Menimbang Kepantasan STY Dapat Kontrak Baru Latih Timnas Indonesia
Juprianto Alexander | CNN Indonesia
Rabu, 31 Jan 2024 07:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Shin Tae Yong membawa Timnas Indonesia mencetak sejarah di Piala Asia 2023. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan Timnas Indonesia racikan Shin Tae Yong di Piala Asia 2023 telah berakhir. Tim Merah Putih bisa pulang ke tanah air dengan kepala tegak.
Timnas Indonesia memang tersingkir dengan skor telak 0-4 dari Australia. Namun, kekalahan ini tak perlu didramatisir karena Australia berada di kelas yang berbeda.
Acuan paling mudah tentu dari ranking FIFA. Socceroos, julukan Australia, berada di posisi 25 dunia, sedangkan Indonesia meski terus naik peringkat masih berada di ranking 146.
Mengacu fakta ini maka tak banyak celah yang dimiliki STY. Pelatih berusia 53 itu mampu memoles mental Justin Hubner dan kawan-kawan untuk tampil dengan semangat juang dan determinasi di setiap pertandingan. Soliditas antar pemain juga begitu erat.
Suporter layar kaca dan yang hadir di stadion bisa menyaksikan langsung tiga aspek tersebut sepanjang perjalanan tim termuda di Piala Asia 2023 ini. STY juga memenuhi janjinya untuk membawa Timnas Indonesia merebut tiket lolos ke babak 16 besar.
Prestasi tetaplah sebuah prestasi terlepas bagaimana cara mencapainya. Prestasi ini tidak bisa diganggu gugat terlepas dari perubahan format Piala Asia yang menggaransi empat tim peringkat ketiga terbaik bisa lolos ke babak 16 besar, seiring bertambahnya jumlah peserta dari 16 tim menjadi 24 tim sejak Piala Asia 2019.
Dengan sejarah yang baru ditorehkan Timnas Indonesia, pertanyaan pun kini mengemuka. Apakah STY layak diganjar kontrak baru untuk terus menakhodai Tim Garuda?
Dorongan untuk memperpanjang kontrak STY memang ramai jadi perbincangan di media sosial. Suara-suara meminta agar Shin Tae Yong disodori kontrak baru bermunculan.
Ini karena kontrak pelatih asal Korea Selatan itu akan habis pada Juni mendatang. Artinya kontrak STY bersama PSSI hanya tinggal hitungan bulan. Waktu yang tentu tidak akan lama lagi.
Shin Tae Yong juga sudah bersuara lewat wawancara dengan media-media di tanah kelahirannya. Pelatih kelahiran Yeongdeok-gun itu memberi kesan Indonesia merupakan prioritas utama.
Ia mengaku sudah ada pembicaraan soal kontrak baru walau dapat tawaran melatih di negara lain. Tetapi fokusnya saat ini hanya untuk Indonesia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>>
Pernyataan ini bisa saja diterjemahkan sebagai permainan pikiran ala Shin Tae Yong. Ia sadar posisi karena baru saja membawa Timnas Indonesia menciptakan sejarah di Piala Asia.
Cara ini sah-sah saja. Entah itu pada akhirnya dibaca sebagai tekanan agar PSSI bisa secepatnya memberi kepastian kontrak baru buat Shin Tae Yong.
Soal urusan kontrak, PSSI sudah memberikan sikap jelas. Ketua Umum PSSI Erick Thohir tak memungkiri bahwa Shin Tae Yong telah mencapai target di Piala Asia 2023 dengan menembus babak 16 besar.
Kini target berikutnya menanti. Mantan pelatih timnas Korsel itu diminta memenuhi target lolos ke babak perempat final Piala Asia U-23 pada April mendatang sebelum berbicara soal kontrak baru.
Ini akan jadi tantangan selanjutnya buat Shin Tae Yong. Pria yang juga ditugasi menukangi Timnas Indonesia U-23 itu dihadapkan kembali pada tugas yang tidak mudah untuk menjawab tantangan yang diberikan PSSI.
Terlepas dari hasil akhirnya nanti, Shin Tae Yong telah menunjukkan ada progres dari Timnas Indonesia selama diasuhnya.
Keberaniannya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda mulai membuahkan hasil. Dorongan dan koneksi STY juga membuat Timnas Indonesia kini berani mengambil tantangan untuk bermain di luar negeri.
Sebut saja nama-nama pemain seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, hingga Marselino Ferdinan yang kini betah merantau di negeri orang.
Ranking FIFA Timnas Indonesia juga terus naik sejak kedatangannya tahun 2019. Dari peringkat 173, Timnas Indonesia kini berada di posisi 142 dunia.
Shin Tae Yong juga membawa tiga timnas berbeda menembus putaran final Piala Asia. Ini suatu pencapaian yang tentu tidak bisa disepelekan begitu saja.
Jika pun ada noda dalam tugas STY bersama Timnas Indonesia adalah ketidakmampuan menghadirkan Piala AFF. Namun, rasanya mimpi rutin tampil di Piala Asia dan lebih dekat dengan tiket lolos ke Piala Dunia jadi hal yang prioritasnya lebih utama ketimbang bicara jadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan Timnas Indonesia racikan Shin Tae Yong di Piala Asia 2023 telah berakhir. Tim Merah Putih bisa pulang ke tanah air dengan kepala tegak.
Timnas Indonesia memang tersingkir dengan skor telak 0-4 dari Australia. Namun, kekalahan ini tak perlu didramatisir karena Australia berada di kelas yang berbeda.
Acuan paling mudah tentu dari ranking FIFA. Socceroos, julukan Australia, berada di posisi 25 dunia, sedangkan Indonesia meski terus naik peringkat masih berada di ranking 146.
Mengacu fakta ini maka tak banyak celah yang dimiliki STY. Pelatih berusia 53 itu mampu memoles mental Justin Hubner dan kawan-kawan untuk tampil dengan semangat juang dan determinasi di setiap pertandingan. Soliditas antar pemain juga begitu erat.
Suporter layar kaca dan yang hadir di stadion bisa menyaksikan langsung tiga aspek tersebut sepanjang perjalanan tim termuda di Piala Asia 2023 ini. STY juga memenuhi janjinya untuk membawa Timnas Indonesia merebut tiket lolos ke babak 16 besar.
Prestasi tetaplah sebuah prestasi terlepas bagaimana cara mencapainya. Prestasi ini tidak bisa diganggu gugat terlepas dari perubahan format Piala Asia yang menggaransi empat tim peringkat ketiga terbaik bisa lolos ke babak 16 besar, seiring bertambahnya jumlah peserta dari 16 tim menjadi 24 tim sejak Piala Asia 2019.
Dengan sejarah yang baru ditorehkan Timnas Indonesia, pertanyaan pun kini mengemuka. Apakah STY layak diganjar kontrak baru untuk terus menakhodai Tim Garuda?
Dorongan untuk memperpanjang kontrak STY memang ramai jadi perbincangan di media sosial. Suara-suara meminta agar Shin Tae Yong disodori kontrak baru bermunculan.
Ini karena kontrak pelatih asal Korea Selatan itu akan habis pada Juni mendatang. Artinya kontrak STY bersama PSSI hanya tinggal hitungan bulan. Waktu yang tentu tidak akan lama lagi.
Shin Tae Yong juga sudah bersuara lewat wawancara dengan media-media di tanah kelahirannya. Pelatih kelahiran Yeongdeok-gun itu memberi kesan Indonesia merupakan prioritas utama.
Ia mengaku sudah ada pembicaraan soal kontrak baru walau dapat tawaran melatih di negara lain. Tetapi fokusnya saat ini hanya untuk Indonesia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>>
Tantangan dari PSSI
Shin Tae Yong membuat sejumlah perubahan yang membuat Timnas Indonesia tampil beda. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Pernyataan ini bisa saja diterjemahkan sebagai permainan pikiran ala Shin Tae Yong. Ia sadar posisi karena baru saja membawa Timnas Indonesia menciptakan sejarah di Piala Asia.
Cara ini sah-sah saja. Entah itu pada akhirnya dibaca sebagai tekanan agar PSSI bisa secepatnya memberi kepastian kontrak baru buat Shin Tae Yong.
Soal urusan kontrak, PSSI sudah memberikan sikap jelas. Ketua Umum PSSI Erick Thohir tak memungkiri bahwa Shin Tae Yong telah mencapai target di Piala Asia 2023 dengan menembus babak 16 besar.
Kini target berikutnya menanti. Mantan pelatih timnas Korsel itu diminta memenuhi target lolos ke babak perempat final Piala Asia U-23 pada April mendatang sebelum berbicara soal kontrak baru.
Ini akan jadi tantangan selanjutnya buat Shin Tae Yong. Pria yang juga ditugasi menukangi Timnas Indonesia U-23 itu dihadapkan kembali pada tugas yang tidak mudah untuk menjawab tantangan yang diberikan PSSI.
Terlepas dari hasil akhirnya nanti, Shin Tae Yong telah menunjukkan ada progres dari Timnas Indonesia selama diasuhnya.
Keberaniannya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda mulai membuahkan hasil. Dorongan dan koneksi STY juga membuat Timnas Indonesia kini berani mengambil tantangan untuk bermain di luar negeri.
Sebut saja nama-nama pemain seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, hingga Marselino Ferdinan yang kini betah merantau di negeri orang.
Ranking FIFA Timnas Indonesia juga terus naik sejak kedatangannya tahun 2019. Dari peringkat 173, Timnas Indonesia kini berada di posisi 142 dunia.
Shin Tae Yong juga membawa tiga timnas berbeda menembus putaran final Piala Asia. Ini suatu pencapaian yang tentu tidak bisa disepelekan begitu saja.
Jika pun ada noda dalam tugas STY bersama Timnas Indonesia adalah ketidakmampuan menghadirkan Piala AFF. Namun, rasanya mimpi rutin tampil di Piala Asia dan lebih dekat dengan tiket lolos ke Piala Dunia jadi hal yang prioritasnya lebih utama ketimbang bicara jadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.