Satu Poin Penentu Liverpool Juara, Debut Manis Arne Slot
CNN Indonesia
Minggu, 27 Apr 2025 14:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Arne Slot berpeluang besar bawa Liverpool juara Premier League 2024/2025. (REUTERS/David Klein)
Jakarta, CNN Indonesia --
Liverpool hanya butuh satu poin untuk memastikan gelar juara Liga Inggris 2024/2025 saat menjamu Tottenham Hotspur. Jika sesuai rencana, maka ini bakal jadi awal cerita manis sang pelatih, Arne Slot di musim perdananya.
The Reds hanya perlu hasil imbang kontra Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (27/4) pukul 22.30 WIB. Tambahan satu angka membuat Liverpool mengantongi 80 poin. Otomatis, Arsenal tak bisa lagi mengejar karena hanya bisa meraih maksimal 79 poin saja.
Transisi Liverpool berjalan mulus. Situasi ini berbeda dengan tim-tim lain yang terseok-seok kala memulai era baru bersama pelatih anyar. Sebab tak banyak pula tim di Liga Inggris yang bisa juara dalam debut juru taktiknya.
Sejauh ini hanya ada empat pelatih yang berhasil juara di musim debut selama era Premier League. Bahkan nama besar seperti Pep Guardiola, Jurgen Klopp, hingga Arsene Wenger tak masuk di dalam daftarnya.
Hanya Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Manuel Pellegrini, dan Antonio Conte yang pernah membawa timnya juara Premier League di musim perdana. Sedangkan yang lainnya, perlu menikmati naik dan turun dalam proses mengangkat piala.
Dari empat pelatih tersebut, Chelsea jadi tim yang paling banyak merasakan momen manis sebanyak tiga kali. Rinciannya adalah Jose Mourinho di musim 2004/2005, Carlo Ancelotti 2009/2010, dan Antonio Conte 2015/2016.
Sedangkan satu lagi adalah Pellegrini bersama Manchester City di musim 2013/2014. Liverpool akan jadi tim 'Merah' pertama yang mencicipi predikat demikian.
Selain itu, Arne Slot juga akan jadi pelatih Belanda pertama dan sementara satu-satunya, yang menjuarai Premier League. Meraihnya di musim perdana tentu terasa lebih spesial rasanya.
Terlebih lagi, ini bakal jadi kali pertama Liverpool juara Premier League di hadapan para suporter. Sebab saat menyabet kampiun pada musim 2019/2020 lalu, seisi tribun terpaksa kosong akibat pandemi Covid-19.
Meski penyerahan trofi dan seremoni resmi baru bisa dilakukan saat kompetisi rampung pada 25 Mei mendatang, akhirnya The Kop bisa merasakan Anfield bergemuruh merayakan juara lebih awal di rumah mereka jika mampu imbang atau menang lawan Tottenham. Mampukah The Reds mewujudkannya?
Bersambung ke halaman berikutnya...
Sisa satu poin yang perlu dipetik bukan berarti Liverpool serta-merta bisa meraihnya lawan Tottenham. Virgil van Dijk dan kawan-kawan tetap mesti waspada dengan kekuatan lawan karena bisa saja pesta juara bisa tertunda.
Di atas kertas, Liverpool punya segala keunggulan atas Spurs jelang laga. Hanya dua pemain di skuad utama, yakni Joe Gomez dan Tyler Morton yang diperkirakan absen pada pertandingan itu.
Sedangkan Spurs menghadapi situasi lebih genting lantaran sang kapten, Son Heung Min juga diprediksi absen akibat cedera. Posisinya sementara diisi Mathys Tel namun masih angin-anginan.
Sejak Son Heung Min cedera pada 13 April lalu, Spurs kalah dalam dua laga Premier League secara beruntun. Ini sekaligus membuat posisi tim di klasemen semakin terjerembap ke papan bawah.
Mau tak mau, Ange Postecoglou harus mencari cara keluar dari situasi sulit. Sebab untuk pertama kalinya sejak 17 tahun, Spurs berada di luar zona 10 besar.
Jika posisi tak beranjak hingga musim berakhir, maka ini akan jadi catatan paling buruk Spurs di era Premier League. Garis terendah mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris adalah finis di peringkat ke-15 pada musim 1993/1994.
Karenanya, menang lawan Liverpool bakal jadi penghibur suporter untuk menunda pesta juara sang lawan. Namun berkaca dari pertemuan terakhir, sulit bagi Spurs untuk merebut poin penuh dari Anfield.
Head to head kedua kubu masih berpihak untuk Liverpool. Dari enam laga terakhir, The Reds menang empat kali sedangkan The Lilywhites hanya dua kali.
Kemenangan terakhir Spurs atas Liverpool terjadi pada leg pertama EFL Cup, Januari lalu, dengan skor 1-0. Pertahanan solid dan klinis dalam memaksimalkan peluang membuat Tottenham mampu membungkam lawan yang tampil lebih dominan kala itu.
Sepak bola negatif bisa jadi cara efektif untuk kembali merebut kemenangan. Namun tanpa Son Heung Min, agaknya daya gedor bakal menurun drastis.
Komposisi pemain yang lebih minor membuat Spurs akan kewalahan menghadapi total football ala Slot. Kemenangan diyakini jadi genggaman Liverpool pada laga ini sekaligus mengunci trofi juara.
Liverpool hanya butuh satu poin untuk memastikan gelar juara Liga Inggris 2024/2025 saat menjamu Tottenham Hotspur. Jika sesuai rencana, maka ini bakal jadi awal cerita manis sang pelatih, Arne Slot di musim perdananya.
The Reds hanya perlu hasil imbang kontra Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (27/4) pukul 22.30 WIB. Tambahan satu angka membuat Liverpool mengantongi 80 poin. Otomatis, Arsenal tak bisa lagi mengejar karena hanya bisa meraih maksimal 79 poin saja.
Transisi Liverpool berjalan mulus. Situasi ini berbeda dengan tim-tim lain yang terseok-seok kala memulai era baru bersama pelatih anyar. Sebab tak banyak pula tim di Liga Inggris yang bisa juara dalam debut juru taktiknya.
Sejauh ini hanya ada empat pelatih yang berhasil juara di musim debut selama era Premier League. Bahkan nama besar seperti Pep Guardiola, Jurgen Klopp, hingga Arsene Wenger tak masuk di dalam daftarnya.
Hanya Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Manuel Pellegrini, dan Antonio Conte yang pernah membawa timnya juara Premier League di musim perdana. Sedangkan yang lainnya, perlu menikmati naik dan turun dalam proses mengangkat piala.
Dari empat pelatih tersebut, Chelsea jadi tim yang paling banyak merasakan momen manis sebanyak tiga kali. Rinciannya adalah Jose Mourinho di musim 2004/2005, Carlo Ancelotti 2009/2010, dan Antonio Conte 2015/2016.
Sedangkan satu lagi adalah Pellegrini bersama Manchester City di musim 2013/2014. Liverpool akan jadi tim 'Merah' pertama yang mencicipi predikat demikian.
Selain itu, Arne Slot juga akan jadi pelatih Belanda pertama dan sementara satu-satunya, yang menjuarai Premier League. Meraihnya di musim perdana tentu terasa lebih spesial rasanya.
Terlebih lagi, ini bakal jadi kali pertama Liverpool juara Premier League di hadapan para suporter. Sebab saat menyabet kampiun pada musim 2019/2020 lalu, seisi tribun terpaksa kosong akibat pandemi Covid-19.
Meski penyerahan trofi dan seremoni resmi baru bisa dilakukan saat kompetisi rampung pada 25 Mei mendatang, akhirnya The Kop bisa merasakan Anfield bergemuruh merayakan juara lebih awal di rumah mereka jika mampu imbang atau menang lawan Tottenham. Mampukah The Reds mewujudkannya?
Bersambung ke halaman berikutnya...
Awas Terpeleset, Liverpool Bisa Tunda Juara
Kapten Liverpool Virgil van Dijk tetap harus mengingatkan rekan-rekannya waspada. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)
Sisa satu poin yang perlu dipetik bukan berarti Liverpool serta-merta bisa meraihnya lawan Tottenham. Virgil van Dijk dan kawan-kawan tetap mesti waspada dengan kekuatan lawan karena bisa saja pesta juara bisa tertunda.
Di atas kertas, Liverpool punya segala keunggulan atas Spurs jelang laga. Hanya dua pemain di skuad utama, yakni Joe Gomez dan Tyler Morton yang diperkirakan absen pada pertandingan itu.
Sedangkan Spurs menghadapi situasi lebih genting lantaran sang kapten, Son Heung Min juga diprediksi absen akibat cedera. Posisinya sementara diisi Mathys Tel namun masih angin-anginan.
Sejak Son Heung Min cedera pada 13 April lalu, Spurs kalah dalam dua laga Premier League secara beruntun. Ini sekaligus membuat posisi tim di klasemen semakin terjerembap ke papan bawah.
Mau tak mau, Ange Postecoglou harus mencari cara keluar dari situasi sulit. Sebab untuk pertama kalinya sejak 17 tahun, Spurs berada di luar zona 10 besar.
Jika posisi tak beranjak hingga musim berakhir, maka ini akan jadi catatan paling buruk Spurs di era Premier League. Garis terendah mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris adalah finis di peringkat ke-15 pada musim 1993/1994.
Karenanya, menang lawan Liverpool bakal jadi penghibur suporter untuk menunda pesta juara sang lawan. Namun berkaca dari pertemuan terakhir, sulit bagi Spurs untuk merebut poin penuh dari Anfield.
Head to head kedua kubu masih berpihak untuk Liverpool. Dari enam laga terakhir, The Reds menang empat kali sedangkan The Lilywhites hanya dua kali.
Kemenangan terakhir Spurs atas Liverpool terjadi pada leg pertama EFL Cup, Januari lalu, dengan skor 1-0. Pertahanan solid dan klinis dalam memaksimalkan peluang membuat Tottenham mampu membungkam lawan yang tampil lebih dominan kala itu.
Sepak bola negatif bisa jadi cara efektif untuk kembali merebut kemenangan. Namun tanpa Son Heung Min, agaknya daya gedor bakal menurun drastis.
Komposisi pemain yang lebih minor membuat Spurs akan kewalahan menghadapi total football ala Slot. Kemenangan diyakini jadi genggaman Liverpool pada laga ini sekaligus mengunci trofi juara.