Timnas Indonesia U-17 vs Panama: Rebut Rasa Hormat Suporter
Abdul Susila | CNN Indonesia
Senin, 13 Nov 2023 07:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia U-17 harus fokus dalam mengantisipasi serangan udara Panama. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Pemain Panama tak terlalu terkendala cuaca. Itu poin pertamanya. Suhu udara di Panama relatif sama dengan Indonesia di kisaran 27 hingga 32 derajat celcius di musim panas.
Hal ini terbukti saat melawan Maroko. Ketika pemain Maroko yang mayoritas tinggal di Eropa sudah mulai kelelahan fisik karena suhu lembab, ketahanan fisik Panama stabil.
Pada saat yang sama ketahanan fisik pemain Indonesia melemah di akhir babak kedua. Itu terlihat dari banyaknya pemain yang keram dan mengalami cedera ringan.
Ini bisa jadi bahan eksploitasi. Jika fisik pemain Indonesia U-17 tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin menjadi titik lemah yang berujung pada kewalahan di akhir laga.
Bima Sakti tak diam saja dengan kondisi ini. Mantan gelandang Timnas Indonesia ini berpikir keras bersama staff pelatih lainnya dan tim pendukung Timnas mencari formula jitu.
Bermain agresif di awal agar bisa unggul cepat, menjadi salah satu opsi yang kemungkinan ditempuh Bima. Jika ini yang dipilih, dominasi ball possession akan sangat menentukan.
Saat melawan Ekuador, utamanya di babak pertama, Indonesia unggul penguasaan bola dan jumlah melepas umpan. Sayang dominasi ini tak berlanjut di babak kedua.
Karenanya pula strategi rotasi bisa menjadi serum antilelah. Pemain-pemain yang Vo2 Max-nya tak terlalu tinggi dan jadi starter, bisa dipertimbangkan untuk habis-habisan selama 60 menit awal.
Ji Da Bin, Jehan Pahlevi, dan Riski Afrisal adalah beberapa pemain yang di laga sebelumnya kepayahan di babak kedua. Akselerasi dan umpan mereka menurun tak setajam babak pertama.
Postur tubuh pemain Panama juga lebih baik dari pemain Indonesia. Kemungkinan bola-bola atas akan menjadi sarana merongrong pertahanan Garuda Asia, julukan Indonesia U-17.
Set piece dari sepak pojok dan tendangan bebas Panama pun berbahaya. Bima sadar ini dan mengatakan sudah menyiapkan strategi mematikan kelebihan Panama.
(rhr)
Surabaya, CNN Indonesia --
Bisa mencuri satu poin dari Ekuador U-17 bak mata pisau bagi Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023 saat jumpa Panama di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Senin (13/11) malam.
Hasil imbang ini bisa menjadi taji atau sebaliknya melukai diri sendiri. Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjelma jadi wahana pesta pora atau malah medan duka lara.
Menahan Ekuador dengan skor 1-1 dinilai banyak pihak serasa seperti kemenangan. Ini karena Indonesia U-17 diprediksi kalah dari runner up Piala Amerika Selatan U-17 2023 itu.
Yang pasti ini modal positif buat Indonesia. Setidaknya kepercayaan diri tim asuhan Bima Sakti ini terkatrol. Para pemain jadi punya dasar logika bahwa mereka pantas bersaing di pentas global.
Namun perasaan ini jangan sampai membuncah. Jemawa diri bisa menumpas Panama malah bisa jadi bumerang. Ingat Garuda Muda yang penting jangan cepat puas! Perjuangan belum berakhir!
Buktinya tergambar nyata di Jakarta dan Bandung. Brasil yang perkasa diperdaya Iran 2-3 di Jakarta International Stadium pada Sabtu (11/11) dan Argentina yang besar kepala ditumpas Senegal 1-2 di Stadion Si Jalak Harupat.
Ini isyarat tegas tak ada yang di atas rata-rata. Untuk level U-17 semua punya kans yang sama. Begitu pun Indonesia dan Panama, sama-sama punya peluang meraih kemenangan.
Fase tersulit, biasanya laga perdana, sudah terlewati. Kini Indonesia dan Panama ada pada fase pembuktian. Laga kedua selalu diibaratkan dengan unjuk kualitas sesungguhnya.
Soal motivasi, Indonesia dan Panama mungkin juga sama-sama tinggi. Garuda Asia memburu kemenangan perdana, sedangkan Panama ingin bangkit dari keterpurukan.
Seperti kata Radja Nainggolan, laga-laga Piala Dunia U-17 tak sekadar menang kalah, melainkan merebut rasa hormat suporter. Daya juang dan mentalitas ogah menyerah lebih berharga.
Dua hal ini pula yang kiranya akan menjadi kunci dalam duel Indonesia versus Panama. Yang daya juangnya lebih menggelegar akan meraih poin dan menjaga kans lolos ke babak gugur.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kecerdikan Manajemen Fisik dan Taktik
Timnas Indonesia U-17 harus fokus dalam mengantisipasi serangan udara Panama. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Pemain Panama tak terlalu terkendala cuaca. Itu poin pertamanya. Suhu udara di Panama relatif sama dengan Indonesia di kisaran 27 hingga 32 derajat celcius di musim panas.
Hal ini terbukti saat melawan Maroko. Ketika pemain Maroko yang mayoritas tinggal di Eropa sudah mulai kelelahan fisik karena suhu lembab, ketahanan fisik Panama stabil.
Pada saat yang sama ketahanan fisik pemain Indonesia melemah di akhir babak kedua. Itu terlihat dari banyaknya pemain yang keram dan mengalami cedera ringan.
Ini bisa jadi bahan eksploitasi. Jika fisik pemain Indonesia U-17 tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin menjadi titik lemah yang berujung pada kewalahan di akhir laga.
Bima Sakti tak diam saja dengan kondisi ini. Mantan gelandang Timnas Indonesia ini berpikir keras bersama staff pelatih lainnya dan tim pendukung Timnas mencari formula jitu.
Bermain agresif di awal agar bisa unggul cepat, menjadi salah satu opsi yang kemungkinan ditempuh Bima. Jika ini yang dipilih, dominasi ball possession akan sangat menentukan.
Saat melawan Ekuador, utamanya di babak pertama, Indonesia unggul penguasaan bola dan jumlah melepas umpan. Sayang dominasi ini tak berlanjut di babak kedua.
Karenanya pula strategi rotasi bisa menjadi serum antilelah. Pemain-pemain yang Vo2 Max-nya tak terlalu tinggi dan jadi starter, bisa dipertimbangkan untuk habis-habisan selama 60 menit awal.
Ji Da Bin, Jehan Pahlevi, dan Riski Afrisal adalah beberapa pemain yang di laga sebelumnya kepayahan di babak kedua. Akselerasi dan umpan mereka menurun tak setajam babak pertama.
Postur tubuh pemain Panama juga lebih baik dari pemain Indonesia. Kemungkinan bola-bola atas akan menjadi sarana merongrong pertahanan Garuda Asia, julukan Indonesia U-17.
Set piece dari sepak pojok dan tendangan bebas Panama pun berbahaya. Bima sadar ini dan mengatakan sudah menyiapkan strategi mematikan kelebihan Panama.