Liverpool hadapi tekanan saat menjamu Galatasaray. (REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia --
Liverpool akan menjamu Galatasaray di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (19/3) dini hari WIB. Ini jadi kesempatan The Reds mengikis anomali yang mereka jalani musim ini.
Tim asuhan Arne Slot masih punya kesempatan meraih treble. Ini kenyataan yang belum terbantahkan. Peluang juara Premier League, FA Cup, dan Liga Champions masih ada. Tinggal persoalan posibilitas yang bicara.
Di liga domestik, Liverpool ada di peringkat kelima dengan 49 poin dan terpaut 21 angka dari Arsenal di puncak klasemen. Secara matematis, harapan juara belum sepenuhnya sirna dengan sisa delapan laga yang ada.
Kemudian di FA Cup, Hugo Ekitike dan kawan-kawan masih bersaing di perempat final. Mereka akan melawan Man City pada babak delapan besar untuk memperebutkan tempat di semifinal
Lalu di Liga Champions, mereka ada di babak 16 besar. Liverpool butuh mengejar defisit satu gol untuk tembus perempat final.
Singkatnya, asa juara masih ada. Namun kesempatan mendulang prestasi tak dibarengi dengan performa yang menjanjikan.
Di Premier League, Liverpool sempat anjlok di 10 pekan awal dengan empat kekalahan beruntun. Itu membuat mereka sempat terlempar ke papan tengah sebelum perlahan merangkak ke posisi empat besar di paruh musim.
Sayangnya, selepas paruh musim tak ada perbaikan signifikan. Posisinya justru cenderung menurun karena dihiasi empat hasil imbang berturut-turut yang diselipi kekalahan demi kekalahan.
Di satu sisi, Liverpool di FA Cup cukup meyakinkan. Begitu juga di awal-awal Liga Champions karena lolos ke fase gugur tanpa perlu melewati babak play-off. Namun ada ganjalan yang disebabkan Galatasaray.
Bukan hanya satu kali batu sandungan yang diselipkan wakil Turki. Galatasaray pernah mengalahkan Liverpool 1-0 di fase awal dan menang dengan skor yang sama di leg pertama babak 16 besar.
Kubu Merseyside Merah seakan jauh ke lubang yang sama saat bertamu ke Istanbul. Ini saatnya mereka balas dendam sekaligus memberi hadiah bagi puluhan ribu suporter di Anfield dengan lolos ke babak perempat final.
Bersambung ke halaman berikutnya..
Dengan berjumpa Galatasaray dua kali di Liga Champions musim ini, sudah seharusnya Arne Slot punya formula yang tepat alih-alih kalah untuk yang ketiga kalinya. Liverpool harus belajar dari kesalahan jika ingin terus melangkah.
Arne Slot bisa mengerahkan kekuatan penuh kontra Galatasaray. Kiper utama mereka, Alisson Becker sudah prima meski sempat absen di pertemuan sebelumnya.
Kiper asal Brasil itu sudah kembali merumput saat imbang dramatis lawan Tottenham Hotspur di Premier League pekan lalu. Perannya diharapkan bisa maksimal demi menjaga agar defisit gol tak bertambah.
Di satu sisi, lini belakang Liverpool harus bekerja ekstra karena Galatasaray punya barisan bomber yang mengerikan. Victor Osimhen adalah sosok yang dimaksud. Belum lagi ada Mauro Icardi yang jadi pelapis.
Selain itu, Galatasaray bukan semata-mata klub penampung pemain berusia senja. Skuad Aslanlar punya barisan penggawa berusia emas yang berkualitas.
Pos gelandang serang yang diisi Gabriel Sara (26 tahun) didampingi oleh sayap mumpuni terdiri dari Baris Yilmaz (25 tahun) dan Noa Lang (26 tahun). Suplai bola mereka datang dari tandem double pivot sosok matang Gabriel Sara dan Mario Lemina.
Kolektivitas jadi kunci bagi Galatasaray dalam menyapu bersih lima kemenangan di lima laga terakhir pada semua kompetisi. Aspek ini yang sementara hilang dari Liverpool di musim kedua era Arne Slot.
Padahal Liverpool punya pemain inti dengan kemampuan teknikal di atas rata-rata. Tapi nama-nama seperti Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Mohamed Salah, Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch kesulitan menyambungkan untaian bola dalam membangun serangan.
Hal serupa juga terjadi dalam skema bertahan. Ini yang membuat lawan bisa memaksimalkan peluang baik dari permainan terbuka saat dibobol Tottenham Hotspur atau bola mati kala gol Galatasaray dalam kurun sepekan terakhir.
Selain kolektivitas, Liverpool juga bermasalah dalam persistensi. The Reds tercatat kehilangan poin penuh dalam delapan pertandingan di Premier League akibat kebobolan di atas menit ke-90.
Kejebolan di menit akhir dan gagal menang dalam momen yang tak satu kali dua kali mengisyaratkan ada hal yang salah. Ini tak boleh terulang.
Selagi ada kesempatan, Liverpool perlu menjawab keraguan. Sebab hasil leg kedua lawan Galatasaray bisa jadi titik balik bagi Arne Slot untuk tetap tinggal atau jabatannya terpental.