Timnas Indonesia U-22 Tak Perlu Takut di SEA Games 2023
Abdul Susila | CNN Indonesia
Rabu, 05 Apr 2023 08:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia U-22 sudah menjalani persiapan sejak awal Maret 2023. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kutukan di sepak bola hanyalah mitos. Timnas Indonesia U-22, yang akan berusaha menyudahi kering emas SEA Games selama 32 tahun, tak perlu takut mitos itu.
SEA Games 2023 akan berlangsung di Kamboja pada 5-17 Mei. Namun pertandingan pertama olahraga terfavorit ini akan berlangsung mulai 29 April atau lebih awal dibanding cabang lainnya.
Karena itu undian atau drawing cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023 akan berlangsung di Kamboja pada Rabu (5/4). Untuk undian ini Garuda Muda berada di pot kedua bersama Thailand.
Adapun pot pertama dihuni Vietnam sebagai juara bertahan dan Kamboja selaku tuan rumah. Karenanya pula ada potensi Indonesia berada satu grup dengan Vietnam yang kerap jadi momok Indonesia.
Dalam dua edisi terakhir Vietnam tak terbendung. The Young Golden Dragon menguasai ASEAN bersama pelatih Park Hang Seo. Kabar baik bagi para rival, kini pria asal Korea Selatan itu sudah hengkang.
Posisi Park digantikan Philippe Troussier. Tak hanya menangani tim utama Vietnam, pria asal Prancis ini juga menangani U-22 yang akan ambil bagian di SEA Games 2023.
Untuk persiapan tampil di ajang ini Vietnam U-22 telah melakoni empat pertandingan selama Maret. Dari empat laga itu sekali menang, dua kali kalah, dan sekali imbang.
Satu-satunya kemenangan itu diraih Phan Tuan Tai dan kawan-kawan saat melawan tim lokal, Phu Tho FC. Adapun dua kekalahan didapat saat jumpa Irak dan Uni Emirat Arab di ajang Doha Cup 2023.
Jika Vietnam kurang meyakinkan, tidak demikian dengan Thailand U-22. Meski sama-sam tampil di Doha Cup 2023, Thailand bisa sekali menang, imbang, dan kalah dalam tiga pertandingan.
Tim yang dikalahkan tim asuhan Issara Sritaro tersebut adalah tuan rumah Qatar. Adapun duel dengan Arab Saudi berakhir imbang, sedangkan kekalahan didapat saat melawan Kuwait.
Berkaca dari sejarah, Thailand adalah batu sandungan Indonesia di SEA Games. Kendati demikian, Indonesia U-22 tak perlu takut sebab kapasitas dan kualitas pemain yang dipanggil cukup mentereng.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Jika kutukan memang ada di sepak bola, itu semata untuk dihancurkan, dan Timnas Indonesia U-22 berpotensi merusak preseden SEA Games itu.
Ini tak lain karena sumber daya pemain yang ada saat ini lumayan melimpah. Kendati situasi sepak bola Indonesia tak begitu baik, kualitas pemain muda di bawah 22 tahun ini menjanjikan.
Pertama ada generasi emas saat juara Piala AFF U-19 2018. Beberapa pemain dari generasi itu makin berkembang dan terlihat memuaskan ekspektasi Indra Sjafri selama masa seleksi.
Kedua, beberapa nama dari generasi tersebut sudah rutin membela Timnas Indonesia. Mereka itu di antaranya Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga Ramadhan Sananta.
Jam terbang mereka bersama Merah Putih niscaya meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Jika mentalitas pemain dipoles dengan matang oleh Indra, potensi meraih emas sangat terbuka.
Beberapa pemain juga pernah mendapat sentuhan panjang Shin Tae Yong di Kroasia. Nama-nama seperti David Maulana, Irfan Jauhari, dan Braif Fatari pernah dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021.
Sejumlah pemain juga sempat mengikuti program pelatihan di Inggris dan Italia dalam program Garuda Select. Sedikit banyak kualitas dan mentalitas pemain terkatrol.
Skuad Indonesia U-22 bisa makin mentereng lagi jika pemain seperti Elkan Baggott yang berkarier di Inggris dan Pratama Arhan di Jepang bisa dilepas klub untuk ambil bagian.
Yang terbaru, Indra juga memanggil eks pemain Indonesia U-20 yang batal tampil di Piala Dunia U-20 2023. Beberapa pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi kelayakan dari Indra.
Dengan semua latar belakang para pemain selama lima tahun terakhir, tak salah kiranya jika medali emas sangat realistis diraih. Namun ini semua tergantung pula dari sentuhan Indra Sjafri.
Indra pernah meraih gelar juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019, dan bukan tak mungkin kutukan SEA Games terpatahkan. Apakah sentuhan dingin dan garis tangan Indra masih bertuah?
Kutukan di sepak bola hanyalah mitos. Timnas Indonesia U-22, yang akan berusaha menyudahi kering emas SEA Games selama 32 tahun, tak perlu takut mitos itu.
SEA Games 2023 akan berlangsung di Kamboja pada 5-17 Mei. Namun pertandingan pertama olahraga terfavorit ini akan berlangsung mulai 29 April atau lebih awal dibanding cabang lainnya.
Karena itu undian atau drawing cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023 akan berlangsung di Kamboja pada Rabu (5/4). Untuk undian ini Garuda Muda berada di pot kedua bersama Thailand.
Adapun pot pertama dihuni Vietnam sebagai juara bertahan dan Kamboja selaku tuan rumah. Karenanya pula ada potensi Indonesia berada satu grup dengan Vietnam yang kerap jadi momok Indonesia.
Dalam dua edisi terakhir Vietnam tak terbendung. The Young Golden Dragon menguasai ASEAN bersama pelatih Park Hang Seo. Kabar baik bagi para rival, kini pria asal Korea Selatan itu sudah hengkang.
Posisi Park digantikan Philippe Troussier. Tak hanya menangani tim utama Vietnam, pria asal Prancis ini juga menangani U-22 yang akan ambil bagian di SEA Games 2023.
Untuk persiapan tampil di ajang ini Vietnam U-22 telah melakoni empat pertandingan selama Maret. Dari empat laga itu sekali menang, dua kali kalah, dan sekali imbang.
Satu-satunya kemenangan itu diraih Phan Tuan Tai dan kawan-kawan saat melawan tim lokal, Phu Tho FC. Adapun dua kekalahan didapat saat jumpa Irak dan Uni Emirat Arab di ajang Doha Cup 2023.
Jika Vietnam kurang meyakinkan, tidak demikian dengan Thailand U-22. Meski sama-sam tampil di Doha Cup 2023, Thailand bisa sekali menang, imbang, dan kalah dalam tiga pertandingan.
Tim yang dikalahkan tim asuhan Issara Sritaro tersebut adalah tuan rumah Qatar. Adapun duel dengan Arab Saudi berakhir imbang, sedangkan kekalahan didapat saat melawan Kuwait.
Berkaca dari sejarah, Thailand adalah batu sandungan Indonesia di SEA Games. Kendati demikian, Indonesia U-22 tak perlu takut sebab kapasitas dan kualitas pemain yang dipanggil cukup mentereng.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Generasi Emas dan Tangan Dingin
Indra Sjafri jadi nakhoda Timnas Indonesia U-22 dengan didampingi sederet mantan pemain Timnas Indonesia. (Dok. PSSI)
Jika kutukan memang ada di sepak bola, itu semata untuk dihancurkan, dan Timnas Indonesia U-22 berpotensi merusak preseden SEA Games itu.
Ini tak lain karena sumber daya pemain yang ada saat ini lumayan melimpah. Kendati situasi sepak bola Indonesia tak begitu baik, kualitas pemain muda di bawah 22 tahun ini menjanjikan.
Pertama ada generasi emas saat juara Piala AFF U-19 2018. Beberapa pemain dari generasi itu makin berkembang dan terlihat memuaskan ekspektasi Indra Sjafri selama masa seleksi.
Kedua, beberapa nama dari generasi tersebut sudah rutin membela Timnas Indonesia. Mereka itu di antaranya Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga Ramadhan Sananta.
Jam terbang mereka bersama Merah Putih niscaya meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Jika mentalitas pemain dipoles dengan matang oleh Indra, potensi meraih emas sangat terbuka.
Beberapa pemain juga pernah mendapat sentuhan panjang Shin Tae Yong di Kroasia. Nama-nama seperti David Maulana, Irfan Jauhari, dan Braif Fatari pernah dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021.
Sejumlah pemain juga sempat mengikuti program pelatihan di Inggris dan Italia dalam program Garuda Select. Sedikit banyak kualitas dan mentalitas pemain terkatrol.
Skuad Indonesia U-22 bisa makin mentereng lagi jika pemain seperti Elkan Baggott yang berkarier di Inggris dan Pratama Arhan di Jepang bisa dilepas klub untuk ambil bagian.
Yang terbaru, Indra juga memanggil eks pemain Indonesia U-20 yang batal tampil di Piala Dunia U-20 2023. Beberapa pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi kelayakan dari Indra.
Dengan semua latar belakang para pemain selama lima tahun terakhir, tak salah kiranya jika medali emas sangat realistis diraih. Namun ini semua tergantung pula dari sentuhan Indra Sjafri.
Indra pernah meraih gelar juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019, dan bukan tak mungkin kutukan SEA Games terpatahkan. Apakah sentuhan dingin dan garis tangan Indra masih bertuah?