Manchester United akan meladeni tantangan Chelsea di Liga Inggris. (REUTERS/Peter Powell)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester United akan menghadapi Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2024/2025 pada Minggu (3/11) dengan modal pesta gol. Akankah banyak gol kembali terukir?
Pergantian pelatih selalu membawa angin segar bagi Man Utd. Begitu ditinggal pelatih dan ditangani karateker, sebelum datang pelatih baru, Setan Merah kerap tampil impresif.
Terbaru, Bruno Fernandes dan kawan-kawan menang 5-2 atas Leicester City pada babak 16 besar Carabao Cup. Ini termasuk performa terbaik Man Utd musim ini.
Pemain seperti tampil lepas. Tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford ini bermain dengan intensitas cepat, berbahaya, dan garang di muka gawang.
Namun, Carabao Cup tak sama dengan Liga Inggris. Terkadang sebuah tim tampil tak begitu ngotot dalam kejuaraan. Sebaliknya di kompetisi begitu menggebu-gebu.
Apalagi lawan yang akan dihadapi adalah Chelsea, yang mulai bangkit dari keterpurukan pada musim ini. Saat ini Chelsea bertengger di peringkat kelima klasemen sementara.
Pada saat yang sama Man Utd berada di peringkat ke-14. Sekilas, jika peringkat jadi acuan, Chelsea bisa menang mudah. Tampil di kandang lawan tidak akan jadi kendala bagi The Blues.
Namun, dalam tiga laga tandang terakhir Chelsea ke Old Trafford selalu berakhir dengan kekalahan. Terakhir kali Chelsea bisa mempermalukan Man Utd di kandangnya pada 2020.
Ini pertanda bahwa Man Utd punya peluang menumpas sang tamu. Ini sekaligus bisa menjadi sarana bagi Ruud van Nistelrooy untuk membuktikan racikannya ampuh.
Jika bisa menumpas Chelsea bukan tidak mungkin posisinya sebagai asisten pelatih akan dipertahankan. Sebaliknya, kalau kalah, ia tak masuk daftar staf kepelatihan selanjutnya.
Salah satu cara untuk mengamankan posisi tersebut adalah dengan menang atas Chelsea. Apalagi jika sampai menang dengan pesta gol, hati fan klub bisa diraih Nistelrooy.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Media-media Inggris belum yakin Manchester United akan tampil garang saat melawan Chelsea. Performa mereka masih jauh dari meyakinkan untuk diunggulkan.
Kejutan yang ditampilkan Man Utd saat jumpa Leicester City belum dianggap citra sebenarnya. Kemenangan ini dianggap hanya reaksi sesaat atas situasi dan kondisi klub.
Faktanya, Man Utd dalam beberapa tahun terakhir memang mengecewakan. Pelatih datang silih berganti, dari yang punya nama besar hingga pelatih prospektif, tak bertuah.
Mentalitas Man Utd seperti berada di dasar jurang yang belum bisa diselamatkan. Hadirnya pemain baru belum bisa mendongkrak mentalitas yang jatuh tersebut.
Van Nistelrooy yang adalah mantan striker klub pada era 2000-an berharap bisa mendongkrak mentalitas itu. Pendekatan strategi cepat lewat sayap jadi alat katrol.
Sementara, ide permainan Nistelrooy dapat pujian. Daya gedor Man Utd terlihat cerah dibanding sebelumnya, meski belum benar-benar membuat fan merasa bahagia.
Beruntungnya, Casemiro yang sempat menurun performanya, kembali tampil sangar di bawah arahan Nistelrooy. Gelandang asal Brasil ini seperti dapat suntikan vitamin penguat.
Bruno pun demikian. Sang kapten terlihat bergairah lagi. Memang cara main Bruno tak berubah, tetapi pola serang yang dipraktikkan pemain Portugal ini lebih eksplosif.
Faktor-faktor ini akan diuji oleh Chelsea. Tim asal London dalam asuhan Enzo Maresca ini punya sistem pertahanan yang solid. Gaya Italia dipadu taktik khas Inggris terbilang menonjol.
Penguasaan bola tak begitu penting, tetapi keberanian teknik individu ditonjolkan. Sesekali Chelsea main begitu cepat, tetapi ada kalanya tampil ball possession saja.
Dengan fakta-fakta ini, bisakah Man Utd pesta gol ke gawang Chelsea seperti saat jumpa Leicester City? Kemungkinan besar tidak, sebab pendekatan main lawan menonjol di pertahanan.
Manchester United akan menghadapi Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2024/2025 pada Minggu (3/11) dengan modal pesta gol. Akankah banyak gol kembali terukir?
Pergantian pelatih selalu membawa angin segar bagi Man Utd. Begitu ditinggal pelatih dan ditangani karateker, sebelum datang pelatih baru, Setan Merah kerap tampil impresif.
Terbaru, Bruno Fernandes dan kawan-kawan menang 5-2 atas Leicester City pada babak 16 besar Carabao Cup. Ini termasuk performa terbaik Man Utd musim ini.
Pemain seperti tampil lepas. Tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford ini bermain dengan intensitas cepat, berbahaya, dan garang di muka gawang.
Namun, Carabao Cup tak sama dengan Liga Inggris. Terkadang sebuah tim tampil tak begitu ngotot dalam kejuaraan. Sebaliknya di kompetisi begitu menggebu-gebu.
Apalagi lawan yang akan dihadapi adalah Chelsea, yang mulai bangkit dari keterpurukan pada musim ini. Saat ini Chelsea bertengger di peringkat kelima klasemen sementara.
Pada saat yang sama Man Utd berada di peringkat ke-14. Sekilas, jika peringkat jadi acuan, Chelsea bisa menang mudah. Tampil di kandang lawan tidak akan jadi kendala bagi The Blues.
Namun, dalam tiga laga tandang terakhir Chelsea ke Old Trafford selalu berakhir dengan kekalahan. Terakhir kali Chelsea bisa mempermalukan Man Utd di kandangnya pada 2020.
Ini pertanda bahwa Man Utd punya peluang menumpas sang tamu. Ini sekaligus bisa menjadi sarana bagi Ruud van Nistelrooy untuk membuktikan racikannya ampuh.
Jika bisa menumpas Chelsea bukan tidak mungkin posisinya sebagai asisten pelatih akan dipertahankan. Sebaliknya, kalau kalah, ia tak masuk daftar staf kepelatihan selanjutnya.
Salah satu cara untuk mengamankan posisi tersebut adalah dengan menang atas Chelsea. Apalagi jika sampai menang dengan pesta gol, hati fan klub bisa diraih Nistelrooy.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
MU Masih Dipandang Sebelah Mata
Manchester United menang besar di laga perdana Ruud van Nistelrooy sebagai pelatih interim. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)
Media-media Inggris belum yakin Manchester United akan tampil garang saat melawan Chelsea. Performa mereka masih jauh dari meyakinkan untuk diunggulkan.
Kejutan yang ditampilkan Man Utd saat jumpa Leicester City belum dianggap citra sebenarnya. Kemenangan ini dianggap hanya reaksi sesaat atas situasi dan kondisi klub.
Faktanya, Man Utd dalam beberapa tahun terakhir memang mengecewakan. Pelatih datang silih berganti, dari yang punya nama besar hingga pelatih prospektif, tak bertuah.
Mentalitas Man Utd seperti berada di dasar jurang yang belum bisa diselamatkan. Hadirnya pemain baru belum bisa mendongkrak mentalitas yang jatuh tersebut.
Van Nistelrooy yang adalah mantan striker klub pada era 2000-an berharap bisa mendongkrak mentalitas itu. Pendekatan strategi cepat lewat sayap jadi alat katrol.
Sementara, ide permainan Nistelrooy dapat pujian. Daya gedor Man Utd terlihat cerah dibanding sebelumnya, meski belum benar-benar membuat fan merasa bahagia.
Beruntungnya, Casemiro yang sempat menurun performanya, kembali tampil sangar di bawah arahan Nistelrooy. Gelandang asal Brasil ini seperti dapat suntikan vitamin penguat.
Bruno pun demikian. Sang kapten terlihat bergairah lagi. Memang cara main Bruno tak berubah, tetapi pola serang yang dipraktikkan pemain Portugal ini lebih eksplosif.
Faktor-faktor ini akan diuji oleh Chelsea. Tim asal London dalam asuhan Enzo Maresca ini punya sistem pertahanan yang solid. Gaya Italia dipadu taktik khas Inggris terbilang menonjol.
Penguasaan bola tak begitu penting, tetapi keberanian teknik individu ditonjolkan. Sesekali Chelsea main begitu cepat, tetapi ada kalanya tampil ball possession saja.
Dengan fakta-fakta ini, bisakah Man Utd pesta gol ke gawang Chelsea seperti saat jumpa Leicester City? Kemungkinan besar tidak, sebab pendekatan main lawan menonjol di pertahanan.