Pelatih dan Pemain Kompak Rasakan 'Naik Kelas' di Soccer Challenge
Pelatih dan pemain yang berpentas di MilkLife Soccer Challenge sama-sama merasakan peningkatan kualitas dari turnamen sepak bola putri antarsekolah tersebut.
Pelatih SSB None Mude Tangerang, Titan Attarsyah mengaku eksistensi MilkLife Soccer Challenge membuat sekolah sepak bola putri binaannya semakin dilirik peserta. Ini karena para orang tua ingin anak-anaknya tampil lebih baik bersama tim sekolah masing-masing dengan berlatih di SSB.
"Awalnya kami hanya ada tujuh anak didik, kini ada 100 anak yang daftar. Bahkan dari beberapa guru olahraga pun tertarik mengikutkan anak didiknya," kata Titan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/1).
Atlet binaan SSB None Mude yang tersebar di berbagai sekolah pun tampil apik di MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025/2026. Titan menyebut ada pemain yang meraih gelar kiper terbaik dan top skor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tim None Mude Tangerang ada kiper terbaik dan top skor. Para orangtua ini bangga sekali melihat anak-anaknya karena tadinya mungkin biasa saja kemudian jadi luar biasa," ucapnya.
Sedangkan peserta MilkLife Soccer Challenge dari SDN Kunciran 4 Tangerang, Zilda Syakira, mengikuti turnamen junior membuatnya lebih percaya diri.
"Jadi setiap ada event MilkLife saya latihan rutin dan benar-benar serius. Latihannya ditambah dari dua kali jadi tiga kali," ujar Zilda.
Pencetak 30 gol sekaligus top skor MilkLife Soccer Challenge seri Jakarta itu menyebut sepak bola menghidupkan semangatnya demi jadi atlet. Keseriusannya dibuktikan dengan rutin berdiskusi dengan teman-teman sekaligus rekan satu tim saat beristirahat di sekolah.
"Ketika istirahat kami kumpul dan jajan bareng. Waktu latihan diskusi soal pertandingan dan lain-lain tentang event MilkLife. Sepak bola itu menarik dan menantang. Menarik karena banyak menguras energi. Sebelumnya saya suka badminton," ucapnya.
Selanjutnya, MilkLife Soccer Challenge akan menggelar Seri 2 musim 2025/2026. MilkLife Soccer Challenge Seri 2 akan digelar di 12 kota yang terdiri dari Semarang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. Adapun jadwal pada seri kedua ini berlangsung pada 13 Januari hingga 24 Mei 2026.
Setelah seluruh sesi rampung di semua kota penyelenggara, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.
Ada perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 - 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 - 2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara.