Kisah Pemain Iran Takut Polisi di Australia karena Mirip Polisi Iran

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 21:25 WIB
Bus timnas putri Iran usai tampil di Piala Asia Wanita 2026 di Australia. (AFP/PATRICK HAMILTON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Agen Migrasi di Australia, Naghmeh Danai mengungkapkan bahwa para pemain timnas putri Iran tidak nyaman berada di dekat polisi dalam situasi yang tidak jelas seperti yang mereka rasakan saat ini di Australia. Bahkan, Danai menyebut para pemain Iran takut dengan polisi Australia karena mirip dengan polisi Iran.

"Mereka bahkan takut pada polisi [Australia] di sini, karena [polisi] di sini mirip dengan polisi di Iran. Kami [orang Iran] tidak merasa aman di dekat polisi," kata Danai dikutip dari ABC News.

"Dan kami memberi tahu mereka, lihat, di sini keadaannya justru sebaliknya. Di Australia, polisi ada untuk keselamatan dan keamanan Anda. Tidak seperti di Iran di mana polisi ada untuk membawa Anda pergi."

Danai menceritakan pengalamannya saat membantu para pemain timnas putri Iran untuk mendapatkan suaka di Australia karena situasi di negara mereka yang tidak aman setelah mereka tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026.

Danai mengungkap bahwa sejumlah pemain menginginkan untuk tetap tinggal di Australia, tapi mereka khawatir dengan konsekuensi yang akan mereka terima.

"Mereka ingin tetap tinggal, tetapi mereka khawatir akan konsekuensinya karena, Anda tahu, bagaimana pemerintah Iran ... dapat menyita segalanya," ucap Danai.

"Mereka (para atlet) mengajukan pertanyaan seperti, 'Apakah kami berhak untuk bekerja? Bagaimana kami bisa bertahan hidup di sini? Kami tidak tahu bahasa Inggris'. Hal utama yang mengkhawatirkan mereka adalah keluarga mereka di Iran," kata Danai menambahkan.

Keluarga para pemain Iran juga dilaporkan telah diancam akan dihukum jika mereka tidak kembali.

"Dari pengamatan saya, mereka masih muda dan polos. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya apa yang bisa terjadi pada mereka jika mereka kembali," kata Danai.

Pemerintah Australia telah memberikan suaka kepada lima pemain yang jadi bagian timnas Iran di Piala Asia Wanita 2026.

Kelima pemain itu adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke mengatakan kelima pemain itu telah dibawa ke tempat yang aman oleh polisi federal Negeri Kanguru. Pertemuan dengan Burke telah dilakukan dan proses visa kemanusiaan telah diselesaikan.

"Saya katakan kepada anggota tim lainnya: kesempatan yang sama ada di sana. Australia telah menerima tim sepak bola wanita Iran dalam hati kami," ucap Burke.

(rhr/rhr/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK