Cerita Irwansyah Terjebak di Dubai Imbas Perang Iran vs AS-Israel

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 18:24 WIB
Irwansyah sempat terjebak di Dubai saat perang Iran vs AS-Israel terjadi. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Irwansyah yang saat ini tengah menjadi pelatih Tim Bulu tangkis India sempat terjebak bersama P.V Sindhu di Dubai sebagai dampak perang Iran vs Amerika Serikat-Israel. Irwansyah merasakan kengerian dari jarak dekat.

Irwansyah berangkat bersama P.V Sindhu pada Sabtu (28/2) sekitar 10.25. Selain Irwansyah dan Sindhu, ada dua staf pelatih lainnya yang ikut serta sehingga total rombongan berjumlah empat orang.

Mereka tiba di Dubai, Uni Emirat Arab dengan kondisi belum mengetahui bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan ke Iran. Irwansyah dan rombongan tiba sekitar pukul 12.00 waktu Dubai dan bakal berangkat lagi menggunakan pesawat berikutnya menuju Inggris pada pukul 14.50.

Saat itu pengumuman delay penerbangan muncul. Dikabarkan delay penerbangan memakan waktu 3-4 jam. Namun kemudian yang terjadi, di layar informasi, diketahui bahwa semua penerbangan dibatalkan.

Irwansyah pun terkejut. "Ada Apa?" begitu yang ada di pikiran Irwansyah. Lalu ia mendapat informasi bahwa ini terkait persoalan politik. Setelah itu Irwansyah mendapatkan informasi bahwa ada serangan balasan dari Iran.

"Karena sudah lama menunggu di airport, penumpang diarahkan ke hotel. Nah ke hotel berarti harus keluar bandara. Sedangkan untuk keluar dari sana, saya tidak ada visa Dubai [Uni Emirat Arab]. Tapi akhirnya kemudian kami antre."

"Kami ambil bagasi, lalu pas giliran saya, saya tak boleh keluar. Karena katanya nama saya, cuma satu nama saja. Saya kan tidak ada nama kedua atau ketiga. Nama saya cuma Irwansyah saja," tutur Irwansyah pada CNNIndonesia.com.

Irwansyah sudah tahu peraturan itu saat ia mendampingi Anthony Ginting dan kawan-kawan ke Kejuaraan Asia 2023. Saat itu Irwansyah membubuhkan nama ayah dalam form visa. Kali ini, ia tidak melakukan itu karena rencana awal memang tidak ke Dubai.

"Saya bilang ini kan emergency, teman-teman saya sudah di luar. Tetap tidak bisa. Saya tetap tidak boleh keluar dari gate. Saya lalu diarahkan ke gate D8. Di sana juga ada beberapa orang penumpang tetapi tidak banyak," kata Irwansyah.

Irwansyah lalu pergi ke tempat yang diminta. Ia duduk di kursi ruang tunggu. Lantaran kursi ruang tunggu memiliki sandaran tangan, ia tidak bisa mendapatkan posisi yang nyaman untuk memejamkan mata dan tidur.

Namun rasa lelah yang menghinggapi lantaran sudah terlalu lama berada di bandara membuat Irwansyah tertidur. Irwansyah hanya 'tidur-tidur ayam' alias tidak terlalu lelap dan pulas.

Dalam kondisi itulah, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Suara ledakan itu terdengar tidak jauh dari tempat ia berada. Di India, ia sering mendengar suara kembang api untuk sejumlah acara dan festival yang digelar. Namun kali ini suaranya lebih kencang.

"Wah ini bukan mercon, ini benar-benar kayak bom atau drone gitu kan. Gak tahulah saya apa itu jelasnya, tetapi banyak asap. Jadi semua panik. Orang-orang yang kerja di sana pun panik karena ledakan itu."

"Memang dekat banget. Untungnya tidak mendarat di ruang tunggu. Jadi semuanya pada berlarian. Saya yang tadinya tidak boleh keluar, akhirnya bisa keluar. Karena kalau di dalam bahaya kan," ujar Irwansyah.

Irwansyah lalu menaiki bus dan keluar dari bandara. Ada suara-suara ledakan yang terdengar di kejauhan.

"Waktu itu saya pikirannya, waduh ini emang benar-benar perang. Jadi gimana ini kamu mau berangkat ke All England. Sedangkan sekarang saya penerbangan dibatalkan. Sampai berapa lama, kami juga tidak tahu," ucap Irwansyah.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Tegang Saat Perjalanan Pulang


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :