Lewandowski bersama rekan-rekan barunya di Blaugrana akan bertandang ke Allianz Arena, markas Bayern Munchen pada Rabu (14/9) pukul 02.00 WIB. Allianz Arena jelas bukan tempat yang asing bagi Lewandowski.
Stadion berkapasitas 75 ribu penonton itu adalah 'rumah' bagi Lewandowski selama delapan tahun saat berseragam Bayern Munchen medio 2014-2022. Di sana ketajamannya sebagai juru gedor semakin terasah hingga menjadi salah satu striker paling ganas dalam satu dekade terakhir.
Bersama Die Roten, Lewandowski berhasil mengemas 344 gol dari 375 pertandingan di semua ajang. Torehan lima gol alias quintrick dalam waktu sembilan menit pada September 2015 menjadi salah satu momen yang tak akan lekang dari sejarah Bayern.
Dalam satu windu membela The Bavarians, selama itu pula Lewandowski selalu mengangkat trofi juara Bundesliga di setiap musim. Pria kelahiran Warszawa, Polandia itu juga sukses melengkapi cerita manis di Bayern dengan mempersembahkan satu trofi Liga Champions pada musim 2019/2020.
Robert Lewandowski akan bertemu mantan rekan setimnya di Bayern Munchen. (REUTERS/ANDREAS GEBERT)
Lewandowski bisa saja memenangkan Ballon d'Or pada 2020 andai ajang penganugerahan pesepakbola terbaik sejagad itu tidak batal akibat pandemi Covid-19. Pada akhirnya, ia 'hanya' mendapatkan gelar pemain terbaik versi FIFA pada 2020 dan 2021, serta pemain terbaik versi UEFA pada 2020.
Namun dengan prestasi itu, Lewandowski layak berada di jajaran striker elite top dunia. Di usia 34 tahun ternyata belum ada tanda-tanda instingnya menumpul seperti penyerang lain yang sebaya.
Saat memasuki usia 30 tahun, Lewandowski justru semakin menggila sebagai ujung tombak. Namanya langganan bertengger di papan atas daftar top skor.
Sejak musim 2017/2018, nama Lewandowski selalu tercantum sebagai top skor Bundesliga selama lima musim beruntun. Jumlah golnya pun sempat meningkat tajam pada 2018/2019 sampai 2020/2021.
Ketika Bayern Munchen menjuarai Liga Champions 2019/2020, Lewandowski juga menyandang sepatu emas berkat 15 gol yang disarangkan. Berlaga dengan atau tanpa penonton di stadion selama pandemi ternyata tidak berpengaruh bagi suami atlet karate Polandia, Anna Lewandowska tersebut.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Berkat jejak apik bersama klub yang dibela, julukan 'Lewangoalski' layak menjadi panggilan populernya. Sulit menemukan papan skor tanpa nama Lewandowski pada pekan pertandingan.
Profesionalisme sangat dijunjung oleh mantan pemain Lech Poznan tersebut. Ia selalu mengeluarkan kemampuan terbaik apapun seragam klub yang dipakainya.
Dalam debut bersama Bayern Munchen kontra Borussia Dortmund di Bundesliga, Lewandowski mencetak satu gol sekaligus membawa kemenangan 2-1. Tak ada selebrasi yang berlebihan saat mencetak gol ke gawang Dortmund membuktikan dirinya menaruh rasa hormat kepada klub yang sudah membesarkan namanya.
Kini, Lewandowski kembali dituntut atas nama profesionalisme saat melawan Barcelona di Liga Champions. Pertandingan Barcelona vs Bayern Munchen adalah laga yang sangat dinanti suporter Bayern dan banyak penikmat sepak bola.
Hanya butuh waktu hitungan bulan bagi Lewandowski untuk kembali ke hadapan penonton yang pernah bergemuruh mengagungkan namanya. Gerak-gerik Lewandowski di Allianz Arena akan menjadi sorotan utama.
Bukan tak mungkin gestur senyum-senyum Lewandowski dengan rekan setimnya kembali terulang. Momen itu pernah terjadi antara Lewandowski dan Marco Reus dalam laga Bayern Munchen vs Dortmund di semifinal DFB Pokal 2015.
Bagaimanapun, saat ini Lewandowski harus menjalankan tugasnya sebagai pendulang gol untuk Barcelona. Menghadapi mantan klub tidak boleh menjadi halangan dalam menunaikan tanggung jawab merobek jala lawan.
Torehan enam gol dari enam penampilan di semua ajang musim ini adalah penegas bahwa Lewandowski masih jadi ancaman nyata bagi setiap lawan. Tak terkecuali Bayern Munchen dengan segala memori indah yang sudah terjalin.
Lewandowski harus melupakan segala cerita manis bersama Bayern Munchen selama laga berlangsung. Sebab pertandingan Bayern Munchen vs Barcelona adalah kesempatannya untuk tebar pesona di hadapan 'sang mantan'.
Lewandowski bersama rekan-rekan barunya di Blaugrana akan bertandang ke Allianz Arena, markas Bayern Munchen pada Rabu (14/9) pukul 02.00 WIB. Allianz Arena jelas bukan tempat yang asing bagi Lewandowski.
Stadion berkapasitas 75 ribu penonton itu adalah 'rumah' bagi Lewandowski selama delapan tahun saat berseragam Bayern Munchen medio 2014-2022. Di sana ketajamannya sebagai juru gedor semakin terasah hingga menjadi salah satu striker paling ganas dalam satu dekade terakhir.
Bersama Die Roten, Lewandowski berhasil mengemas 344 gol dari 375 pertandingan di semua ajang. Torehan lima gol alias quintrick dalam waktu sembilan menit pada September 2015 menjadi salah satu momen yang tak akan lekang dari sejarah Bayern.
Dalam satu windu membela The Bavarians, selama itu pula Lewandowski selalu mengangkat trofi juara Bundesliga di setiap musim. Pria kelahiran Warszawa, Polandia itu juga sukses melengkapi cerita manis di Bayern dengan mempersembahkan satu trofi Liga Champions pada musim 2019/2020.
Robert Lewandowski akan bertemu mantan rekan setimnya di Bayern Munchen. (REUTERS/ANDREAS GEBERT)
Lewandowski bisa saja memenangkan Ballon d'Or pada 2020 andai ajang penganugerahan pesepakbola terbaik sejagad itu tidak batal akibat pandemi Covid-19. Pada akhirnya, ia 'hanya' mendapatkan gelar pemain terbaik versi FIFA pada 2020 dan 2021, serta pemain terbaik versi UEFA pada 2020.
Namun dengan prestasi itu, Lewandowski layak berada di jajaran striker elite top dunia. Di usia 34 tahun ternyata belum ada tanda-tanda instingnya menumpul seperti penyerang lain yang sebaya.
Saat memasuki usia 30 tahun, Lewandowski justru semakin menggila sebagai ujung tombak. Namanya langganan bertengger di papan atas daftar top skor.
Sejak musim 2017/2018, nama Lewandowski selalu tercantum sebagai top skor Bundesliga selama lima musim beruntun. Jumlah golnya pun sempat meningkat tajam pada 2018/2019 sampai 2020/2021.
Ketika Bayern Munchen menjuarai Liga Champions 2019/2020, Lewandowski juga menyandang sepatu emas berkat 15 gol yang disarangkan. Berlaga dengan atau tanpa penonton di stadion selama pandemi ternyata tidak berpengaruh bagi suami atlet karate Polandia, Anna Lewandowska tersebut.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Menanti Ketajaman Lewandowski Lawan Mantan Klub
Robert Lewandowski pernah merasakan momen indah di Bayern Munchen. (REUTERS/ANDREAS GEBERT)
Berkat jejak apik bersama klub yang dibela, julukan 'Lewangoalski' layak menjadi panggilan populernya. Sulit menemukan papan skor tanpa nama Lewandowski pada pekan pertandingan.
Profesionalisme sangat dijunjung oleh mantan pemain Lech Poznan tersebut. Ia selalu mengeluarkan kemampuan terbaik apapun seragam klub yang dipakainya.
Dalam debut bersama Bayern Munchen kontra Borussia Dortmund di Bundesliga, Lewandowski mencetak satu gol sekaligus membawa kemenangan 2-1. Tak ada selebrasi yang berlebihan saat mencetak gol ke gawang Dortmund membuktikan dirinya menaruh rasa hormat kepada klub yang sudah membesarkan namanya.
Kini, Lewandowski kembali dituntut atas nama profesionalisme saat melawan Barcelona di Liga Champions. Pertandingan Barcelona vs Bayern Munchen adalah laga yang sangat dinanti suporter Bayern dan banyak penikmat sepak bola.
Hanya butuh waktu hitungan bulan bagi Lewandowski untuk kembali ke hadapan penonton yang pernah bergemuruh mengagungkan namanya. Gerak-gerik Lewandowski di Allianz Arena akan menjadi sorotan utama.
Bukan tak mungkin gestur senyum-senyum Lewandowski dengan rekan setimnya kembali terulang. Momen itu pernah terjadi antara Lewandowski dan Marco Reus dalam laga Bayern Munchen vs Dortmund di semifinal DFB Pokal 2015.
Bagaimanapun, saat ini Lewandowski harus menjalankan tugasnya sebagai pendulang gol untuk Barcelona. Menghadapi mantan klub tidak boleh menjadi halangan dalam menunaikan tanggung jawab merobek jala lawan.
Torehan enam gol dari enam penampilan di semua ajang musim ini adalah penegas bahwa Lewandowski masih jadi ancaman nyata bagi setiap lawan. Tak terkecuali Bayern Munchen dengan segala memori indah yang sudah terjalin.
Lewandowski harus melupakan segala cerita manis bersama Bayern Munchen selama laga berlangsung. Sebab pertandingan Bayern Munchen vs Barcelona adalah kesempatannya untuk tebar pesona di hadapan 'sang mantan'.