Inggris vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022: Sikat Habis Kawan
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Jumat, 25 Nov 2022 08:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Laga Inggris vs Amerika Serikat ibarat duel lawan rasa kawan. (REUTERS/ANDREAS GEBERT)
Jakarta, CNN Indonesia --
Inggris akan bertemu Amerika Serikat pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt, Sabtu (26/11) dini hari WIB. Duel lawan rasa kawan begitu terasa dalam pertandingan ini.
AS dan Inggris dikenal sebagai sahabat karib dalam satu abad terakhir. Kedua negara saling mengisi dalam aspek politik, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Mengerucut ke sepak bola, Inggris dan Amerika Serikat juga berupaya saling menguntungkan satu sama lain.
Ini terlihat dari kepemilikan beberapa klub besar Inggris seperti Manchester United, Chelsea, hingga Liverpool yang dikuasai pengusaha AS. Di saat yang sama, legenda sepak bola Inggris David Beckham juga berbisnis di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami.
Inggris dan AS pun satu suara saat menggelorakan dukungan terhadap kampanye LGBT di Piala Dunia 2022. Keduanya sama-sama secara terbuka ingin membawa pesan 'keberagaman' melalui penggunaan atribut bernuansa pelangi.
Meski belakangan penyelenggara Piala Dunia 2022 melarang pernak-pernik pelangi, bukan tak mungkin AS dan Inggris akan tetap mengusung misinya dengan cara lain. Pertandingan Inggris vs AS akan jadi panggung mereka untuk melakukannya.
Namun jika fokus terhadap sepak bola, Inggris vs AS adalah sajian menarik di Grup B. Menengok ke belakang, duo 'bestie' itu sudah bersua delapan kali dalam pertandingan resmi.
Dalam pertemuan pertama di Piala Dunia 1950, AS sukses menang 1-0. Namun setelah itu, Negeri Paman Sam selalu dikalahkan Inggris pada empat laga dalam kurun waktu 43 tahun.
Baru pada 1993 AS bisa kembali menang lawan Inggris. Itu pun di turnamen persahabatan bertajuk US Cup. Setelah itu, AS tidak pernah menang lagi atas Inggris sampai saat ini.
Piala Dunia 2022 adalah ajang ketiga bagi AS dan Inggris bertemu di pesta sepak bola terbesar sejagad. Terakhir kali mereka bertemu di babak penyisihan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan skor akhir 1-1.
Saat ditakdirkan kembali bertemu di Piala Dunia 2022, otomatis ini akan menjadi kesempatan bagi AS untuk mengakhiri tren buruk lawan Inggris. Dengan beberapa nama pemain bintang, The Yanks punya peluang yang besar untuk menang.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kegemilangan Timothy Weah di laga pembuka melawan Wales membuktikan AS punya regenerasi pemain yang menjanjikan. Weah layak kembali menjadi andalan tim besutan Gregg Berhalter di Piala Dunia 2022.
Kemudian beberapa pemain lain seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, dan Sergino Dest juga membuktikan AS memiliki komposisi skuad diprediksi mampu bersaing dengan tim-tim kuat lain di Piala Dunia 2022.
Kendati demikian, Gregg Berhalter selaku juru taktik harus mencari opsi pengganti Pulisic yang dikabarkan cedera saat melawan Wales. Sebab absennya Pulisic akan menjadi persoalan bagi AS mengingat Inggris bukan tim sembarangan.
Namun jika mengamati dinamika skuad timnas Inggris, peluang AS akan terbuka jika Harry Kane absen akibat cedera. Tinggal bagaimana AS meracik formula yang tepat untuk membendung serangan The Three Lions.
Sebab meski tak ada sosok Harry Kane sebagai ujung tombak, Inggris punya segudang pemain top di lini depan. Nama-nama seperti Marcus Rashford dan Raheem Sterling bisa menggantikan tugas Kane dalam mengobrak-abrik benteng pertahanan AS.
Belum lagi dengan kehadiran pemain-pemain gesit seperti Bukayo Saka dan Phil Foden. Keduanya punya insting yang tajam sebagai pengisi lini depan.
Kemenangan 6-2 Inggris atas Iran di laga pembuka Grup B menjadi indikasi bahwa pemain selain Kane bisa diandalkan dalam mencetak gol. Sebab dari seluruh enam gol kontra Iran, sama sekali tidak ada nama Harry Kane di papan skor.
Dengan kedalaman skuad bertabur bintang, Inggris punya modal yang cukup untuk 'menyetrika' Amerika tanpa sosok sang kapten. 'No Harry Kane, No Worries'.
Kemenangan kontra AS akan membuka pintu menuju babak 16 terbuka lebih besar bagi Inggris. Saat ini Inggris masih memimpin klasemen Grup B dengan tiga poin.
Jika mampu mengemas enam poin dalam dua pertandingan, beban Inggris akan lebih ringan saat menghadapi lawan berat lainnya yakni Wales. Ketenangan di lapangan plus strategi yang tepat akan memuluskan langkah Inggris menuju asa juara.
Jakarta, CNN Indonesia --
Inggris akan bertemu Amerika Serikat pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt, Sabtu (26/11) dini hari WIB. Duel lawan rasa kawan begitu terasa dalam pertandingan ini.
AS dan Inggris dikenal sebagai sahabat karib dalam satu abad terakhir. Kedua negara saling mengisi dalam aspek politik, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Mengerucut ke sepak bola, Inggris dan Amerika Serikat juga berupaya saling menguntungkan satu sama lain.
Ini terlihat dari kepemilikan beberapa klub besar Inggris seperti Manchester United, Chelsea, hingga Liverpool yang dikuasai pengusaha AS. Di saat yang sama, legenda sepak bola Inggris David Beckham juga berbisnis di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami.
Inggris dan AS pun satu suara saat menggelorakan dukungan terhadap kampanye LGBT di Piala Dunia 2022. Keduanya sama-sama secara terbuka ingin membawa pesan 'keberagaman' melalui penggunaan atribut bernuansa pelangi.
Meski belakangan penyelenggara Piala Dunia 2022 melarang pernak-pernik pelangi, bukan tak mungkin AS dan Inggris akan tetap mengusung misinya dengan cara lain. Pertandingan Inggris vs AS akan jadi panggung mereka untuk melakukannya.
Namun jika fokus terhadap sepak bola, Inggris vs AS adalah sajian menarik di Grup B. Menengok ke belakang, duo 'bestie' itu sudah bersua delapan kali dalam pertandingan resmi.
Dalam pertemuan pertama di Piala Dunia 1950, AS sukses menang 1-0. Namun setelah itu, Negeri Paman Sam selalu dikalahkan Inggris pada empat laga dalam kurun waktu 43 tahun.
Baru pada 1993 AS bisa kembali menang lawan Inggris. Itu pun di turnamen persahabatan bertajuk US Cup. Setelah itu, AS tidak pernah menang lagi atas Inggris sampai saat ini.
Piala Dunia 2022 adalah ajang ketiga bagi AS dan Inggris bertemu di pesta sepak bola terbesar sejagad. Terakhir kali mereka bertemu di babak penyisihan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan skor akhir 1-1.
Saat ditakdirkan kembali bertemu di Piala Dunia 2022, otomatis ini akan menjadi kesempatan bagi AS untuk mengakhiri tren buruk lawan Inggris. Dengan beberapa nama pemain bintang, The Yanks punya peluang yang besar untuk menang.
Bersambung ke halaman berikutnya...
No Harry, No Worry di Inggris vs Amerika Serikat
Penyerang Inggris Harry Kane mengalami cedera saat lawan Iran. (REUTERS/PAUL CHILDS)
Kegemilangan Timothy Weah di laga pembuka melawan Wales membuktikan AS punya regenerasi pemain yang menjanjikan. Weah layak kembali menjadi andalan tim besutan Gregg Berhalter di Piala Dunia 2022.
Kemudian beberapa pemain lain seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, dan Sergino Dest juga membuktikan AS memiliki komposisi skuad diprediksi mampu bersaing dengan tim-tim kuat lain di Piala Dunia 2022.
Kendati demikian, Gregg Berhalter selaku juru taktik harus mencari opsi pengganti Pulisic yang dikabarkan cedera saat melawan Wales. Sebab absennya Pulisic akan menjadi persoalan bagi AS mengingat Inggris bukan tim sembarangan.
Namun jika mengamati dinamika skuad timnas Inggris, peluang AS akan terbuka jika Harry Kane absen akibat cedera. Tinggal bagaimana AS meracik formula yang tepat untuk membendung serangan The Three Lions.
Sebab meski tak ada sosok Harry Kane sebagai ujung tombak, Inggris punya segudang pemain top di lini depan. Nama-nama seperti Marcus Rashford dan Raheem Sterling bisa menggantikan tugas Kane dalam mengobrak-abrik benteng pertahanan AS.
Belum lagi dengan kehadiran pemain-pemain gesit seperti Bukayo Saka dan Phil Foden. Keduanya punya insting yang tajam sebagai pengisi lini depan.
Kemenangan 6-2 Inggris atas Iran di laga pembuka Grup B menjadi indikasi bahwa pemain selain Kane bisa diandalkan dalam mencetak gol. Sebab dari seluruh enam gol kontra Iran, sama sekali tidak ada nama Harry Kane di papan skor.
Dengan kedalaman skuad bertabur bintang, Inggris punya modal yang cukup untuk 'menyetrika' Amerika tanpa sosok sang kapten. 'No Harry Kane, No Worries'.
Kemenangan kontra AS akan membuka pintu menuju babak 16 terbuka lebih besar bagi Inggris. Saat ini Inggris masih memimpin klasemen Grup B dengan tiga poin.
Jika mampu mengemas enam poin dalam dua pertandingan, beban Inggris akan lebih ringan saat menghadapi lawan berat lainnya yakni Wales. Ketenangan di lapangan plus strategi yang tepat akan memuluskan langkah Inggris menuju asa juara.