PSSI Bantah Isu Eksodus Diaspora ke Super League demi Juara Piala AFF

CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 17:07 WIB
Arya Sinulingga, Komite Eksekutif PSSI, membantah isu eksodus pemain diaspora ke Super League sebagai skenario untuk Piala AFF 2026.
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga batah konspirasi pemain diaspora ke Super League demi juara Piala AFF 2026. (CNN Indonesia/Ramadhan Nur Fadillah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga membantah bahwa eksodus pemain diaspora ke Super League merupakan skenario demi juara Piala AFF 2026.

"Kita ini terlalu banyak teori konspirasi, ya. Karena namanya pemain, transfer itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" kata Arya di GBK Arena, Senin (9/2).

"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan dibayar itu. Bayar-bayar enggak ada itu urusan PSSI," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya malah menganggap lucu ada isu bahwa PSSI sengaja meminta pemain-pemain diaspora yang berkompetisi di luar negeri, beralih ke Super League pada musim ini.

Total, sejak awal musim, ada 10 pemain diaspora yang memilih bermain di Super League. Beberapa di antaranya adalah Jordi Amat, Thom Haye, Shayne Pattynama, dan Ivar Jenner.

"Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Memang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi."

"Kalau cocok bayarannya, ya jadi. Dan PSSI enggak ada ikutan chip in, gitu. Dari mana uang PSSI, gitu, untuk chip in-chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu," ucap Arya menjelaskan.

Menurut Arya, belanja klub adalah wilayah klub. Dalam hal ini PSSI tidak bisa mengintervensi. Pasalnya yang lebih tahu kebutuhan dan keuangan klub adalah klub itu sendiri.

"Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub. Enggak ada-lah. Mana ada. Jadi mungkin ya, pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta," kata Arya bercanda.

"Enggak ada, di dunia enggak ada yang seperti itu begitu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub. Kalau klubnya enggak mau bayar, emang PSSI bisa nyuruh klubnya?"

Isu soal eksodus pemain diaspora ke Super League pada musim ini, utamanya di jendela transfer, sebagai skenario PSSI, mengemuka di media sosial. Sejumlah akun mengapitalisasi isu ini.

Bahkan ada akun yang sampai mengucapkan terima kasih kepada jumlah pemain karena menolak diminta main di Liga Indonesia. Namun, tidak ada bukti bahwa pemain diminta oleh PSSI.

"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain," kata Arya.

"Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas, begitu. Jangan enggak cerdas. Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas, begitu, Malu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva)