Arkhan Fikri, Wonderkid Timnas Indonesia yang Ditunggu Tajinya
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 08 Okt 2023 09:21 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Arkhan Fikri sudah menonjol sejak tampil di kelas U-16. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Shin Tae Yong punya dua formasi andalan di Timnas Indonesia, yakni 3-4-3 dan 4-3-3. Artinya hanya tiga gelandang yang punya kesempatan dimainkan.
Bila dilihat dari usia, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, dan Marc Klok bakal jadi pilihan utama. Ketiganya lebih matang dan punya jam terbang di pentas internasional.
Namun kini ada Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner yang performanya tak kalah gemilang. Marselino sudah jadi 'anak kesayangan' STY, dan Jenner sepertinya mulai mengarah ke sana.
Aksi Jenner saat tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, September lalu, memperlihatkan pemain Utrecht ini punya kualitas mentereng. Duetnya dengan Marselino juga garang.
Saat ini Jenner tak dipanggil ke Timnas Indonesia karena cedera. Saat pulih, niscaya pemain 19 tahun ini akan dipanggil. Ini yang membuat posisi Arkhan cukup rawan.
Arkhan harus bersaing dengan Kambuaya, Klok, Marselino, dan Jenner untuk mendapatkan tempat utama di Timnas. Arkhan butuh performa tinggi untuk bisa jadi pilihan.
Jika hanya untuk tampil melawan Brunei di Kualifikasi Piala Dunia 2026 mungkin akan diberikan Shin Tae Yong, tetapi sulit di fase kedua kualifikasi dan Piala Asia 2023 pada Januari 2024 mendatang.
Pemain setinggi 165 centimeter ini harus bekerja ekstra keras. Salah satunya tentu saja mendapat menit main lebih tinggi di kompetisi bersama Arema FC, agar kualitasnya teruji.
Dibanding Kambuaya, Klok, Marselino, dan Jenner, Arkhan belum punya satu kekuatan yang sangat menonjol. Olah bolanya belum selincah Marselino dan Jenner, juga Kambuaya.
Tendangan jarak jauhnya juga belum sekencang Klok atau Marselino. Statistik akurasi umpan Arkhan juga belum sebanding dengan empat gelandang Timnas Indonesia lainnya.
Inilah yang perlu ditingkatkan Arkhan. Kesempatan yang diberikan Shin di Timnas Indonesia saat melawan Brunei harus menjadi titik tolok. Dari sini Arkhan wajib berlatih lebih keras.
(har)
Jakarta, CNN Indonesia --
Arkhan Fikri jadi wajah baru Timnas Indonesia untuk melawan Brunei Darussalam dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia bakal bentrok dengan Brunei dua kali, yakni pada 12 Oktober di Jakarta dan 17 Oktober di Bandar Seri Begawan. Jika diberi kesempatan, Arkhan akan debut bersama Timnas Indonesia senior.
Pemain Arema FC ini sekaligus jadi yang termuda di antara 26 pemain lain yang dipanggil Shin Tae Yong. Saat ini pemuda asal Deli Serdang, Sumatera Utara, ini masih 18 tahun.
Arkhan sempat masuk skuad Timnas Indonesia U-16 pada 2019. Arkhan dipilih Bima Sakti untuk Piala AFF U-16 2020 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 2021. Ajang ini batal karena pandemi.
Bima terpikat dengan bakat Arkhan saat membela Barito Putera U-16 dalam ajang Elite Pro Academy U-16 2019. Saat itu Arkhan turut mengantar Barito U-16 lolos ke babak delapan besar.
Namun nama Arkhan mulai dikenal luas saat dipanggil Shin Tae Yong ke Indonesia U-20 yang diproyeksi tampil di Piala Dunia U-20 2023. Sayang Indonesia batal menjadi tuan rumah setelah statusnya dicabut FIFA.
Meski tak tampil di Piala Dunia U-20, performa Arkhan cukup disenangi STY. Namanya lantas dipromosikan ke Indonesia U-23 saat tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Gaya bermain Arkhan dianggap mirip Evan Dimas Darmono. Bedanya Arkhan punya etos lebih keras dan daya jelajah lebih tinggi.
Musim ini, di Liga 1 2023/2024, Arkhan sudah mulai banyak mendapat kesempatan main di Arema FC. Ia sudah tampil 10 kali, dengan tiga kali di antaranya main lebih dari 60 menit.
Ini pula yang membuat banyak kalangan bertanya-tanya apa alasan Arkhan dipanggil ke Timnas Indonesia untuk melawan Brunei. Meski potensi Arkhan besar, ada pemain lain yang dianggap lebih layak.
Namun Shin Tae Yong selalu punya pandangan lebih jauh. Selama menjabat pelatih Timnas Indonesia sejak 28 Desember 2019, lebih dari 30 pemain telah mendapatkan debut.
Lantas apa yang diharapkan STY dari Arkhan di Timnas? Mampukaj Arkhan bersaing di tengah ketatnya persaingan lini tengah tim Merah Putih saat ini, di mana pemain muda mendominasi?
Baca di halaman berikutnya>>>
Bersaing dengan Marselino dan Jenner
Arkhan Fikri sudah menonjol sejak tampil di kelas U-16. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Shin Tae Yong punya dua formasi andalan di Timnas Indonesia, yakni 3-4-3 dan 4-3-3. Artinya hanya tiga gelandang yang punya kesempatan dimainkan.
Bila dilihat dari usia, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, dan Marc Klok bakal jadi pilihan utama. Ketiganya lebih matang dan punya jam terbang di pentas internasional.
Namun kini ada Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner yang performanya tak kalah gemilang. Marselino sudah jadi 'anak kesayangan' STY, dan Jenner sepertinya mulai mengarah ke sana.
Aksi Jenner saat tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, September lalu, memperlihatkan pemain Utrecht ini punya kualitas mentereng. Duetnya dengan Marselino juga garang.
Saat ini Jenner tak dipanggil ke Timnas Indonesia karena cedera. Saat pulih, niscaya pemain 19 tahun ini akan dipanggil. Ini yang membuat posisi Arkhan cukup rawan.
Arkhan harus bersaing dengan Kambuaya, Klok, Marselino, dan Jenner untuk mendapatkan tempat utama di Timnas. Arkhan butuh performa tinggi untuk bisa jadi pilihan.
Jika hanya untuk tampil melawan Brunei di Kualifikasi Piala Dunia 2026 mungkin akan diberikan Shin Tae Yong, tetapi sulit di fase kedua kualifikasi dan Piala Asia 2023 pada Januari 2024 mendatang.
Pemain setinggi 165 centimeter ini harus bekerja ekstra keras. Salah satunya tentu saja mendapat menit main lebih tinggi di kompetisi bersama Arema FC, agar kualitasnya teruji.
Dibanding Kambuaya, Klok, Marselino, dan Jenner, Arkhan belum punya satu kekuatan yang sangat menonjol. Olah bolanya belum selincah Marselino dan Jenner, juga Kambuaya.
Tendangan jarak jauhnya juga belum sekencang Klok atau Marselino. Statistik akurasi umpan Arkhan juga belum sebanding dengan empat gelandang Timnas Indonesia lainnya.
Inilah yang perlu ditingkatkan Arkhan. Kesempatan yang diberikan Shin di Timnas Indonesia saat melawan Brunei harus menjadi titik tolok. Dari sini Arkhan wajib berlatih lebih keras.