Jokowi Telepon Presiden FIFA, Bahas Tragedi Kanjuruhan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 10:58 WIB
Presiden Jokowi mengaku telah menghubungi dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, Senin (3/10) malam, guna membahas Tragedi Kanjuruhan. Jokowi sudah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino membahas tragedi Kanjuruhan. (Dok. Biro Pers Istana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menghubungi dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, Senin (3/10) malam, guna membahas Tragedi Kanjuruhan.

"Hari Senin malam saya telah menelepon dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino," ucap Jokowi usai Upacara HUT TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/10).

Jokowi mengatakan dalam komunikasi dengan Infantino, keduanya banyak membahas mengenai Tragedi Kanjuruhan yang hingga kini sudah menewaskan 131 orang.

"Kami berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang dan juga berbicara mengenai FIFA under twenty [Piala Dunia U-20 2023], berbicara banyak, tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA," kata Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga memastikan akan hadir langsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, hari ini.

Sebelumnya Jokowi sudah memberi perintah menyusul insiden Tragedi Kanjuruhan. Jokowi memerintahkan kompetisi dihentikan sampai ada evaluasi menyeluruh dan perbaikan prosedur pengamanan. Selain itu Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus.

Ratusan orang meninggal dunia akibat kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam, membuat Indonesia terancam mendapat sanksi FIFA hingga pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan kini dikonfirmasi mencapai 131 jiwa dan membuat kejadian tragis itu di posisi kedua insiden sepak bola terburuk di dunia.

Jumlah 131 meninggal membuat Tragedi Kanjuruhan berada di urutan kedua kerusuhan sepak bola dengan jumlah korban meninggal terbesar di dunia, hanya kalah dari Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, pada 24 Mei 1964 dengan menewaskan 328 korban jiwa.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/har)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER