ANALISIS

Arsenal dan Takhta Premier League, Bayang-bayang Habis Bensin Lagi?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 07:50 WIB
Arsenal berjuang habis-habisan melawan trauma gagal juara Liga Inggris. (REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arsenal dan Premier League, bak dua kutub magnet yang enggan bersanding selama tiga musim terakhir karena habis bensin. Akankah nasib serupa terjadi lagi kali ini?

The Gunners kembali berada di jalur juara musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta sebenarnya masih memimpin klasemen sementara hingga pekan ke-23 dengan 50 angka.

Namun selisih poin kian tipis. Arsenal dipepet oleh dua tim sekaligus, Manchester City dan Aston Villa dengan torehan 46 angka. Tren Meriam London yang memburuk selama tiga laga terakhir bisa jadi sinyal bahaya.

Tidak ada kemenangan di Premier League bagi Arsenal tiga pertandingan terakhir. Secara tak langsung, ini membuat Man City dan Aston Villa perlahan menempel ketat.

Beruntung bagi Arsenal karena tak anjlok lebih cepat lantaran jalan terjal juga dilewati Man City dan Aston Villa. Sebab The Citizens dan The Villans sama-sama tak mengemas kemenangan beruntun dari lima laga terakhir.

Meski begitu, Arsenal tak boleh lengah dengan keadaan. Satu kali kekalahan saja maka jarak poin kian tipis jika pesaing terdekat mampu menang akhir pekan ini.

Singkatnya, cerita pahit tiga musim ke belakang tak boleh terulang. Penggemar Meriam London tentu tak ingin dibuai dengan embusan juara namun pada akhirnya berakhir di peringkat kedua.

Memori baik kiranya bisa jadi pemanis. Saat juara Premier League musim 2003/2004, selisih poin Arsenal dengan pesaing kala itu justru lebih ketat.

Arsenal hanya unggul dua poin dari Manchester United yang menguntit di peringkat kedua. Kemudian di bawahnya lagi ada Chelsea jarak enam angka. Akhir ceritanya? Gelar juara Premier League dengan predikat invincibles atau tak terkalahkan jadi sejarah yang belum terulang sampai sekarang.

Dengan tiga kekalahan musim ini, otomatis cerita The Invincibles tidak akan terjadi lagi untuk Arsenal. Tapi asa juara itu masih ada. Yang jadi pertanyaan, mampukah Meriam London melakukannya?


Baca di halaman berikutnya>>>

Inkonsistensi, Penyakit Lama Menuju Takhta Juara


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :