tergambar jelas.
Arsenal sedang dalam performa apik di awal musim Liga Inggris. (REUTERS/MATTHEW CHILDS)
Duo Brasil, Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli tampil padu dan sama-sama telah membukukan tiga gol. Odegaard yang dipercaya menjadi kapten tim juga telah mengoleksi tiga gol dari lima laga.
Komposisi pertahanan Arsenal lewat Kieran Tierney, Gabriel Magalhaes, Ben White, dan William Saliba, pun kukuh. Mereka baru kebobolan empat kali atau tim kedua yang paling jarang 'digoyang' lawan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Duel Cerdik Ten Hag vs Arteta
Arsenal jadi pemuncak klasemen Liga Inggris lewat lima kemenangan dari lima laga yang dijalani. (REUTERS/DAVID KLEIN)
Jam terbang Mikel Arteta sebagai pelatih memang singkat, baru enam tahun. Ini kontras dengan Erik Ten Hag yang sudah sedekade melanglang buana sebagai pelatih.
Arteta mengawali karier kepelatihannya dengah menjadi asisten pelatih Manchester City pada 2016 dan pada 2019 menjadi pelatih kepala Arsenal. Meski kepayahan di awal kiprahnya, Arsenal tetap percaya ke Arteta.
Total ada 136 pertandingan yang dijalani lelaki asal Spanyol tersebut bersama Arsenal. Dari jumlah itu 76 kali menang, 22 kali imbang, dan 38 kali kalah. Persentase kemenangannya 55,9 persen.
Mari bandingkan dengan Ten Hag yang telah melakoni 442 resmi bersama lima klub. Dari jumlah itu pria plontos itu meraih 283 kemenangan, 75 kali imbang, dan 84 kekalahan. Persentase kemenangannya mencapai 64 persen.
Kecermatan dan kecerdikan Ten Hag menganalisis pertandingan pun sudah teruji. Hasil pertandingan melawan Liverpool bisa menjadi cerminan. Terobosan Ten Hag membuat racikan Jurgen Klopp mati kutu.
Namun Arteta pun bukan kaleng-kaleng. Musim lalu misalnya, strategi Arteta berhasil membuat Man Utd (3-1) dan Chelsea (4-2) tak berkutik. Kini Arsenal bahkan dalam 11 laga tak pernah kalah di semua ajang.
Setelah menelan dua kekalahan, Erik Ten Hag bisa meraup kemenangan dalam tiga laga terakhir. ( REUTERS/PHIL NOBLE)
Dalam situasi seperti ini, head to head serasa tak ada artinya. Jumlah 25 kemenangan Man Utd atas Arsenal yang berbanding 17 dari 60 pertemuan, sama sekali tak bisa menjadi acuan tebakan hasil.
Kini Arsenal sedang dalam era pembangunan Arteta, sedangkan Man Utd mencari suksesor tertepat setelah ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013. Ini duel era kebangkitan kedua tim.
Salah satu kunci Man Utd bisa meraih tiga kemenangan beruntun tak lain karena sistem pertahanan makin kukuh. Jor-joran Man Utd di bursa transfer dengan menjadi klub paling boros kedua mulai bertuah.
Adapun Arsenal dengan kesabarannya, seperti mengulang kisah Arsene Wenger pada 1996. Kini Arsenal seperti menemukan kembali filosofi permainan tim dan masuk lagi sebagai jajaran tim papan atas.
Pertanyaannya, apakah Arteta akan mengakhiri bulan madu Ten Heg bersama Man Utd di Liga Inggris musim ini? Atau malah Ten Hag menghentikan konsistensi si Meriam London untuk kembali ke papan tengah? Mari kita nanti.