Kyrie Irving, Mualaf di NBA, dan Teguh Puasa Ramadan
Kyrie Irving sadar dirinya adalah pebasket profesional. Artinya, tanggung jawab yang diemban mesti selaras. Tidak tumpang tindih, tidak pula membebani.
Irving menegaskan tetap berpuasa meski harus bertanding. Bukan hal yang mudah tapi dia bisa melakukannya.
Selama Ramadan, Irving menetapkan pola pikirnya untuk konsentrasi pada esensi dari ibadah itu sendiri yakni mendekatkan diri kepada Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ramadan adalah waktu yang spesial. Anda berusaha tidak berpikir tentang penderitaan dan hanya fokus terhadap petualangan bersama Tuhan dan jalan-Nya. Anda hanya perlu fokus di situ," kata Irving dikutip dari Basket News.
Di satu sisi, ia tak memungkiri bahwa berpuasa di tengah kompetisi merupakan hal yang sulit bukan main. Namun demikian, ia merasa mendapat energi lebih dengan puasa itu sendiri.
"Ini perjalanan yang sulit. Untuk bisa bermain 48 menit tanpa minum atau makan di dalam perut adalah sebuah keajaiban," ucap Irving.
Membentuk pikiran yang positif jadi faktor utama bagi Irving untuk istikamah. Selain itu, lingkungan yang suportif juga mendukungnya untuk senantiasa bertaut pada tiang agama.
Beruntung Irving kenal dekat dengan asisten pelatih timnya, God Shammgod, sama-sama pemeluk Islam. Mereka saling bantu untuk menyusun program yang tepat agar ibadah dan performa tetap maksimal.
"Saya [dan Irving] berpuasa Ramadan bersama-sama, sehingga kami mendukung satu sama lain dan memastikan waktu yang tepat untuk makan," ucap Shammgod.
"Ramadan adalah tentang kedamaian. Pekerjaan saya dengan Kai [Irving] dan semua pemain adalah memastikan mereka berpikir damai bahkan saat Ramadan," ia menambahkan.
(ikw/ptr) Add
as a preferred source on Google