Alasan PSSI batal menggunakan JIS disebabkan standar stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu tidak sesuai. Terdapat beberapa aspek yang tidak memenuhi ketentuan PSSI untuk menyelenggarakan pertandingan.
'Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Match Day yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25% - 50% - 75% - 100% dari perhitungan maximum safety capacity,'' kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dikutip dari laman PSSI, Jumat (9/9).
Yunus menambahkan untuk ukuran JIS yang begitu megah dengan daya tampung 80 ribu kursi hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat dan itu dinilai sangat riskan. Padahal, menurutnya jika timnas main animo masyarakat untuk ber duyun-duyun ke stadion sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Yunus, untuk masuk stadion hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan jika bersamaan keluar akan memakan waktu yang lama.
''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,'' kata Yunus.
Yunus menambahkan kendala lain adalah biaya sewa stadion yang tinggi. Ia mengklaim tim sekelas Persija Jakarta pun lebih memilih stadion di Bekasi.
Saat ini PSSI masih dalam taraf pembicaraan dengan beberapa stadion untuk pertandingan kedua (27/9) di antaranya Stadion Pakansari, Bogor, dan Stadion Patriot, Bekasi.
(rhr/rhr/jun)