Pengamat Sayangkan STY Pilih Hokky dan Ingatkan Bahaya Eksperimen
CNN Indonesia
Jumat, 05 Jan 2024 14:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Hokky Caraka menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang dipilih berlaga di Piala Asia 2023. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengamat sepak bola nasional Supriyono Prima menyoroti keputusan Shin Tae Yong yang memilih Hokky Caraka sebagai bagian 26 pemainTimnas Indonesia ke Piala Asia 2023.
Dalam daftar skuad Piala Asia yang dirilis AFC, Hokky termasuk dalam daftar pemain Indonesia. Ia lebih dipilih Shin dibanding Adam Alis dan Arkhan Fikri sebagai dua pemain yang dicoret. Serta mengungguli nama-nama lain di posisi penyerang yang tidak dibawa Shin dalam pemusatan latihan di Turki.
Memang masih ada kesempatan Adam dan Arkhan masuk skuad sebelum pertandingan pertama, tetapi masuknya nama Hokky cukup mengejutkan. Supriyono menilai Hokky belum cukup matang untuk Piala Asia.
"Mungkin bisa dikatakan ini pilihan terbaik Shin Tae Yong untuk pemain tersebut menjalankan game plan dan style of play dia. Namun ada satu yang kurang pas kali, terkait pemilihan Hokky Caraka," kata Supriyono.
"Kenapa? Dari komposisi belakang kan pemain-pemain naturalisasi, mereka berkiprah di Eropa, menit bermain sangat baik. Kemudian ke tengah ada Marc Klok, Marselino. Ini potensinya sangat luar biasa."
Dalam hemat mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah berlatih di Italia ini, striker lebih matang sepantasnya dikedepankan Shin. Pasalnya Hokky akan mendapat tekanan besar di Piala Asia.
"Aku tidak mengecilkan Hokky. Dia punya potensi oke, tapi ini pertandingan bukan biasa, ini Piala Asia, walau bagaimana potensi bakat itu penting. Kematangan bermain, pengalaman bermain, itu jauh lebih penting."
"Artinya apa, ketika Witan, Egy, Marselino mampu penetrasi, membuat satu crossing, tapi dengan Hokky yang pengalamannya sebenarnya belum saatnya, bukan belum pantas ya," ujarnya menjelaskan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Supriyono mencontohkan, saat berlatih di Italia, striker yang tampil menonjol adalah mereka yang sudah berpengalaman. Mereka ini bisa bersaing dengan yang muda karena jam terbang.
"Banyak pemain-pemain yang bisa melayani, tetapi yang dilayani ini ibaratnya anak kecil. Sederhananya begitu. Karena pengalamanku dulu belajar di Italia, Serie A itu semua strikernya hampir mendekati pensiun."
"Ada [Antonio] Di Natalie, [Oliver] Bierhoff, [Roberto] Mancini. Karena selain dia bermain untuk dirinya, mereka itu dapat tekanan dari center back lawan yang tangguh-tangguh. Artinya apa, dia harus tricky, punya mentalitas yang kuat," ujarnya.
Selain itu Supriyono juga mengingatkan Shin akan bahaya eksperimen di Piala Asia 2023 nanti. Eksprimen saat uji coba sangat wajar, tetapi jangan sampai hal ini diterapkan di Piala Asia.
Dalam hal ini Supriyono berharap Justin Hubner diberi waktu adaptasi lebih dahulu dan tidak mengubah komposisi trio Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Elkan Baggott jika tidak ada kendala berarti.
"Setiap pelatih punya hak untuk bereksperimen. Cuma eksperimennya terlalu berani, sehingga membuat suatu blunder. Ya, mudah-mudahan hanya uji coba, sehingga Justin merasa butuh adaptasi dengan gaya Timnas."
"Kita tunggu saja, bagaimana performa mereka, bagaimana kontribusi mereka atas tim ini. Kan, dengan banyaknya pemain naturalisasi, kita inginnya prestasi. Kalau adaptasi oke, eksperimen sah-sah saja," ujar Supriyono.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengamat sepak bola nasional Supriyono Prima menyoroti keputusan Shin Tae Yong yang memilih Hokky Caraka sebagai bagian 26 pemainTimnas Indonesia ke Piala Asia 2023.
Dalam daftar skuad Piala Asia yang dirilis AFC, Hokky termasuk dalam daftar pemain Indonesia. Ia lebih dipilih Shin dibanding Adam Alis dan Arkhan Fikri sebagai dua pemain yang dicoret. Serta mengungguli nama-nama lain di posisi penyerang yang tidak dibawa Shin dalam pemusatan latihan di Turki.
Memang masih ada kesempatan Adam dan Arkhan masuk skuad sebelum pertandingan pertama, tetapi masuknya nama Hokky cukup mengejutkan. Supriyono menilai Hokky belum cukup matang untuk Piala Asia.
"Mungkin bisa dikatakan ini pilihan terbaik Shin Tae Yong untuk pemain tersebut menjalankan game plan dan style of play dia. Namun ada satu yang kurang pas kali, terkait pemilihan Hokky Caraka," kata Supriyono.
"Kenapa? Dari komposisi belakang kan pemain-pemain naturalisasi, mereka berkiprah di Eropa, menit bermain sangat baik. Kemudian ke tengah ada Marc Klok, Marselino. Ini potensinya sangat luar biasa."
Dalam hemat mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah berlatih di Italia ini, striker lebih matang sepantasnya dikedepankan Shin. Pasalnya Hokky akan mendapat tekanan besar di Piala Asia.
"Aku tidak mengecilkan Hokky. Dia punya potensi oke, tapi ini pertandingan bukan biasa, ini Piala Asia, walau bagaimana potensi bakat itu penting. Kematangan bermain, pengalaman bermain, itu jauh lebih penting."
"Artinya apa, ketika Witan, Egy, Marselino mampu penetrasi, membuat satu crossing, tapi dengan Hokky yang pengalamannya sebenarnya belum saatnya, bukan belum pantas ya," ujarnya menjelaskan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Contoh di Serie A dan Bahaya Eksperimen
Supriyono Prima menilai pemain-pemain harus menjalani proses adaptasi dengan baik. (dok. PSSI)
Supriyono mencontohkan, saat berlatih di Italia, striker yang tampil menonjol adalah mereka yang sudah berpengalaman. Mereka ini bisa bersaing dengan yang muda karena jam terbang.
"Banyak pemain-pemain yang bisa melayani, tetapi yang dilayani ini ibaratnya anak kecil. Sederhananya begitu. Karena pengalamanku dulu belajar di Italia, Serie A itu semua strikernya hampir mendekati pensiun."
"Ada [Antonio] Di Natalie, [Oliver] Bierhoff, [Roberto] Mancini. Karena selain dia bermain untuk dirinya, mereka itu dapat tekanan dari center back lawan yang tangguh-tangguh. Artinya apa, dia harus tricky, punya mentalitas yang kuat," ujarnya.
Selain itu Supriyono juga mengingatkan Shin akan bahaya eksperimen di Piala Asia 2023 nanti. Eksprimen saat uji coba sangat wajar, tetapi jangan sampai hal ini diterapkan di Piala Asia.
Dalam hal ini Supriyono berharap Justin Hubner diberi waktu adaptasi lebih dahulu dan tidak mengubah komposisi trio Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Elkan Baggott jika tidak ada kendala berarti.
"Setiap pelatih punya hak untuk bereksperimen. Cuma eksperimennya terlalu berani, sehingga membuat suatu blunder. Ya, mudah-mudahan hanya uji coba, sehingga Justin merasa butuh adaptasi dengan gaya Timnas."
"Kita tunggu saja, bagaimana performa mereka, bagaimana kontribusi mereka atas tim ini. Kan, dengan banyaknya pemain naturalisasi, kita inginnya prestasi. Kalau adaptasi oke, eksperimen sah-sah saja," ujar Supriyono.