Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tim voli Bank Jatim, Labib, menceritakan karier gemilang Megawati Hangestri Pertiwi hingga bisa berpentas di Liga Korea.
Labib berperan penting pada perjalanan karier Megatron, panggilan akrab Megawati. Sejak pertama kali mengenal Megawati pada 10 tahun lalu, Labib sudah melihat bakat sang atlet.
Megawati membela klub Bank Jatim sejak 2014 hingga 2019. Kemudian kembali berseragam tim asal Jawa Timur itu pada Livoli 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keyakinan Labib terhadap Megawati berbuah kenyataan, ia jadi saksi perjalanan Megawati dari Bank Jatim kemudian dipanggil ke Timnas Voli Putri Indonesia, hingga kini berseragam Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
Bagaimana cerita perjalanan Megawati? Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan pelatih putri Bank Jatim, Labib:
Bagaimana cerita pertemuan awal Anda dengan Megawati?
Saat itu saya masih asisten pelatih di Bank Jatim. Mega itu masih kelas 3 SMP, kira-kira tahun 2013.
Dia punya dua pilihan, ke Petrokimia [Gresik] atau Bank Jatim. Tapi orang tuanya menyerahkan ke Mashudi pelatih Bank Jatim.
Waktu itu ada seleksi pelajar Popnas [Pekan Olahraga Pelajar Nasional] dan Megawati masuk dari situ. Lalu Megawati 2014 sudah ikut ke tim senior karena memang sudah bagus, tapi memang masih cadangan.
Bisa dibilang bakat Megawati sudah terlihat sejak lama?
Sudah terlihat, tapi di Livoli itu peraturannya kalau sudah main di Livoli tidak bisa mengikuti kejuaraan daerah. Akhirnya Megawati berkembangnya di Livoli dan kejuaraan junior nasional.
Posisinya sudah opposite dari dulu?
Iya, sudah, posturnya memang lebih tinggi dibandingkan teman-teman yang lain. Dia terus berkembang sampai bisa main di Proliga.
Apakah performa Megawati sempat mengalami naik-turun?
Yang saya lihat naik terus dan konsisten. Ketika sama Timnas Indonesia dapat medali perak sama Aprilia [Manganang] naik terus.
Turun [performa] pasti ada tapi tidak drastis. Namanya titik jenuh atlet pasti ada, tapi tidak sampai drop.
Apa saja tantangan melatih Megawati sejak remaja?
Tantangan pasti ada, tapi Megawati itu atlet profesional. Sebab dia selalu mengikuti arahan pelatih siapapun orangnya.
Dia selalu mengikuti program latihan, jadi peningkatannya terasa sampai sekarang.
Bagaimana Anda melihat Megawati yang masih muda masuk timnas di Asian Games 2018?
Mentalitas Mega sangat bagus, bahkan sekarang lebih bagus. Saat itu kita tuan rumah, dan bisa main baik.
Mega akhirnya terbentuk jadi pemain yang kita sebut sebagai Megatron karena sudah ikut Livoli, Proliga, dan Asian Games.
Apakah Megawati sering berlatih seorang diri dan mengasah kemampuan secara khusus?
Kalau di timnas dan di klub dia latihan bersama-sama sesuai program. Tapi dia juga sering minta latihan tambahan sendiri.
Biasanya begitu, di pelatnas kadang-kadang minta tambahan. Entah itu latihan servis atau spike.
Di Bank Jatim juga begitu, ada sisa waktu 10 atau 15 menit, dia manfaatkan untuk latihan servis dan spike sendiri.
Bagaimana Anda melihat Megawati sebagai andalan di berbagai tim?
Jujur saja, kita kehilangan Mega. Kepergiannya [ke Korea] membuat tim voli kita jadi kacau di Livoli [2023] kemarin karena kita belum siap kehilangan Mega saat itu.
Selama Mega di Bank Jatim, posisi Mega tidak tergantikan. Ketika Mega keluar dari tim, kami tidak antisipasi.
Sejak Mega ke Korea, kami cuma punya waktu satu bulan untuk menggantikannya sebelum Livoli. Jadi kekosongan Mega hanya dibentuk satu bulan dan akhirnya tidak sinkron.
Mega itu memegang 40 persen kualitas tim kami. Dia dominan sekali.
Sekarang begini, ketika posisi tim sedang buntu, bola dilemparkan ke Mega saja sudah bisa dapat poin. Saya merasa kepergian Mega itu seperti kehilangan 40 persen kemampuan tim.
Kami masih butuh Mega, tapi kami juga harus legowo dia main di luar negeri apalagi di luar negeri dia tambah bagus.
Baca kelanjutan wawancara ini di halaman berikutnya>>>
Megawati Diklaim Sempat Ragu Main di Korea
Megawati Hangestri Pertiwi diharapkan tetap berkarier di luar negeri. (Tangkapan Layar Instagram @megawatihangestrip)
Bagaimana pembicaraan Mega dengan pelatih dan tim sebelum pergi ke Korea?
Dia cerita ke bos saya, bosnya Bank Jatim. Dia cerita mau ke Korea. Dia sempat ragu ke Korea karena pakai jilbab. Dia konsultasi dengan bos-bos di Bank Jatim dan kemudian dikembalikan keputusannya ke Mega.
Mega pakai jilbab sejak SMA, sudah di Bank Jatim. Sudah lama pakainya.
Bagaimana Anda melihat keteguhan hati Megawati?
Dia orang yang punya keteguhan tinggi. Saat mau ke Korea itu dia bilang tidak mau melepas jilbab. itu prinsip dia.
Tapi Alhamdulillah masyarakat di sana menerima meski teman-temannya di tim tidak pakai jilbab.
Anda masih memperhatikan Mega saat ini?
Pastinya, saya mendapat kabar dia dari Youtube dan WhatsApp. Sebelum Mega bertanding biasanya selalu minta doa di grup WA Bank Jatim.
Dia masih aktif karena masih anggota Bank Jatim. Jadi tetap minta doa sebelum bertanding. Setiap mau bertanding seperti itu, dia meminta doa ke teman-temannya baik senior maupun junior.
Dia masih mengingat teman-temannya dan juga pelatih.
[Gambas:Photo CNN]
Anda punya rencana nonton Megawati ke Korea?
Kalau lihat ke sana, kayaknya tidak mungkin. Paling streaming saja dan menonton dari situ sudah luar biasa karena Megawati jadi pemain internasional tapi masih memperhatikan junior dan seniornya.
Saya bilang ke dia, kalau ada ilmu baru jangan lupa kasih ke adik-adiknya.
Menurut Anda, dengan Megawati bergabung ke klub Korea termasuk peningkatan karier yang signifikan?
Kalau Korea otomatis meningkatkan karier. Karena dia juga sudah jadi karyawan Bank Jatim. Jadi ini kado manis bagi Mega.
Jadi saku masa depan dia sudah aman, karena voli paling kan sampai usia 28 tahun. Saat ini dia masih tercatat sebagai karyawan bank Jatim.
Apakah sebaiknya Megawati tetap berkarier di Korea lebih lama?
Menurut saya, kalau pihak sana mau memperpanjang boleh saja karena itu untuk masa depan dia juga.
Kalau kami larang kan kasihan juga. Kalau di sananya mau memperpanjang dua tahun lagi apa boleh buat. Kami masih punya banyak junior juga.
Apa Megawati bisa membuka jalan ke atlet lain yang ingin keluar negeri?
Bukan hanya di Bank Jatim saja tapi seluruh Indonesia. Megawati sekarang satu-satunya di Korea Selatan dan bisa menunjukkan kualitas atlet kita yang mampu di luar negeri.
Suatu saat pasti ada Mega-Mega selanjutnya. Semoga tidak hanya di Korea saja.
[Gambas:Video CNN]