Susy Susanti Bicara soal Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing

CNN Indonesia
Minggu, 08 Mar 2026 20:12 WIB
Susy Susanti buka suara soal dugaan pelecehan seksual atlet panjat tebing. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, turut buka suara soal dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing.

"Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang menunjukkan keberpihakan pada perlindungan atlet," kata Susy dalam unggahan di Instagram Erick Thohir.

"Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan dan agar kasus serupa tidak kembali terjadi," ujar Susy menambahkan.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual yang diduga melibatkan pelatih Hendra Basir berujung penonaktifan yang bersangkutan dari timnas panjat tebing Indonesia. Sejumlah korban yang diwakili kuasa hukum juga telah melaporkan Hendra Basir ke Mabes Polri pada Selasa (3/3).

Menpora Erick Thohir mendukung penuh reaksi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual secara serius.

Pihak Kemenpora juga membuka layanan pengaduan bagi insan olahraga yang menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik.

Lebih lanjut Susy Susanti menegaskan, para atlet membutuhkan bimbingan dan sistem dukungan banyak pihak dalam pelatnas, ataupun saat mengikuti kejuaraan internasional.

"Sangat disayangkan jika ada sosok di sekitar atlet yang mencederai kepercayaan ini. Maka kita semua yang terlibat dalam dunia olahraga harus sama-sama menjaga integritas dan punya semangat untuk memberikan perlindungan kepada atlet," paparnya.

Menpora Erick Thohir menyambut positif dukungan Susy Susanti yang tetap peduli terhadap kemajuan olahraga Indonesia.

"Terima kasih atas kepedulian Ibu Susy Susanti sebagai perwakilan dari para atlet yang pernah mendedikasikan hidupnya untuk berjuang demi bangsa, serta ikut menyuarakan perlindungan bagi atlet."

"Mari kita bersama-sama mengawal semua yang berada di ekosistem olahraga untuk saling menjaga integritas dan memberikan perhatian khusus kepada atlet," tutur Erick.

(jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK