Cerita Bobotoh di Balik Sejarah Bubble Match Arema vs Persib
CNN Indonesia
Senin, 12 Sep 2022 21:34 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Aksi Aremania di tribune. (Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (11/9) menjadi sejarah dalam sepak bola Indonesia. Laga big match itu disaksikan oleh pendukung kedua tim.
Suporter Persib, Bobotoh mendapat sambutan hangat pendukung setia Arema FC, Aremania. Ini merupakan pertemuan pertama kedua suporter di tribune stadion sejak puluhan tahun terakhir.
Selain itu, ada hal yang menarik di laga tersebut. Bobotoh yang bertandang ke markas Arema dikawal pihak kepolisian sebelum, saat, dan sesudah pertandingan. Situasi ini dikenal sebagai pengamanan bubble match di Inggris.
Kepada CNNIndonesia.com, Ketua Viking Frontline Boys Club Tobias Ginanjar mengatakan ada banyak pihak yang sudah membantu kelancaran away kali ini. Mulai koordinasi Bobotoh dengan pihak kepolisian, panitia penyelenggara, dan tentunya keterbukaan dari Aremania.
"Ini sejarah baru dari bubble match di Indonesia ya. Kebiasaan-kebiasaan lama laga away (bertajuk duel panas) itu tidak boleh dihadiri oleh tim tamu dengan pertimbangan alasan keamanan dan sebagainya. Tapi kemarin itu sejarah karena pihak kepolisian berani 'mengamankan' dan pihak suporter pun baik tim tuan rumah membuka diri untuk menerima dan tim tamu pun membuka diri untuk memberangkatkan, maka terjadilah pertemuan kedua suporter di sana," kata Tobias saat dihubungi, Senin (12/9).
Tobias lantas menceritakan sistem bubble match di Liga Inggris. Di Inggris sendiri, pengamanan bubble match diterapkan pada partai-partai panas berpotensi kericuhan. Pihak kepolisian sudah menentukan pertandingan mana saja yang perlu pengamanan khusus dengan membagi tiga kategori level keamanan pertandingan.
"Di luar negeri sudah biasa karena mereka sarana dan prasarananya sangat mendukung baik stadion maupun infrastruktur lainnya. Kalau di Indonesia memang stadion-stadionnya belum mumpuni lah untuk memisahkan jalur antara suporter tim tamu dan tuan rumah. Jadi pasti akan bercampur," ungkapnya.
Sedangkan di laga Arema vs Persib, sejak kedatangan Bobotoh ke Malang, Aremania bersama para pentolannya memberikan sambutan khusus di Malang.
Kemudian saat pertandingan berlangsung, kedua suporter juga saling sapa sehingga tercipta suasana yang penuh kedamaian dari atas tribune Stadion Kanjuruhan.
Bahkan saat jeda pertandingan pentolan Aremania dan Bobotoh di antaranya Tobias Ginanjar, Heru Joko, Cecep, Doni Hooligan, Jarwo dan Keuyep turun ke lapangan dan berkeliling untuk menyampaikan pesan cinta untuk Aremania dan sepak bola Indonesia.
Seusai pertandingan Aremania mampu menunjukkan kedewasaannya dengan menerima kekalahan timnya 1-2 dari Persib. Selain itu, tak ada aksi tidak terpuji yang dilakukan suporter tuan rumah kepada tim tamu setelah laga berakhir.
Aremania juga memberikan ucapan selamat jalan dan menyalami satu per satu pendukung Persib saat hendak keluar dari stadion.
"Kalau kemarin itu karena sudah bercampur, sudah berkoordinasi, pihak kepolisian 'mengamankan' dari awal keberangkatan sampai kepulangan dan dari pihak tim tuan rumah pun perwakilannya sangat welcome, sangat membantu dan ikut mengawal juga. Kalaupun ada satu dua insiden kecil saya rasa itu hal wajar mengingat pertemuannya baru pertama kali, tapi menurut saya secara keseluruhan sudah sangat baik dan kondusif," ujar Tobias.
Tobias mengaku tak tahu persis soal jumlah Bobotoh yang hadir di Kanjuruhan. Namun, ia memperkirakan ada sekitar 500-600 orang.
"Kalau jumlah pasti real-nya saya kurang tahu pasti tapi kalau yang pesan tiket lewat tim kita yang sudah duluan sekitar 400-an. Tapi banyak teman-teman yang datang sudah punya tiket dengan cara dia beli sendiri. Perkiraan 500-600," tuturnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Rombongan Bobotoh memang datang dari sejumlah komunitas. Mereka menaiki sejumlah bus dan kendaraan mini bus dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Di Jawa Timur sendiri, ada beberapa basis Bobotoh. Mereka antusias untuk datang ke stadion ketika laga Persib di Malang.
"Di sekitar Jawa Timur banyak basis Bobotoh. Seperti di Malang itu banyak anak Bandung yang kuliah, ada yang kerja di Malang. Ketika ada momen seperti ini mereka berbondong-bondong ikut hadir," ujar Tobias.
Tobias berharap kesuksesan away ini bisa menjadi awal baru bagi perdamaian kedua belah suporter. Menurut pengalamannya, kali terakhir Bobotoh datang ke Malang sekitar 2002 lalu ketika Persib menghadapi Arema.
Ia menyebut, sambutan balasan pasti diupayakan Bobotoh saat Arema bertanding di Bandung.
"Tentunya kita membuka diri karena Bobotoh sudah diperlakukan dengan baik. Ketika putaran dua Arema akan ke sini, tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi itu agar bisa terjadi," ujarnya.
Meski begitu, Tobias tak mau menjual janji manis agar hal itu terlaksana. Keputusan bubble match di Bandung, ujungnya tetap ada di pihak kepolisian.
"Tentunya di Indonesia ini keputusan ada di pihak kepolisian, jadi kita juga tidak bisa sesumbar bahwa bisa datang atau enggak. Tapi kalau dari kita Bobotoh pastinya membuka diri mengingat kita di sana sudah disambut dengan baik. Keputusan final ada di pihak kepolisian. Kemarin saat di Malang kalau pihak kepolisian tidak mengizinkan, tidak jadi berangkat," tuturnya.
Untuk sambutan serupa di Bandung saat kedua tim bersua pada putaran kedua Liga 1, pihak Bobotoh dan Aremania bersepakat untuk menggelar koordinasi terlebih dulu.
"Mudah-mudahan nanti dari pihak Malang pun ada yang ke Bandung duluan untuk berkoordinasi. Nanti kita bantu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, panpel, dan mudah-mudahan dilancarkan," ucap Tobias.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Tobias juga berharap islah Aremania dan Bobotoh bisa jadi inspirasi bagi suporter lain yang berseteru untuk mewujudkan cita-cita sepak bola sebagai simbol persatuan.
"Kalau dari saya pribadi dan Bobotoh yang lainnya pun sama, intinya kita tidak ingin ada nyawa yang terbuang sia-sia karena sepak bola. Untuk itu, harus ada upaya-upaya yang lebih maju, lebih dewasa yang dilakukan suporter bola makanya kejadian di Malang kemarin tentunya bisa jadi trigger untuk tempat-tempat lainnya atau Bobotoh dengan suporter lainnya," cetusnya.
Pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (11/9) menjadi sejarah dalam sepak bola Indonesia. Laga big match itu disaksikan oleh pendukung kedua tim.
Suporter Persib, Bobotoh mendapat sambutan hangat pendukung setia Arema FC, Aremania. Ini merupakan pertemuan pertama kedua suporter di tribune stadion sejak puluhan tahun terakhir.
Selain itu, ada hal yang menarik di laga tersebut. Bobotoh yang bertandang ke markas Arema dikawal pihak kepolisian sebelum, saat, dan sesudah pertandingan. Situasi ini dikenal sebagai pengamanan bubble match di Inggris.
Kepada CNNIndonesia.com, Ketua Viking Frontline Boys Club Tobias Ginanjar mengatakan ada banyak pihak yang sudah membantu kelancaran away kali ini. Mulai koordinasi Bobotoh dengan pihak kepolisian, panitia penyelenggara, dan tentunya keterbukaan dari Aremania.
"Ini sejarah baru dari bubble match di Indonesia ya. Kebiasaan-kebiasaan lama laga away (bertajuk duel panas) itu tidak boleh dihadiri oleh tim tamu dengan pertimbangan alasan keamanan dan sebagainya. Tapi kemarin itu sejarah karena pihak kepolisian berani 'mengamankan' dan pihak suporter pun baik tim tuan rumah membuka diri untuk menerima dan tim tamu pun membuka diri untuk memberangkatkan, maka terjadilah pertemuan kedua suporter di sana," kata Tobias saat dihubungi, Senin (12/9).
Tobias lantas menceritakan sistem bubble match di Liga Inggris. Di Inggris sendiri, pengamanan bubble match diterapkan pada partai-partai panas berpotensi kericuhan. Pihak kepolisian sudah menentukan pertandingan mana saja yang perlu pengamanan khusus dengan membagi tiga kategori level keamanan pertandingan.
"Di luar negeri sudah biasa karena mereka sarana dan prasarananya sangat mendukung baik stadion maupun infrastruktur lainnya. Kalau di Indonesia memang stadion-stadionnya belum mumpuni lah untuk memisahkan jalur antara suporter tim tamu dan tuan rumah. Jadi pasti akan bercampur," ungkapnya.
Sedangkan di laga Arema vs Persib, sejak kedatangan Bobotoh ke Malang, Aremania bersama para pentolannya memberikan sambutan khusus di Malang.
Kemudian saat pertandingan berlangsung, kedua suporter juga saling sapa sehingga tercipta suasana yang penuh kedamaian dari atas tribune Stadion Kanjuruhan.
Bahkan saat jeda pertandingan pentolan Aremania dan Bobotoh di antaranya Tobias Ginanjar, Heru Joko, Cecep, Doni Hooligan, Jarwo dan Keuyep turun ke lapangan dan berkeliling untuk menyampaikan pesan cinta untuk Aremania dan sepak bola Indonesia.
Seusai pertandingan Aremania mampu menunjukkan kedewasaannya dengan menerima kekalahan timnya 1-2 dari Persib. Selain itu, tak ada aksi tidak terpuji yang dilakukan suporter tuan rumah kepada tim tamu setelah laga berakhir.
Aremania juga memberikan ucapan selamat jalan dan menyalami satu per satu pendukung Persib saat hendak keluar dari stadion.
"Kalau kemarin itu karena sudah bercampur, sudah berkoordinasi, pihak kepolisian 'mengamankan' dari awal keberangkatan sampai kepulangan dan dari pihak tim tuan rumah pun perwakilannya sangat welcome, sangat membantu dan ikut mengawal juga. Kalaupun ada satu dua insiden kecil saya rasa itu hal wajar mengingat pertemuannya baru pertama kali, tapi menurut saya secara keseluruhan sudah sangat baik dan kondusif," ujar Tobias.
Tobias mengaku tak tahu persis soal jumlah Bobotoh yang hadir di Kanjuruhan. Namun, ia memperkirakan ada sekitar 500-600 orang.
"Kalau jumlah pasti real-nya saya kurang tahu pasti tapi kalau yang pesan tiket lewat tim kita yang sudah duluan sekitar 400-an. Tapi banyak teman-teman yang datang sudah punya tiket dengan cara dia beli sendiri. Perkiraan 500-600," tuturnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Bobotoh Ingin Sambut Hangat Aremania di Bandung
Bobotoh ingin sambut Aremania di Bandung. (AFP PHOTO / TIMUR MATAHARI)
Rombongan Bobotoh memang datang dari sejumlah komunitas. Mereka menaiki sejumlah bus dan kendaraan mini bus dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Di Jawa Timur sendiri, ada beberapa basis Bobotoh. Mereka antusias untuk datang ke stadion ketika laga Persib di Malang.
"Di sekitar Jawa Timur banyak basis Bobotoh. Seperti di Malang itu banyak anak Bandung yang kuliah, ada yang kerja di Malang. Ketika ada momen seperti ini mereka berbondong-bondong ikut hadir," ujar Tobias.
Tobias berharap kesuksesan away ini bisa menjadi awal baru bagi perdamaian kedua belah suporter. Menurut pengalamannya, kali terakhir Bobotoh datang ke Malang sekitar 2002 lalu ketika Persib menghadapi Arema.
Ia menyebut, sambutan balasan pasti diupayakan Bobotoh saat Arema bertanding di Bandung.
"Tentunya kita membuka diri karena Bobotoh sudah diperlakukan dengan baik. Ketika putaran dua Arema akan ke sini, tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi itu agar bisa terjadi," ujarnya.
Meski begitu, Tobias tak mau menjual janji manis agar hal itu terlaksana. Keputusan bubble match di Bandung, ujungnya tetap ada di pihak kepolisian.
"Tentunya di Indonesia ini keputusan ada di pihak kepolisian, jadi kita juga tidak bisa sesumbar bahwa bisa datang atau enggak. Tapi kalau dari kita Bobotoh pastinya membuka diri mengingat kita di sana sudah disambut dengan baik. Keputusan final ada di pihak kepolisian. Kemarin saat di Malang kalau pihak kepolisian tidak mengizinkan, tidak jadi berangkat," tuturnya.
Untuk sambutan serupa di Bandung saat kedua tim bersua pada putaran kedua Liga 1, pihak Bobotoh dan Aremania bersepakat untuk menggelar koordinasi terlebih dulu.
"Mudah-mudahan nanti dari pihak Malang pun ada yang ke Bandung duluan untuk berkoordinasi. Nanti kita bantu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, panpel, dan mudah-mudahan dilancarkan," ucap Tobias.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Tobias juga berharap islah Aremania dan Bobotoh bisa jadi inspirasi bagi suporter lain yang berseteru untuk mewujudkan cita-cita sepak bola sebagai simbol persatuan.
"Kalau dari saya pribadi dan Bobotoh yang lainnya pun sama, intinya kita tidak ingin ada nyawa yang terbuang sia-sia karena sepak bola. Untuk itu, harus ada upaya-upaya yang lebih maju, lebih dewasa yang dilakukan suporter bola makanya kejadian di Malang kemarin tentunya bisa jadi trigger untuk tempat-tempat lainnya atau Bobotoh dengan suporter lainnya," cetusnya.