PSSI Buka Suara Soal Kekacauan Suporter dan Ofisial Malut United

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 07:45 WIB
Laga Malut United vs PSM Makassar dinodai pemukulan wasit dan intimidasi terhadap jurnalis. (Antara Foto/Andri Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI mengomentari tindakan tidak terpuji suporter dan ofisial Malut United United setelah laga melawan PSM Makassar, Sabtu (7/3).

Super League kembali diwarnai kericuhan. Bumbu tak sedap itu muncul setelah laga Malut United vs PSM yang berakhir dengan skor 3-3. Selepas peluit panjang, wasit Thoriq Alkatiri kena pukul.

Selain itu juga ada intimidasi salah satu ofisial tim Malut United yang memaksa jurnalis menghapus video terkait insiden intimidasi terhadap wasit.

PSSI menilai insiden tersebut tak patut ada di level utama sepak bola Indonesia.

"PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I League [Super League]. Klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, via rekaman suara.

"Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada official yang ditengarai. Kita berharap apa pun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan," ujarnya melanjutkan.

Selanjutnya bola ada di tangan Komite Disiplin PSSI yang bakal menindaklanjuti kejadian di Stadion Kie Raha tersebut.

"Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang. Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya. Menyerahkan semuanya kepada komdis [Komite Disiplin], apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya," ucap Yunus menegaskan.

Yunus juga berharap semua klub Super League bisa menyampaikan pesan kepada anggota klub dan suporter agar tidak bertindak di luar batas.

"Sekali lagi kami berharap, hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita dan kita jaga bersama-sama."

"Agar tindakan-tindakan seperti ini, manajemen harus tegas menyampaikan kepada pelatih, asisten official, pemain apalagi kepada suporternya untuk selalu bijak menghadapi hal-hal atau situasi seperti ini," tukas Yunus.

(nva/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK