Kyrie Irving, Mualaf di NBA, dan Teguh Puasa Ramadan
CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 16:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kyrie Irving berusaha menjalankan kewajiban sebagai muslim. ( USA TODAY Sports via Reuters Con/Dale Zanine)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bintang NBA, Kyrie Irving jadi salah satu nama sentral sebagai muslim di panggung basket prestisius. Baginya, memilih Islam memberi energi tersendiri.
Sebelum secara terbuka mengumumkan diri sebagai muslim, Kyrie Irving sempat masuk ke dalam pusaran rumor. Muasalnya karena sebelum pertandingan, Irving yang masih berseragam Brooklyn Nets, kedapatan sedang bertekuk lutut seakan berdoa.
Shooting guard kelahiran Melbourne Australia itu juga kerap membagikan kutipan bernuansa Islami. Spekulasi sempat mencuat hingga akhirnya Irving terang-terangan menyatakan diri sebagai muslim.
Tak hanya mengaku Islam sebagai agama yang dianut, Irving juga menyatakan tetap berpuasa Ramadan meski sedang bertanding. Baginya, puasa adalah bagian tak terhindarkan dalam diri seorang muslim.
"Saya berpuasa Ramadan bersama saudara-saudari muslim. Ini semacam penyesuaian setelah berkomitmen pada Tuhan, Allah. Saya akan terus melakukan yang sudah diyakini," kata Irving dikutip dari Muslim News.
Ramadan 2021 jadi kali pertama Irving menunaikan ibadah puasa. Baginya, menahan dahaga, lapar, dan hawa nafsu duniawi selama bulan suci adalah hal yang tepat.
"Saya senang menjadi bagian dari komunitas [Islam] dan melakukan hal yang benar. Puasa adalah bagian dari ini dan saya bersyukur bisa jadi bagian ini," ujarnya.
Karier Irving kemudian berlanjut ke Dallas Mavericks sejak 2023 dan satu ruang ganti dengan bintang lain seperti Dwight Powell dan Luka Doncic. Atlet 191 cm itu berupaya tetap menjaga aspek rohaniah di selatan Amerika Serikat. Fotonya sedang salat di Valley Ranch Islamic Center, Dallas, Texas, menyita perhatian.
Begitupun saat mengunjungi Masjid Besar Uni Emirat Arab. Ini sekaligus menyuratkan ketertarikan Irving terhadap nilai-nilai Islam dengan datang sekaligus beribadah ke tempat penting bagi seorang muslim di manapun ia berada.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Kyrie Irving sadar dirinya adalah pebasket profesional. Artinya, tanggung jawab yang diemban mesti selaras. Tidak tumpang tindih, tidak pula membebani.
Irving menegaskan tetap berpuasa meski harus bertanding. Bukan hal yang mudah tapi dia bisa melakukannya.
Selama Ramadan, Irving menetapkan pola pikirnya untuk konsentrasi pada esensi dari ibadah itu sendiri yakni mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Ramadan adalah waktu yang spesial. Anda berusaha tidak berpikir tentang penderitaan dan hanya fokus terhadap petualangan bersama Tuhan dan jalan-Nya. Anda hanya perlu fokus di situ," kata Irving dikutip dari Basket News.
Di satu sisi, ia tak memungkiri bahwa berpuasa di tengah kompetisi merupakan hal yang sulit bukan main. Namun demikian, ia merasa mendapat energi lebih dengan puasa itu sendiri.
"Ini perjalanan yang sulit. Untuk bisa bermain 48 menit tanpa minum atau makan di dalam perut adalah sebuah keajaiban," ucap Irving.
Membentuk pikiran yang positif jadi faktor utama bagi Irving untuk istikamah. Selain itu, lingkungan yang suportif juga mendukungnya untuk senantiasa bertaut pada tiang agama.
Beruntung Irving kenal dekat dengan asisten pelatih timnya, God Shammgod, sama-sama pemeluk Islam. Mereka saling bantu untuk menyusun program yang tepat agar ibadah dan performa tetap maksimal.
"Saya [dan Irving] berpuasa Ramadan bersama-sama, sehingga kami mendukung satu sama lain dan memastikan waktu yang tepat untuk makan," ucap Shammgod.
"Ramadan adalah tentang kedamaian. Pekerjaan saya dengan Kai [Irving] dan semua pemain adalah memastikan mereka berpikir damai bahkan saat Ramadan," ia menambahkan.
Bintang NBA, Kyrie Irving jadi salah satu nama sentral sebagai muslim di panggung basket prestisius. Baginya, memilih Islam memberi energi tersendiri.
Sebelum secara terbuka mengumumkan diri sebagai muslim, Kyrie Irving sempat masuk ke dalam pusaran rumor. Muasalnya karena sebelum pertandingan, Irving yang masih berseragam Brooklyn Nets, kedapatan sedang bertekuk lutut seakan berdoa.
Shooting guard kelahiran Melbourne Australia itu juga kerap membagikan kutipan bernuansa Islami. Spekulasi sempat mencuat hingga akhirnya Irving terang-terangan menyatakan diri sebagai muslim.
Tak hanya mengaku Islam sebagai agama yang dianut, Irving juga menyatakan tetap berpuasa Ramadan meski sedang bertanding. Baginya, puasa adalah bagian tak terhindarkan dalam diri seorang muslim.
"Saya berpuasa Ramadan bersama saudara-saudari muslim. Ini semacam penyesuaian setelah berkomitmen pada Tuhan, Allah. Saya akan terus melakukan yang sudah diyakini," kata Irving dikutip dari Muslim News.
Ramadan 2021 jadi kali pertama Irving menunaikan ibadah puasa. Baginya, menahan dahaga, lapar, dan hawa nafsu duniawi selama bulan suci adalah hal yang tepat.
"Saya senang menjadi bagian dari komunitas [Islam] dan melakukan hal yang benar. Puasa adalah bagian dari ini dan saya bersyukur bisa jadi bagian ini," ujarnya.
Karier Irving kemudian berlanjut ke Dallas Mavericks sejak 2023 dan satu ruang ganti dengan bintang lain seperti Dwight Powell dan Luka Doncic. Atlet 191 cm itu berupaya tetap menjaga aspek rohaniah di selatan Amerika Serikat. Fotonya sedang salat di Valley Ranch Islamic Center, Dallas, Texas, menyita perhatian.
Begitupun saat mengunjungi Masjid Besar Uni Emirat Arab. Ini sekaligus menyuratkan ketertarikan Irving terhadap nilai-nilai Islam dengan datang sekaligus beribadah ke tempat penting bagi seorang muslim di manapun ia berada.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Puasa dan Profesionalisme, Dua Tanggungjawab yang Selaras
Kyrie Irving termasuk salah satu pemain veteran di NBA (Getty Images via AFP/AL BELLO)
Kyrie Irving sadar dirinya adalah pebasket profesional. Artinya, tanggung jawab yang diemban mesti selaras. Tidak tumpang tindih, tidak pula membebani.
Irving menegaskan tetap berpuasa meski harus bertanding. Bukan hal yang mudah tapi dia bisa melakukannya.
Selama Ramadan, Irving menetapkan pola pikirnya untuk konsentrasi pada esensi dari ibadah itu sendiri yakni mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Ramadan adalah waktu yang spesial. Anda berusaha tidak berpikir tentang penderitaan dan hanya fokus terhadap petualangan bersama Tuhan dan jalan-Nya. Anda hanya perlu fokus di situ," kata Irving dikutip dari Basket News.
Di satu sisi, ia tak memungkiri bahwa berpuasa di tengah kompetisi merupakan hal yang sulit bukan main. Namun demikian, ia merasa mendapat energi lebih dengan puasa itu sendiri.
"Ini perjalanan yang sulit. Untuk bisa bermain 48 menit tanpa minum atau makan di dalam perut adalah sebuah keajaiban," ucap Irving.
Membentuk pikiran yang positif jadi faktor utama bagi Irving untuk istikamah. Selain itu, lingkungan yang suportif juga mendukungnya untuk senantiasa bertaut pada tiang agama.
Beruntung Irving kenal dekat dengan asisten pelatih timnya, God Shammgod, sama-sama pemeluk Islam. Mereka saling bantu untuk menyusun program yang tepat agar ibadah dan performa tetap maksimal.
"Saya [dan Irving] berpuasa Ramadan bersama-sama, sehingga kami mendukung satu sama lain dan memastikan waktu yang tepat untuk makan," ucap Shammgod.
"Ramadan adalah tentang kedamaian. Pekerjaan saya dengan Kai [Irving] dan semua pemain adalah memastikan mereka berpikir damai bahkan saat Ramadan," ia menambahkan.