Real Madrid dan UEFA Sepakat Hentikan Super League
Real Madrid dan UEFA akhirnya sepakat menghentikan proyek European Super League yang sempat memicu polemik.
Madrid lewat pernyataan resmi klub, menyebut UEFA telah sepakat untuk menghentikan gagasan soal tambahan kompetisi antarklub terbaik dunia.
"UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepak bola klub Eropa," buka Madrid.
"Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepak bola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepak bola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi."
Gagasan Super League muncul sejak 2021 yang melibatkan 12 klub sepak bola raksasa Eropa. Kompetisi ini didorong menjadi kompetisi baru untuk menandingi Liga Champions.
Rencana awal, Super League akan melibatkan 12 tim dari perwakilan La Liga, Premier League, dan Serie A.
Liga Spanyol diwakili Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid. Sementara Liga Inggris ada Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal. Sementara Liga Italia diwakili AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.
Proyek itu mendapat tentangan dari banyak kalangan. Kompetisi ini dinilai cuma akal-akalan pemilik klub besar untuk meraup cuan.
Satu per satu kemudian pendiri klub mundur. Wakil Inggris memilih mundur, diikuti tim lain. Terakhir, hanya tersisa tiga klub yang sempat mempertahankan proyek itu yakni Juventus, Barcelona, dan Real Madrid.
Juventus kemudian juga mundur pada 2023. Barcelona kemudian ikutan mundur pekan lalu, dan kini Real Madrid telah membuat kesepakatan dengan UEFA soal polemik Super League.
(jun/jun/abs)