Alarm Bahaya Pertahanan Timnas Indonesia, Bisa Apa STY?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Agu 2024 08:32 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Shin Tae Yong bakal dipaksa putar otak meramu skuad terbaik Timnas Indonesia. (AFP/KARIM JAAFAR)
Dalam bursa pertandingan, Timnas Indonesia sama sekali tak diunggulkan. Ini karena peringkat FIFA Arab Saudi dan Timnas Indonesia begitu jomplang, 56 berbanding 133.
Sebagai langganan wakil Asia di Piala Dunia, Arab Saudi memang punya segalanya untuk unggul. Namun performa tim asuhan Roberto Mancini ini tak begitu mentereng.
Salah satu buktinya, Thailand bisa menahan mereka 0-0 di kandang pada 25 Januari 2024. Jika Thailand bisa meraih satu poin di Riyadh, artinya juga Indonesia punya peluang.
Agar itu terwujud, tentu saja sisi pertahanan Indonesia harus kukuh dan ekstra disiplin. Jika tampil kurang solid, gawang tim Merah Putih akan jadi sasaran empuk Arab.
Selama 2024, bahkan sejak 2023, Indonesia sudah menanggalkan pola parkir bus. Walau kadang pragmatis, Shin tak pernah benar-benar bermain dengan strategi negatif.
Saat tampil di Piala Asia 2023 (2024) misalnya, Indonesia main terbuka. Walau akhirnya kalah dari Irak, Jepang, Australia, Indonesia main terbuka, menekan, dan menyerang.
Strategi parkir bus terakhir kali dikonstruksi Shin di Piala AFF 2020 (2021). Setelah Piala AFF, Shin meninggalkan gaya negatif ini karena tak cocok dengan Indonesia.
Karenanya pula Shin sepertinya tak akan memakai parkir bus demi mengais poin atas Arab Saudi. Dengan komposisi pemain yang ada saat ini, tak pantas pula Indonesia main negatif.
Hadirnya Thom Haye, Ivar Jenner, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, juga Yakob Sayuri, yang suka bermain menyerang, mau tak mau membuat Shin menyiapkan skema menyerang.
Soal apakah nantinya memakai skema 4-5-1 atau 3-5-2 atau 3-4-3, hanya soal teknis di ruang ganti. Sebaliknya filosofi permainan yang akan menentukan gaya main yang akan dipraktikkan.
Yang pasti, Indonesia sudah identik sebagai tim menyerang pada 2024 ini. Tak peduli siapa lawannya, Indonesia tetap melawan, menekan. Bukan pasrah. Jadi, parkir bus kiranya bukan opsi.
(jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pertahanan Timnas Indonesia dipastikan tidak dalam kondisi ideal saat melawan Arab Saudi dalam laga fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City pada 5 September itu dua pemain bertahan dipastikan absen. Dua pemain yang dimaksud adalah Jordi Amat dan Justin Hubner.
Jordi absen karena sedang cedera dan Hubner menjalani akumulasi kartu kuning. Pada saat yang sama Shin Tae Yong menolak memanggil Elkan Baggott karena alasan pribadi.
Dengan kata lain tersisa tiga bek tengah, yakni Rizki Ridho, Jay Idzes, dan Muhammad Ferarri. Nama-nama ini mengacu daftar panggil saat melawan Irak dan Filipina pada Juni lalu.
Masalahnya, Ferarri baru dua kali tampil bersama Timnas. Itu pun hanya di laga uji coba. Bisa saja pemain ini jadi pilihan utama dalam konsep tiga bek, tapi cukup berisiko di hadapan Arab Saudi.
Shin Tae Yong juga sepertinya tak ingin mengambil risiko. Berkaca dari laga-laga sebelumnya, Shin lebih memilih bek-bek sayap dimainkan sebagai bek tengah, ketimbang memilih pemain muda.
Pemain yang dipilih biasanya Sandy Walsh. Tak menutup kemungkinan pula Nathan Tjoe-A-On yang sempat jadi bek tengah bersama Indonesia U-23 jadi pilihan di pertahanan. Selain itu ada nama Shayne Pattynama.
Jika harus memilih antara Sandy atau Nathan, sepertinya Shin akan memilih pemain Swansea City tersebut. Ini terjadi jika Sandy ditempatkan Shin sebagai bek sayap kanan.
Artinya pula, absennya Jordi dan Hubner, bisa tertutupi. Yang jadi soal hanya bagaimana kondisi pemain saat bergabung menjelang laga melawan Arab Saudi di Riyadh.
Sekilas, tak ada kendala dengan Idzes, Ridho, Sandy, atau Nathan. Keempatnya berlatih dengan baik bersama timnya pada awal musim ini di Indonesia, Belgia, Inggris, dan Italia.
Ridho jadi pilihan utama di Persija di Liga 1, Jay belum debut di Serie A, Sandy sudah tampil di Jupiler Pro League musim ini, dan Nathan tampil sebagai pengganti di Championship.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Parkir Bus Bukan Pilihan STY
Shin Tae Yong bakal dipaksa putar otak meramu skuad terbaik Timnas Indonesia. (AFP/KARIM JAAFAR)
Dalam bursa pertandingan, Timnas Indonesia sama sekali tak diunggulkan. Ini karena peringkat FIFA Arab Saudi dan Timnas Indonesia begitu jomplang, 56 berbanding 133.
Sebagai langganan wakil Asia di Piala Dunia, Arab Saudi memang punya segalanya untuk unggul. Namun performa tim asuhan Roberto Mancini ini tak begitu mentereng.
Salah satu buktinya, Thailand bisa menahan mereka 0-0 di kandang pada 25 Januari 2024. Jika Thailand bisa meraih satu poin di Riyadh, artinya juga Indonesia punya peluang.
Agar itu terwujud, tentu saja sisi pertahanan Indonesia harus kukuh dan ekstra disiplin. Jika tampil kurang solid, gawang tim Merah Putih akan jadi sasaran empuk Arab.
Selama 2024, bahkan sejak 2023, Indonesia sudah menanggalkan pola parkir bus. Walau kadang pragmatis, Shin tak pernah benar-benar bermain dengan strategi negatif.
Saat tampil di Piala Asia 2023 (2024) misalnya, Indonesia main terbuka. Walau akhirnya kalah dari Irak, Jepang, Australia, Indonesia main terbuka, menekan, dan menyerang.
Strategi parkir bus terakhir kali dikonstruksi Shin di Piala AFF 2020 (2021). Setelah Piala AFF, Shin meninggalkan gaya negatif ini karena tak cocok dengan Indonesia.
Karenanya pula Shin sepertinya tak akan memakai parkir bus demi mengais poin atas Arab Saudi. Dengan komposisi pemain yang ada saat ini, tak pantas pula Indonesia main negatif.
Hadirnya Thom Haye, Ivar Jenner, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, juga Yakob Sayuri, yang suka bermain menyerang, mau tak mau membuat Shin menyiapkan skema menyerang.
Soal apakah nantinya memakai skema 4-5-1 atau 3-5-2 atau 3-4-3, hanya soal teknis di ruang ganti. Sebaliknya filosofi permainan yang akan menentukan gaya main yang akan dipraktikkan.
Yang pasti, Indonesia sudah identik sebagai tim menyerang pada 2024 ini. Tak peduli siapa lawannya, Indonesia tetap melawan, menekan. Bukan pasrah. Jadi, parkir bus kiranya bukan opsi.